Eka Sofyan Rizal Bicara Tentang Ide Desain

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Bukanlah hal yang mudah untuk mendesain sebuah produk. Ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan sebelum mulai mendesain. Salah satunya adalah berpikir atau proses thinking, meski dengan dipaksakan, demi mencapai sebuah ide desain yang unik dan memuaskan. Hal itulah yang ditekankan Eka Sofyan Rizal, profesional di bidang desain grafis.

Function Hall (FH) Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Rabu (11/05) kemarin dipenuhi oleh mahasiswa UMN, yang mayoritas adalah mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Dalam seminar “Design Thinking” yang merupakan rangkaian acara dari Ultigraph 2016, Eka menjelaskan cara untuk menggabungkan ide-ide ke dalam sebuah desain.

Eka menjelaskan bahwa setiap ide yang ingin kita tuangkan dalam sebuah karya haruslah berupa ide-ide yang out of the box dan unik. Untuk mendapatkan ide-ide tersebut, terkadang seseorang harus memaksakan diri untuk keluar dari pemikiran mainstream-nya.

“Otak kita terbiasa untuk membentuk pola, jadi kalau dipaksakan, pasti akan terbentuk polanya. Kita harus set idenya yang jauh dulu,” papar Eka. Ia mengumpamakan, jika ingin mendesain di bidang fashion, seseorang bisa menjadikan perusahaan baja sebagai referensi, meski terlihat tidak berkaitan. “Coba dikaji, dihubung-hubungin, nanti ada pola hubungannya,” tambahnya.

Selain itu, desainer yang karyanya sudah dapat kita lihat di beberapa kemasan produk ternama ini menjelaskan cara membuat desain seperti yang dibutuhkan oleh klien. Dalam hal ini, perbedaan kebutuhan klien pun berarti memerlukan cara yang berbeda dalam membuat desainnya.

Dalam setiap karya produk dan desainnya, Eka berusaha untuk merepresentasikan jati diri klien di dalamnya. “Jadi walaupun bikinnya brosur, pertanyaannya, bagaimana caranya bikin brosur yang bisa menampilkan jati diri. Kalau bikin website juga begitu,” ujar Eka.

 

Menurut Eka, tidak ada alasan “tidak ada ide”, karena semua hal dapat menjadi ide. Eka pun mengaku tidak pernah kehabisan ide untuk berkarya. “Saya nggak pernah kehabisan ide, paling idenya nggak bagus, biasa-biasa aja,” ujar Eka mengundang tawa.

 

Penulis: Analuna Manullang

Editor: Alif Gusti Mahardika

Foto: Benedict Wiyanjaya