SERPONG, ULTIMAGZ.com – Akira Kurosawa, dikenal dengan julukan ‘kaisar’ di industri film Jepang berkat pengaruhnya dalam melampaui batas dunia sinema dalam beberapa generasi. Ia juga kerap dianggap sebagai salah satu figur paling sentral yang menghubungkan estetika Timur dengan narasi universal. Sejak keberhasilan internasionalnya melalui Rashomon (1950), dunia menyadari bahwa Kurosawa memiliki kemampuan unik untuk membedah kompleksitas jiwa manusia sembari menyajikannya dalam komposisi gambar yang puitis.
Melansir gripit.serverdata.id, salah satu kontribusi Kurosawa yang paling revolusioner adalah penggunaan gerakan dalam setiap gambarnya. Ia sering kali menggunakan elemen alam seperti hujan deras, angin kencang, hingga asap tebal yang bukan hanya sebagai latar belakang, melainkan sebagai karakter yang memperkuat emosi adegan tersebut. Keberaniannya menggunakan beberapa kamera sekaligus untuk mengambil satu adegan dari berbagai sudut pandang, menjadi metode yang kini menjadi standar dalam pembuatan film aksi modern.
Baca juga: Dinamika Serikat Pekerja Media dalam Dokumenter Cut to Cut
Dalam hal narasi, ciri khas paling terkenal dari Kurosawa adalah Efek Rashomon. Melalui film tersebut, ia memperkenalkan konsep di mana sebuah peristiwa diceritakan dari sudut pandang beberapa karakter yang berbeda, sehingga penonton diminta untuk mempertanyakan apa yang sebenarnya nyata. Hal ini mengubah cara penulis skenario di seluruh dunia dalam membangun struktur cerita yang nonlinear. Pengaruh ini bisa kita temukan di berbagai karya modern, mulai dari drama hukum hingga thriller psikologis, dilansir dari criterion.com
Hubungan antara Kurosawa dan perfilman Barat, terutama Hollywood, adalah salah satu kolaborasi artistik paling menarik dalam sejarah. Karya-karyanya seperti Seven Samurai (1954) menjadi cetak biru bagi beberapa film dengan genre action dan diadaptasi langsung menjadi film barat klasik The Magnificent Seven (1960).
Mengutip bigpicturefilmclub.com, bahkan, tanpa The Hidden Fortress (1958), dunia mungkin tidak akan pernah mengenal jagat Star Wars, karena George Lucas secara terbuka mengakui bahwa struktur narasi dan dinamika karakter dua petani dalam film Kurosawa tersebut menjadi inspirasi utama bagi droids ikonik R2-D2 dan C-3PO serta perjalanan sang pahlawan di galaksi jauh.
Baca juga: 12 Angry Men: Ketika Satu Suara Mengubah Segalanya
Lewat tokoh-tokoh yang tampak rapuh tetapi menyimpan keteguhan batin, Kurosawa menegaskan bahwa pahlawan sejati bukanlah sosok yang selalu menang, melainkan mereka yang berani menatap kegagalan dan tetap memutuskan untuk bertindak benar. Pengaruh Kurosawa akan terus ada selama dunia perfilman masih bergerak, mengingatkan kita bahwa sinema adalah jembatan paling kuat untuk menyelami dan memahami kemanusiaan secara menyeluruh.
Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
Editor: Kezia Laurencia
Foto: britannica.com
Sumber: gripit.serverdata.id, criterion.com, bigpicturefilmclub.com





