• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, March 7, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Berita Kampus Indepth

Pergantian Jajaran Rektorat UMN: Penting Bagi Mahasiswa tetapi Tak Sepenuhnya Terasa

Reza Farwan by Reza Farwan
February 27, 2026
in Indepth
Reading Time: 9 mins read
Ilustrasi pergantian rektor Universitas Multimedia Nusantara (ULTIMAGZ/Ancilla Maura)

Ilustrasi pergantian rektor Universitas Multimedia Nusantara [foto id="365"]

0
SHARES
441
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Setiap perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Konsep Tri Dharma sebagai landasan kewajiban dalam menyelenggarakan pendidikan. Konsep ini diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2012 yang mewajibkan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Guna memastikan pelaksanaannya berjalan dengan optimal, setiap perguruan tinggi dipimpin oleh Rektor yang dalam tugasnya didampingi jajaran rektorat. 

Konsep Tri Dharma juga termasuk ke dalam Misi dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Pelaksanaannya saat ini dipimpin oleh Dr. Ir. Andrey Andoko, M.Sc. selaku Rektor Universitas.

Baca juga: Krisis Etika dalam Publikasi Akademik, UMN Perlu Berbenah

Ia didukung oleh tiga Wakil Rektor yang memiliki bidang tanggung jawab masing-masing. Adapun struktur rektorat UMN adalah sebagai berikut: 

  1. Dr. Ir. Andrey Andoko, M.Sc., selaku Rektor Universitas
  2. Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi
  3. Dr. Ika Yanuarti, S.E., M.S.F., CSA., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Employability, dan Kewirausahaan
  4. Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., S.Sos., M.B.A., selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi, dan Keberlanjutan. 

Struktur kepemimpinan ini masih tergolong baru karena diresmikan pada Maret 2025. Sebelumnya, UMN dipimpin oleh Rektor Ninok Leksono yang telah menjabat selama 13 tahun. Namun, dalam delapan bulan kepemimpinan Andrey, sejumlah mahasiswa telah merasakan sejumlah perubahan yang signifikan. 

Menurut pihak kampus, informasi pergantian rektorat telah disampaikan di beberapa kanal termasuk akun media sosial resmi kampus. Namun, dari sudut pandang beberapa mahasiswa, informasi mengenai pergantian rektorat kerap tidak sampai ke telinga mereka karena cara penyampaiannya tidak cukup jelas. 

Jajaran rektorat baru dapat dilihat di situs resmi UMN. Tampak jelas bahwa tidak ada jabatan Wakil Rektor Bidang Keuangan yang sebelumnya dijabat oleh Andrey Andoko dan muncul Ketua Senat dalam jajaran rektorat yang sebelumnya tidak ada.

Hilangnya posisi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan munculnya Ketua Senat dalam jajaran rektorat baru di situs resmi UMN. (umn.ac.id)
Hilangnya posisi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan munculnya Ketua Senat dalam jajaran rektorat baru di situs resmi UMN. (umn.ac.id)

Kurangnya komunikasi yang bersifat dialogis membuat sebagian mahasiswa merasa tidak dilibatkan dalam proses transisi tersebut. Akibatnya, muncul ketidaktahuan mahasiswa pada jajaran rektorat baru. Selain itu, berbagai perubahan kebijakan yang terjadi setelah pergantian rektorat kerap dilihat sebagai perubahan mendadak, meskipun kampus menganggapnya sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Ketika Informasi Pergantian Rektorat Tak Merata

ULTIMAGZ telah melakukan survei melalui Google Form sejak Senin (29/09/25) hingga Selasa (11/11/25) yang diisi oleh 47 responden untuk mengetahui tingkat kesadaran mahasiswa UMN terhadap pergantian jajaran rektorat. Berdasarkan hasil survei tersebut, 55,3 persen responden setuju bahwa pergantian rektorat merupakan hal yang cukup penting, 31,9 persen menilainya sebagai hal yang sangat penting, 10,6 persen merasa kurang penting, dan 2,1 persen lainnya menyebutkan sebagai hal yang tidak penting sama sekali.

