• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Tuesday, August 18, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Anak-anak

Festival Film NextScene 2026 Putar Karya Sutradara Jepang Kousuke Sakoda

Aurelia Lisbeth by Aurelia Lisbeth
August 18, 2026
in Anak-anak, Hiburan
Reading Time: 3 mins read
Sutradara asal Jepang, Kousuke Sakoda, memberikan materi mengenai proses pembuatan salah satu film yang ditayangkan dalam Festival NextScene, Sabtu (08/08/2026), di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki. (ULTIMAGZ/Iskandar Gautama)

Sutradara asal Jepang, Kousuke Sakoda, memberikan materi mengenai proses pembuatan salah satu film yang ditayangkan dalam Festival NextScene, Sabtu (08/08/2026), di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki. [foto id="398"]

0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Sutradara asal Jepang, Kousuke Sakoda, memutar dua filmnya, Laying Down, Looking Up dan This Window, Other Side, dalam sesi YouthScene & ShareScene di NextScene Kids & Youth Film Festival 2026, Sabtu (08/08/2026). Kegiatan berlangsung di Bioskop Kineforum, Teater Sjuman Djaya, Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Seorang anak membuat wayang Nexa, salah satu maskot Festival NextScene, dengan bantuan panitia dalam salah satu workshop yang digelar pada Sabtu (08/08/2026) di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki. (ULTIMAGZ/Iskandar Gautama)
Seorang anak membuat wayang Nexa, salah satu maskot Festival NextScene, dengan bantuan panitia dalam salah satu workshop yang digelar pada Sabtu (08/08/2026) di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki. [foto id=”398″]
Pemutaran ini menjadi bagian dari “Focus on Japan“, salah satu dari dua program unggulan NextScene tahun ini selain “Bumi dalam Cerita Anak Muda”. Festival yang mengusung tema “Stories Along the Way” ini merayakan perjalanan tumbuh kembang anak dan remaja lewat beragam sudut pandang sinematik, ruang diskusi, workshop, hingga pemutaran film berskala internasional.

Baca juga: Festival Film Jelek Menggelar Volume 2! Pesta Untuk Seniman Yang Tak Terlirik

Kedua film Sakoda sama-sama mengangkat isu kompleksitas emosi anak muda. Laying Down, Looking Up mengisahkan Chiena, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tengah bersiap menghadapi ujian masuk. Neneknya dirawat di rumah sakit akibat pendarahan otak dan meski Chiena rutin menjenguk setiap hari, dia hanya sibuk belajar di kamar. Suatu hari, dia menemukan buku catatan sang nenek dan mulai memahami perasaannya, hingga memutuskan melakukan sesuatu.

Tema serupa juga terasa dalam This Window, Other Side, yang mengisahkan Yumi, murid kelas lima SD yang berhenti sekolah setelah mengalami perundungan. Satu-satunya kesenangan Yumi adalah mengobrol lewat jendela dengan Rieko, mahasiswi yang tinggal di seberang rumahnya, hingga suatu hari dia mengetahui rahasia Rieko.

Menariknya, film kedua ini punya akar yang personal bagi Sakoda sendiri. Dalam catatan yang dibagikan sebelum pemutaran, dia mengatakan dirinya sempat kesulitan berkomunikasi dengan orang lain dan enggan keluar rumah lebih dari 20 tahun lalu, setelah lulus kuliah dan masuk sekolah film. Masa itu, menurutnya, menjadi cikal bakal lahirnya This Window, Other Side.

Film tersebut merupakan proyek kelulusan Sakoda dari sekolah film. Naskahnya terpilih dan dia pun menyutradarai film itu, sementara mahasiswa lain yang naskahnya tidak terpilih mengambil peran lain di produksi. Film ini kemudian diputar di berbagai festival film di Jepang maupun mancanegara.

Baca juga: JAFF 20 Resmi Tamat, Intip Keseruan di Balik Layar Festival Film Terbesar Indonesia!

Pengalaman pribadi itu pula yang tampaknya membentuk pandangan Sakoda soal film sebagai medium lintas budaya. Ditemui usai pemutaran, dia mengatakan meski dunia punya banyak perbedaan budaya, perasaan manusia tidak jauh berbeda.

“Meski beda, perasaannya tidak begitu bervariasi. Kalau sedih, ya sedih. Kalau senang, ya senang. Justru melalui film ini, saya berharap bisa menjadi kesatuan budaya antara Jepang dan Indonesia,” ujar Sakoda.

Pandangan itu sejalan dengan misi program “Focus on Japan“, yang menghadirkan karya-karya sineas Jepang sebagai jembatan relasi budaya dengan Indonesia. Sementara itu, program unggulan lain, “Bumi dalam Cerita Anak Muda”, mengangkat isu lingkungan dan krisis iklim lewat sudut pandang anak dan remaja. Festival film anak dan remaja ini digelar gratis pada 6–9 Agustus 2026 di Taman Ismail Marzuki dan CGV fX Sudirman, Jakarta.

 

Penulis: Aurelia Lisbeth

Editor: Kezia Laurencia

Foto: Iskandar Gautama

Sumber: hiff.jp, nextscenefilmfestival.id

Tags: festival film 2026festival film anakfestival film anak 2026festival nextscenefilm anakkousuke sakodakousuke sakoda filmkousuke sakoda indonesiakousuke sakoda next scenelaying down looking upnextscenenextscene 2026this window other side
Aurelia Lisbeth

Aurelia Lisbeth

Related Posts

Dari kiri ke kanan, Miyake Shota (Asisten Direktur The Japan Foundation Jakarta), Penny Sylvania Putri (Festival Director NextScene), Abhay Punjabi (sutradara film Pukam Pukai: To Fetch a Pail of Water), dan Andang Kelana (Direktur Artistik NextScene) berfoto bersama dalam pembukaan Festival NextScene di CGV fX Sudirman, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Sumber: Dokumentasi NextScene).
Anak-anak

NextScene Kids & Youth Film Festival 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema “Stories Along the Way”

August 18, 2026
Gambar menunjukkan sebuah poster film OBSESSION karya Curry Barker.
Film

Reputasi Baru Film Horor dari OBSESSION 2026

June 30, 2026
witch hat atelier
Hiburan

Witch Hat Atelier: Ketika Sihir Berada di Ujung Tinta

May 29, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 12 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021