Alami Peningkatan, KPU UMN Masih Harap Kesadaran Mahasiswa

Sistem voting yang dilakukan secara online. (ULTIMAGZ/Jessica Gabriela)
Sistem voting yang dilakukan secara online. (ULTIMAGZ/Jessica Gabriela)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com  Mengalami peningkatan jumlah pemilih sebanyak kurang lebih 11 persen dari angka tahun lalu tidak membuat Ketua Komisi Pemilihan Umum Universitas Multimedia Nusantara (KPU UMN) Audi Gus Imaduddin Jalil dan anggotanya cepat puas. Pasalnya, jumlah angka total suara sah dari seluruh pemilih sebesar 37 persen masih jauh dari target 50 persen.

“Artinya terlepas puas atau tidak, pastinya dalam hati dalam diri saya dan mewakili anggota-anggota KPU, harusnya kita bisa mencapai 50 persen. Harusnya bisa melakukan hal yang baik, tapi ketika hasil di lapangan cuma bisa menunjukkan 37 persen, paling tidak terjadi peningkatan dari tahun lalu yang 26 persen yang terendah,” jelas Audi pada Rabu (25/11/20) kepada Ultimagz.

Pada 2019, terdapat 2.229 dari sekitar 8.500 mahasiswa yang ikut memberikan suaranya. Sementara itu, di tahun ini tercatat sebanyak 3.377 dari 8.948 mahasiswa UMN telah memilih calon pemimpin untuk 1 organisasi dan 11 himpunan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah pemilih tahun ini, Audi menjelaskan, KPU hanya selalu mengingat untuk melaksanakan setiap kegiatan dengan sebaik mungkin. Selain itu, ia juga mengatakan kemungkinan salah satu penyebabnya adalah mahasiswa UMN tidak merasa kebingungan dengan media memilihnya. 

“Tahun lalu pemungutan suara dilakukan secara online dan offline pemilihannya. Sementara sekarang untuk pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan lain-lain sudah via online atau bisa pilih di rumah lewat gawai sehingga sudah ada kemudahan terkait media untuk memilih,” tutur Audi lewat aplikasi Zoom.

Bukan hanya itu, pengadaan photo challenge di Instagram dengan hadiah SKKM Minat Bakat untuk semua peserta juga menarik perhatian mahasiswa UMN. Jika terpilih sebagai juara, mahasiswa juga dapat memperoleh uang elektronik dengan total hadiah sebesar Rp200.000.

Photo challenge ini juga banyak diikuti oleh mahasiswa baru sehingga membuat jumlah suara bisa meningkat sampai 3.000,” ujar Audi.

Berikut ini merupakan rekapitulasi pemilih dalam rangkaian acara Election Week 2020 sejak Senin (16/11/20) hingga Jumat (20/11/20). 

 

(ULTIMAGZ/Nadia Indrawinata)
 

(ULTIMAGZ/Nadia Indrawinata)
 

(ULTIMAGZ/Nadia Indrawinata)
 

(ULTIMAGZ/Nadia Indrawinata)
 

(ULTIMAGZ/Nadia Indrawinata)

 

Berdasarkan hasil rekapitulasi, terlihat bahwa ada 5 dari 11 himpunan yang mencapai target 50 persen yang telah KPU tetapkan. Kelima himpunan tersebut ialah HIMFERA (102 persen), HIMARS (61 persen), HMP (57 persen), HIMSI (51 persen), dan HIMTARA (51 persen). Jumlah pemilih HIMFERA mencapai 102 persen karena terdapat dua mahasiswa yang sudah tidak aktif, tapi turut serta memilih. 

Untuk BEM, jumlah pemilih mencapai 38 persen. Sementara itu, HMFILM merupakan himpunan dengan persentase pemilih terendah, yaitu 27 persen. 

 

(ULTIMAGZ/Nadia Indrawinata)

 

Kesadaran Mahasiswa dan Program Kerja Himpunan Pengaruhi Jumlah Pemilih

Ketua Komisi Pemilihan Umum Universitas Multimedia Nusantara (KPU UMN) Audi Gus Imaduddin Jalil saat bertemu dengan Ultimagz pada Rabu (25/11/20).
Ketua Komisi Pemilihan Umum Universitas Multimedia Nusantara (KPU UMN) Audi Gus Imaduddin Jalil saat bertemu dengan Ultimagz pada Rabu (25/11/20) melalui aplikasi Zoom. (ULTIMAGZ/Dionisius Adrian)

Meski jumlah pemilih mengalami kenaikan secara umum, tetapi ada 63 persen mahasiswa yang tidak memberikan hak suaranya. Menurut Audi, permasalahannya terletak pada rendahnya kesadaran (awareness) yang mahasiswa miliki.  

“Ini adalah penyakit tahun lalu. Inti dari semuanya adalah masalah awareness yang masih rendah. Mahasiswa-mahasiswa tidak tahu atau memahami penggunaan hak suara yang dapat berpengaruh ke masa depan himpunan jurusan masing-masing, terlebih lagi masa depan kampus setahun ke depan di tangan organisator,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, Audi mengaku telah memanfaatkan publikasi dari berbagai media, termasuk Instagram dan e-mail mahasiswa UMN. KPU juga meminta tolong kepada himpunan untuk turut mempublikasikan acara Bulan Demokrasi sampai Election Week

Tidak hanya faktor kurangnya kesadaran mahasiswa, tetapi juga pengaruh dari program kerja organisasi dan himpunan. Audi menilai, bisa jadi program kerja pada generasi sebelumnya tidak dapat mendekatkan atau menyatukan hubungan sesama mahasiswa sehingga berpengaruh pada psikologis dan pengetahuan mahasiswa. 

Padahal kontribusi untuk menggunakan hak suara memilih calon pemimpin selanjutnya adalah salah satu cara agar mendapatkan kandidat yang kinerjanya terlihat maksimal. Maka dari itu, Audi mengatakan, bila menginginkan sesuatu hal yang baik bagi pribadi hingga sivitas akademika UMN, mahasiswa harus memberikan hak suaranya. 

“Ini kampus lu kok. Kalau misalkan mau sesuatu hal yang baik buat mahasiswanya itu sendiri, baik secara pribadi atau secara jurusan atau secara keseluruhan, yaitu seluruh sivitas akademika UMN, yaudah kalian harus dengan memilih ini. Itu sudah salah satu caranya untuk bentuk kepeduliannya. Jadi intinya masalah peduli atau enggak sih gitu,” jelasnya.

Ia juga berharap agar jumlah pemilih tahun depan akan mengalami peningkatan. Pasalnya, Audi percaya bahwa satu suara pun sudah sangat berpengaruh untuk satu tahun ke depan.

“Mau siapapun kalian yang masih menjadi mahasiswa aktif, kalian harus menggunakan hak suara karena itu akan berpengaruh,” ucap Audi.

 

Penulis: Andia Christy, Elisabeth Diandra Sandi, Nadia Indrawinata

Editor: Abel Pramudya

Sumber: KPU UMN

Foto: Jessica Gabriela, Nadia Indrawinata, Dionisius Adrian