Para mahasiswa menyertakan berbagai alasan mengenai tingkat kepentingan pergantian jajaran rektorat. Salah satunya adalah arah kebijakan kampus yang ditentukan oleh jajaran rektorat akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan, fasilitas, dan kesejahteraan mahasiswa. Selain itu, beberapa mahasiswa menyebutkan bahwa pergantian rektorat diperlukan untuk memberi inovasi baru terhadap kebijakan dan menjalankan visi misi yang mendukung perkembangan kampus.

Namun, hanya sekitar 31,9 persen mahasiswa yang mengetahui informasi pergantian jajaran rektorat melalui situs resmi UMN. Menanggapi hasil survei tersebut, ULTIMAGZ melakukan wawancara dengan Ryo Anthonio Wijaya (Komunikasi Strategis, 2022) sebagai perwakilan mahasiswa UMN. 

Ryo menyatakan bahwa pemberitahuan pergantian rektorat masih kurang jelas meskipun ia aktif dalam berbagai organisasi kampus. Menurutnya, komunikasi terkait pergantian pimpinan kampus belum menjangkau mahasiswa secara menyeluruh.

“Sebagai mahasiswa yang aktif di organisasi, isu pergantian rektorat itu sebenarnya sudah terdengar dari dua sampai tiga tahun lalu. Tapi ketika realisasinya terjadi, pemberitahuannya masih kurang jelas. Tiba-tiba ada perubahan, dan kami harus langsung menyesuaikan,” ujar Ryo ketika diwawancarai ULTIMAGZ pada Jumat (28/11/25).

Pengalaman Ryo tersebut mencerminkan temuan survei ULTIMAGZ yang menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi antara pihak kampus dan mahasiswa dalam menyampaikan informasi terkait pergantian jajaran rektorat. Meskipun pergantian kepemimpinan dinilai penting oleh mayoritas mahasiswa, informasi mengenai proses, waktu, dan transisi sangat terbatas.

Minimnya komunikasi yang bersifat dua arah ini membuat mahasiswa kesulitan memahami terjadinya perubahan jajaran rektorat. Akibatnya, sejumlah kebijakan yang muncul setelah masa transisi dianggap terjadi secara mendadak, tanpa adanya komunikasi dua arah dan proses yang transparan untuk kebaikan mahasiswa. 

Hal ini dapat dilihat dari hasil survei ULTIMAGZ. Sekitar 48,9 persen mahasiswa mengetahui perubahan jajaran rektorat melalui teman atau mahasiswa lain, 31,9 persen dari informasi resmi UMN (situs, surel, media sosial kampus), 4,3 persen dari dosen atau karyawan UMN, 2,1 persen dari artikel ULTIMAGZ, 2,1 persen  dari siaran SIMB (OMB) radio, 2,1 persen dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan 8,5 persen tidak mengetahui informasi tersebut. 

Temuan tersebut menunjukkan bahwa arus informasi mengenai pergantian jajaran rektorat lebih banyak beredar melalui jalur word of mouth antarmahasiswa dibandingkan kanal resmi kampus. Ketergantungan pada informasi dari teman atau mahasiswa lain ini berpotensi menimbulkan perbedaan pemahaman serta memperbesar ruang terjadinya penyebaran informasi yang tidak seragam dan resmi. 

Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa komunikasi kampus belum sepenuhnya menjangkau mahasiswa secara menyeluruh, terutama dalam menyampaikan informasi strategis yang berdampak pada perjalanan akademik dan kemahasiswaan.

Baca juga: Sidang Terbuka Senat Penerimaan Mahasiswa Baru UMN 2025 Dorong Mahasiswa untuk Terus Berdampak 

Minimnya komunikasi ini membuat mahasiswa tidak hanya kesulitan memperoleh informasi yang jelas, tetapi juga kehilangan ruang untuk memahami latar belakang dan tujuan dari pergantian jajaran rektorat. Akibatnya, berbagai perubahan yang terjadi setelah masa transisi kerap dinilai sebagai perubahan secara tiba-tiba, tanpa penjelasan memadai mengenai arah kebijakan yang ingin dicapai oleh pimpinan kampus.

