SERPONG, ULTIMAGZ.com – Jumpa pers Synchronize Festival 2026 diadakan di HW Live House Kemang pada Rabu (30/09/2026). Di 2026 ini, Synchronize Festival memasuki tahun kesebelasnya dan mengusung kembali tema “It’s Not Just A Festival, It’s A Movement”. Tema ini sebelumnya pernah menjadi tema perdana pada 2016. Synchronize Festival 2026 akan diadakan pada 16-18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Jumpa pers dimulai dengan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan bagi Guruh Soekarnoputra. Sebelumnya, Synchronize Festival 2025 menjadi panggung reuni sekaligus penampilan live terakhir sang maestro sebelum ia berpulang pada Sabtu, (26/09/2026) lalu.
Baca juga: Album Kontemplasi Bawa Alkateri Kembali Jadi Perbincangan
It’s Not Just A Festival, It’s A Movement
Director Synchronize Fest, David Karto, menjelaskan bahwa tema Synchronize Fest 2026 dipilih untuk kembali menyempurnakan seluruh perayaan setelah satu dekade.
“Setelah perayaan satu dekade, kita merasa harus kilas balik dan melihat semua pergerakan kita, kita mau belajar kembali untuk menyempurnakan seluruh perayaan,” ujar David.
David juga menjelaskan bahwa pemilihan tagline “It’s Not Just A Festival, It’s A Movement” secara natural mengembalikan Synchronize Fest ke landasan awal .
“Berselang 10 tahun, kami mengangkatnya kembali sebagai pengingat bagi generasi yang lebih muda (gen-z) tentang alasan Synchronize Fest ini dibuat. Dengan musim baru dan semangat yang mengakar,” tambahnya.
Aldila Karina Putri sebagai Director of Communication menambahkan bahwa pemilihan tema ini berfungsi sebagai pengingat akan alasan dari pembuatan Synchronize Festival, terutama di tengah tumbuh kembang generasi yang baru.
“Tahun ini kembali merayakan tema ini karena kita tahu setelah satu dekade, generasi bertumbuh kembang baru lagi. Sekarang Synchronize Festival lebih didominasi dengan generasi yang jauh lebih muda…. Sehingga kami membawa tema tersebut sebagai pengingat dan meneruskan message dari kenapa festival ini dibuat,” tambah Aldila.
Perwujudan tema ini dihadirkan melalui berbagai special show yang bertujuan untuk mengangkat cerita dari berbagai era dan komunitas musik. Dengan ini, Synchronize Festival tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga memberi konteks ruang dan waktu untuk masa depan.
“Kami berusaha untuk memetakan supaya ini semua jadi seimbang, semua pelan-pelan terwakili. Setiap orang memiliki ruang masing-masing, core memory (kenangan), yang bisa dinikmati di Synchronize Fest,” jelas David Tarigan selaku Artist & Repertoire Synchronize Festival.

Adapun Visual Synchronize Fest tahun ini bekerja sama dengan Drawmama (nama artistik Marishka Soekarna) dan Cisarua Creative.
“Kenapa akhirnya yang dipilih Marishka Soekarna, kami merasa dia bisa merepresentasikan situasi isu sosial saat ini. Warna-warni banget karyanya, tetapi sangat kontemplatif,” ujar Aldila.
Program Lingkungan Kembali Diadakan
Di samping itu, Synchronize Fest juga mempertahankan sejumlah program lingkungan yang telah diadakan sejak 2016. Mulai dari Water Refill Station dan Waste Management yang didukung oleh BRI Peduli, Upcycling Project yang bekerja sama dengan Koalisi Seni, serta Operasi Plastik oleh Stuffo.
Synchronize Festival juga kembali bekerja sama dengan TransJakarta untuk program nebeng gratis. Program ini memungkinkan pengunjung untuk pergi menuju area Gambir Expo dari sejumlah titik seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Depok, Tangerang, hingga Bekasi. Program ini berupaya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mendorong perjalanan yang kolektif.
Baca juga: Synchronize Festival 2019 Akan Lakukan ‘Green Movement’
Aksi lingkungan yang dilakukan Synchronize Fest 2026 tidak berhenti disitu. Sebagian hasil penjualan tiket juga akan didonasikan untuk penanaman mangrove di Kepulauan Seribu. Dengan demikian, program lingkungan tidak hanya melengkapi acara, tetapi juga menjadi bagian dari cara festival tersebut bekerja. Adapun program penanaman mangrove ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Smiling Coral, dan Greeners.
Memasuki tahun kesebelasnya, tema Synchronize Festival 2026 bertujuan untuk mengembalikan acara ini pada landasan awalnya. Selain menghadirkan nostalgia, festival ini tetap menekankan realitas masa kini melalui kehadiran musisi muda hingga kepedulian terhadap lingkungan. Dengan ini, Synchronize Festival 2026 memasuki masa yang baru dengan semangat yang sama seperti dulu.
Penulis: Febrian Dwianto, Reza Farwan, Celine Valleri
Editor: Reza Farwan, Celine Valleri
Foto: Febrian Dwianto




