• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Friday, May 29, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan

Witch Hat Atelier: Ketika Sihir Berada di Ujung Tinta

Belva Putri Paramitha by Belva Putri Paramitha
May 29, 2026
in Hiburan, Review
Reading Time: 2 mins read
witch hat atelier

Sampul komik volume 1 Witch Hat Atelier. (blacknerdproblems.com)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.COM– Serial animasi Jepang (anime) Witch Hat Atelier baru saja rilis April 2026 lalu. Diproduksi oleh Bug Films, serial fantasi karya komikus Kamome Shirahama ini tayang setiap hari Senin dan dua episode pertamanya sudah dirilis pada tanggal 6 April. 

Rilis pertama kali pada 2016 sebagai serial komik (manga), Witch Hat Atelier menceritakan Coco, anak perempuan dari seorang perancang gaun sederhana yang mempunyai ambisi besar terhadap dunia sihir sejak kecil. Namun, sihir adalah sesuatu yang sangat langka, hanya para penyihir terlatih yang bisa menggunakannya. Bagi orang biasa, sihir hanyalah sesuatu yang bisa dikagumi dari kejauhan.

Baca juga: “Delicious in Dungeon”: Anime Fantasi Memasak Monster

Namun, nasib Coco pun berubah saat Qifrey, seorang penyihir misterius, mengunjungi toko ibunya. Melalui sebuah celah yang tak  disengaja, Coco menyaksikan rahasia di balik mekanisme sihir yang selama ini tersembunyi. Didorong rasa penasaran, Coco merapalkan sebuah mantra terlarang yang justru berujung pada bencana besar bagi keluarganya.

Dalam satu momen tersebut, segalanya berubah bagi Coco. Mantra yang ia gunakan justru membawa bencana bagi hidupnya sendiri. Qifrey kemudian menyelamatkannya dan mengambil keputusan untuk menjadikan Coco sebagai muridnya. 

Selain dari cerita fantasinya yang unik, Witch Hat Atelier mempunyai ilustrasi yang sangat khas di antara para manga lainnya. Kamome Shirahama mempunyai reputasi dengan gaya gambar yang sangat detail penuh dengan ornamen-ornamen kecil. Melansir detik.com, ia juga telah meraih berbagai penghargaan internasional seperti Eisner Awards pada 2020 dan Harvey Awards pada 2023. 

Witch Hat Atelier patut direkomendasikan bagi Ultimates yang mengapresiasi world-building mendalam. Melansir ign.com, Adaptasi Bug Films terlihat menjaga detail visual yang menjadi kekuatan utama manganya. Alur cerita pun terasa cukup terukur, informasi mengenai sistem sihir diberikan secara bertahap sehingga penonton tidak akan merasa kewalahan dengan istilah-istilah baru.

Baca juga: Netflix Luncurkan Serial Adaptasi dari Anime One Piece

Dalam versi animasi ini, karakter Coco dihidupkan melalui suara Rena Motomura, sementara Natsuki Hanae mengisi peran sebagai sang mentor, Qifrey. Bagi yang ingin menyaksikannya, Witch Hat Atelier saat ini tersedia di platform streaming Netflix dan Crunchyroll.

Pada akhirnya, Witch Hat Atelier bukan hanya tentang sihir. Ini adalah cerita tentang batasan, pilihan, dan rasa ingin tahu yang kadang membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya. Apakah Ultimates ingin mengikuti perjalanan Coco mempelajari sihir?

 

 

Penulis: Belva Putri Paramitha

Editor: Reza Farwan

Foto: blacknerdproblems.com

Sumber: detik.com, ign.com

 

Tags: adaptasiAnimebaru rilisfantasymagicreviewserialserial adaptasiserial animesihir
Belva Putri Paramitha

Belva Putri Paramitha

Related Posts

Peserta Comic Frontier 22 berfoto bersama di acara yang diselenggarakan di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (17/05/26). (ULTIMAGZ/Gabri Perboire)
Event

Stan demi Stan di Comic Frontier 22 Dipenuhi Senyum Pengunjung

May 20, 2026
Desain sampul album Kontemplasi dari Alkateri (open.spotify.com)
Musik

Album Kontemplasi Bawa Alkateri Kembali Jadi Perbincangan

May 9, 2026
Kode busana Met Gala 2026. (Vogue)
Hiburan

“Fashion is Art”: Ketika Met Gala 2026 Gunakan Pakaian sebagai Kanvas

May 6, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021