Lebih lanjut, sekitar 57,4 persen mahasiswa merasakan sedikit perubahan kampus setelah terjadinya pergantian jajaran rektorat dan 25,5 persen mahasiswa menyatakan perubahan kampus terasa jelas. Selain itu, 12,8 persen belum merasakan adanya perubahan dan 4,3 persen tidak merasakan perubahan sama sekali. 

Berbagai perubahan yang dirasakan oleh 82,9 persen mahasiswa meliputi rangkaian penerimaan mahasiswa baru, sistem Kartu Rencana Studi (KRS), peningkatan dispenser kampus, regulasi bazaar, perubahan jadwal wisuda, dan fasilitas kampus.

Selain itu, sebanyak 20.8 persen responden juga menyinggung kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya Satuan Kredit Semester (SKS). Sebagian mahasiswa berpendapat bahwa kenaikan tersebut terjadi secara mendadak tanpa ada pemberitahuan yang jelas. Beberapa juga mempertanyakan alokasi dana UKT yang dilakukan kampus. 

“Biaya kuliah yang naik sangat drastis 700.000 untuk anak DKV tentu tidak sedikit. Dari kenaikan yang drastis tidak merasakan dampak yang signifikan,” ungkap P, mahasiswa jurusan DKV angkatan 2024.

Meski demikian, sebagian mahasiswa tetap merasakan adanya perubahan di lingkungan UMN setelah pergantian jajaran rektorat. Salah satu perubahan yang paling sering disoroti mahasiswa adalah kebijakan, aktivitas kampus, serta perbaikan fasilitas berkaitan dengan isu keberlanjutan atau sustainability. 

“Sekarang, lebih ada dosen yang naik jabatan ke bidang riset untuk Sustainable Development Goals (SDGs), ada wakil rektor khusus SDGs juga. Selain itu, UMN lebih vokal dengan kolaborasi dengan korporat yang membicarakan tentang SDGs dan lebih berani kerja sama dengan Non-Governmental Organization (NGO),” ujar Ryo.

“Perubahan untuk Perbaikan”: Penjelasan Rektor UMN soal Struktur dan UKT

Dalam wawancara dengan ULTIMAGZ, Rektor UMN Dr. Ir. Andrey Andoko, M.Sc. menjelaskan latar belakang kebijakan serta proses komunikasi yang selama ini dilakukan oleh pihak kampus. Menurutnya, tidak semua perubahan yang terjadi di UMN secara langsung berkaitan dengan pergantian jajaran rektorat.

Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Dr. Ir. Andrey Andoko, M.Sc. dalam wawancara bersama ULTIMAGZ pada Kamis (11/09/25). (ULTIMAGZ/Muara Ikhwan Faraaj)
Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Dr. Ir. Andrey Andoko, M.Sc. dalam wawancara bersama ULTIMAGZ pada Kamis (11/09/25). (ULTIMAGZ/Muara Ikhwan Faraaj)

Andrey menyatakan bahwa perubahan kebijakan yang terjadi merupakan bagian dari proses evaluasi yang berkelanjutan. Evaluasi tersebut bertujuan untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman, kebutuhan industri saat ini, serta tantangan global yang dihadapi oleh dunia pendidikan tinggi. Oleh karena itu, ia menilai bahwa perubahan yang terjadi tidak selalu dapat dilihat sebagai dampak langsung dari pergantian jajaran rektorat. 

“Perubahan itu ‘kan selalu ada untuk menuju ke perbaikan. Tidak harus selalu mengacu pada pergantian rektorat. Maka ada evaluasi yang terus dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan keilmuan, teknologi, dan kebutuhan ke depan (perguruan tinggi),” ujar Andrey kepada ULTIMAGZ dalam wawancara pada Kamis (11/09/25). 

Terkait dengan rendahnya kesadaran mahasiswa terhadap jajaran rektorat yang baru, Andrey mengakui bahwa penyampaian informasi belum sepenuhnya menjangkau seluruh mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa selama ini pihak kampus telah memanfaatkan beberapa media komunikasi, seperti situs resmi UMN, layar informasi kampus, serta hadirnya jajaran rektorat dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Namun, ia juga menyadari bahwa tidak semua mahasiswa dapat dijangkau melalui media-media tersebut. 

