SERPONG, ULTIMAGZ.com – Suisei dan Kirohta resmi merilis album kolaboratif mereka, #KLABMUSIK pada Selasa (28/04/2026). Album tersebut melibatkan beberapa kolaborator, mulai dari produser seperti Mino, Concerto, dan Alva Gracia, hingga penyanyi seperti Yung Cater, Lucidrari, hingga Kidsteph.
Melansir siniar Halimawan, proyek #KLABMUSIK mulai digarap sejak akhir 2023 dan sempat mengalami perubahan konsep karena awalnya direncanakan sebagai Extended Play (EP). Perombakan ini menjadikan lagu “i thought you’d stay the same” sebagai satu-satunya lagu yang tersisa dari draft awal di #KLABMUSIK, bersama dengan beberapa lagu lain yang sebelumnya telah dirilis.
Baca juga: Kenali Suisei: Musisi dengan Perjalanan Rentak Eksperimental
Nama Suisei dalam arus utama musik Indonesia mulai dikenal sejak perilisan lagu “mejikuhibiniu” yang mengusung nuansa hipdut. Namun, dalam album ini, Suisei membawakan genre emo-edm sebagai konsep utama.
#KLABMUSIK terdiri dari 11 lagu yang memadukan lirik melankolis khas Suisei dengan irama electronic dance music (edm) khas Kirohta dan Mino, menghadirkan suasana musim panas 2010-an yang kental dengan ekspresif, up beat, dan drop yang unik. Menjelang perilisannya, album ini sempat mengundang perbincangan di kalangan pendengar setia Suisei dan AntiMOBS (penggemar kolektif AntiNRML) setelah muncul pengumuman pembatalan proyek. Ternyata, pengumuman itu adalah lelucon semata untuk menyambut April mop, murni ide usil mereka.

Album ini dibuka dengan lagu pertama, “tinggi”, yang mencuplik lagu SM*SH “I Heart You” lewat lirik ikoniknya, you know me so well, girl i need you. Seiring berkembangnya lagu, lirik tersebut berubah menjadi i know you so well, i don’t need you, girl i hate you. Selain itu, terdapat transisi yang berkesinambungan dengan lagu kedua, “alergi”, yang mencerminkan keraguan seseorang untuk memercayai sebuah hubungan setelah kesempatan kedua.
Setelah “alergi”, lagu disambung kembali dengan trilogi “orang ketiga”, “duniakitaberdua”, dan “cuma satu” yang sebelumnya dirilis sebagai single pada 2025. Setiap lagu dalam album ini mencerminkan kisah hubungan yang unik. Mulai dari kekecewaan dalam “bukan love song”, kepastian hubungan yang ambigu dalam “diriku:dirinya”, kenangan-kenangan indah dalam “5 pagi”, keterikatan hubungan toxic dalam “cinta atau dusta”, serta kenangan masa lalu dalam “i thought you’d stay the same”.
Lagu terakhir sekaligus rilisan favorit dari Suisei dan Kirohta, “masih disini”, menutup album dengan menceritakan paradoks antara memilih hubungan “segitiga” atau harapan untuk kembali bersama.
Mungkin ini lebih dari sayang
Aku pun tak paham
Kenapa ku masih disini
Tak bisa get you out of my mind

Baca juga: Kenalan dengan Hipdut, Wajah Baru Dangdut Gen Z
Reinterpretasi lagu-lagu cinta dengan konsep baru membuat #KLABMUSIK memiliki keunikannya tersendiri. Biasanya, lagu-lagu seperti ini sering diafiliasikan dengan lirik puitis, nada sedih, melodi lambat, dan instrumen minimalis. Dengan konsep ini, lagu-lagu cinta tak lagi tersaturasi dengan tuntutan komersil musik yang hanya didengarkan di festival “patah hati”. Sebaliknya, karya-karya ini menghadirkan momentum crying on the dance floor di bawah gemerlap lampu sorot.
Album ini dapat menjadi pertanda kembalinya siklus kejayaan EDM di Indonesia karena berhasil menyorot skena-skena musik underground muncul dalam arus utama. Dari 11 lagu #KLABMUSIK, lagu apa yang menjadi favorit Ultimates? Penggalan lirik mana yang paling menggambarkan hubungan asmara kalian?
Penulis: Febrian Dwianto
Editor: Celine Valleri
Foto: Instagram/@suiseimusic, Instagram/@anti_nrml, Instagram/@minoswag0
Sumber: Spotify, Youtube@Luthfi Halimawan, RRI.co.id