“Dengan hadirnya di berbagai acara, memang tidak semua mahasiswa hadir di acara tersebut. Karena itu kami perlu lebih banyak hadir dan memanfaatkan sarana komunikasi yang ada,” tutur Andrey. 

Ia menambahkan bahwa keterbatasan waktu dan benturan jadwal kegiatan seringkali menjadi kendala dalam upaya menjangkau seluruh mahasiswa. Walaupun begitu, pihak rektorat terus berupaya meningkatkan komunikasi dua arah dengan mahasiswa. 

Selain perihal komunikasi, terdapat beberapa perubahan yang terjadi, termasuk kemunculan Ketua Senat dalam struktur jajaran rektorat di situs resmi UMN. Menanggapi hal tersebut, Andrey menjelaskan bahwa terjadi kesalahan dalam penempatan posisi di situs UMN. 

Ia menyatakan bahwa Senat Universitas bukan bagian dari rektorat, melainkan badan yang memiliki fungsi memberikan pertimbangan strategis terhadap kebijakan kampus. Andrey menegaskan bahwa kehadiran Senat bukan hal yang baru, meskipun penyampaian kepada publik sekarang lebih menonjol. 

“Senat itu sebenarnya sudah ada dari dulu. Perannya sebagai badan yang memberikan nasihat pertimbangan strategi, sementara rektorat itu sebagai eksekutif yang menjelaskan kebijakan,” ucap Andrey. “Mungkin ada kesalahan dari websitenya (UMN) karena Senat Universitas bukan bagian dari jajaran rektorat, nanti akan kami benarkan,” lanjutnya.

Andrey juga menanggapi perihal kebijakan UKT yang menjadi perbincangan hangat di antara kalangan mahasiswa. UKT menjadi salah satu kebijakan yang dirasakan oleh para mahasiswa karena kenaikannya cukup signifikan. 

Andrey menjelaskan bahwa kenaikan UKT merupakan kebijakan yang dilakukan secara berkala dan tidak selalu berkaitan langsung dengan pergantian rektorat. Menurutnya, rata-rata kenaikan tersebut dipengaruhi dengan berbagai faktor, termasuk biaya operasional, gaji, kebutuhan teknologi, serta fluktuasi nilai tukar mata uang. 

“Rata-rata kenaikan itu sekitar lima persen. Kenaikan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional, seperti gaji, pembelian perangkat lunak, dan penyesuaian nilai dolar,” ujar Andrey. 

Selain itu, Andrey juga menegaskan bahwa pihak kampus berupaya menekan kenaikan UKT agar tidak terlalu membebani mahasiswa. Ia mengatakan bahwa UMN menyediakan berbagai kebijakan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Menurutnya, mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi juga berkomunikasi dengan pihak kampus melalui layanan Student Service. 

Perbedaan pandangan antara mahasiswa dan pihak rektorat terhadap berbagai kebijakan kembali menunjukkan bahwa persoalan utama tidak hanya terletak pada kebijakan yang diambil saja, tetapi juga pada cara kebijakan tersebut dikomunikasikan. Di satu sisi, pihak kampus menilai kebijakan yang diambil termasuk kenaikan UKT sebagai langkah keberlanjutan operasional. 

Di sisi lain, mahasiswa berharap adanya penjelasan yang lebih terbuka dan mudah untuk diakses dari pihak kampus mengenai alasan serta alokasi kenaikan biaya pendidikan tersebut. Dari sinilah muncul berbagai harapan mahasiswa terhadap arah jajaran rektorat baru serta komitmen yang diambil oleh rektorat kedepannya.

Komitmen Rektorat di Tengah Harapan Mahasiswa

Melalui pergantian jajaran rektorat UMN, para mahasiswa mengharapkan kebijakan dan perubahan baru yang dapat membawa dampak positif. Harapan ini disampaikan mahasiswa melalui survei Google Form yang telah disebarkan ULTIMAGZ. 

“Perubahan atau kebijakan yang paling diharapkan dari jajaran rektorat baru agar berdampak positif bagi mahasiswa biasanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, relevansi akademik, dan transparansi. Secara keseluruhan, mahasiswa mengharapkan rektorat baru untuk fokus pada kebijakan yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan kampus yang suportif, inklusif, dan mempersiapkan mereka secara holistik untuk masa depan,” tulis C, mahasiswa jurusan Komunikasi Strategis angkatan 2024.

Mahasiswa juga mengharapkan perubahan kebijakan rektorat mengenai komunikasi dan peningkatan sistem pembelajaran di kampus. Dalam jawaban survei, mereka berharap pihak rektorat dapat memperjelas komunikasi dengan mahasiswa dan lebih transparan mengenai segala kebijakan baru yang akan dibuat. 

Selain itu, mahasiswa ingin kampus dapat memperluas kerja sama internasional untuk program magang dan pertukaran pelajar. Mahasiswa juga berharap kampus dapat memaksimalkan potensi mahasiswa melalui kurikulum serta bimbingan dari program studi dan memberikan kebebasan bersuara dalam ruang lingkup politik.

Andrey menjelaskan bahwa rektorat berkomitmen untuk memperbaiki komunikasi antar kampus dan mahasiswa melalui sarana publikasi yang lebih luas. Adapun pengenalan jajaran rektorat juga akan lebih ditekankan dengan hadir di berbagai kegiatan mahasiswa, seperti Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) dan Mister & Miss UMN. 

Di sisi lain, Andrey kembali menekankan bahwa pihak kampus selalu terbuka untuk setiap aspirasi yang ingin disampaikan oleh mahasiswa. Beberapa sarana komunikasi yang ia sarankan adalah melalui Student Service atau Bincang Hangat, program rutin rektorat bersama BEM dan Dewan Keluarga Besar Mahasiswa (DKBM). 

Forum ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa UMN untuk menyampaikan aspirasi terbuka secara langsung kepada rektorat. Namun, Andrey juga menyebutkan bahwa dirinya terbuka terhadap setiap diskusi di luar forum tersebut. 

“Sebenarnya forum seperti ini, saya sih terbuka saja. Jadi kapan saja anda ingin tahu sesuatu, ya tinggal kontak saya aja,” tambah Andrey.

Baca juga: Satgas PPKS UMN Dinilai Redup, Dukungan Sivitas Tak Boleh Hilang

Pergantian jajaran rektorat UMN menjadi momentum penting yang membawa harapan besar bagi mahasiswa terhadap arah kebijakan kampus. Melalui survei dan wawancara yang telah dilakukan, terlihat bahwa mahasiswa tidak menolak adanya perubahan, tetapi menginginkan kebijakan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan, relevansi akademik, serta transparansi komunikasi. 

Di sisi lain, pihak rektorat telah melakukan komitmen untuk terus melakukan perbaikan, baik dalam kebijakan maupun strategi komunikasi dengan mahasiswa. Meski komunikasi sudah dilakukan di berbagai kanal yang tersedia, kesenjangan persepsi antara kampus dan mahasiswa menunjukkan bahwa komunikasi yang dialogis serta inklusif masih menjadi tantangan utama. Ke depannya, keberhasilan jajaran rektorat baru tidak hanya diukur dari kebijakan yang dilakukan, tetapi juga sejauh mana kebijakan tersebut dapat dipahami, diterima, dan dirasakan bersama oleh seluruh civitas akademika UMN.

 

 

Penulis: Celine Valleri, Jocellyn Lee, Reza Farwan

Editor: Jessie Valencia, Jessica Kannitha, Kezia Laurencia

Foto: ULTIMAGZ/Ancilla Maura, Muara Ikhwan Faraaj

Tags: andrey andokoBerita Kampusindepthrektoratrektorat baruumn
Reza Farwan

Reza Farwan

Related Posts

Publikasi
Indepth

Krisis Etika dalam Publikasi Akademik, UMN Perlu Berbenah

November 26, 2024
Gambar ilustrasi masalah kekerasan seksual dan pentingnya lembaga penanganan dan pencegahan Satgas PPKS. (Elena Fomina/Vecteezy.com)
Berita Kampus

Satgas PPKS UMN Dinilai Redup, Dukungan Sivitas Tak Boleh Hilang

January 31, 2024
kelas perkuliahan tatap muka
Info Kampus

Mulai Kuliah Tatap Muka, Apakah UMN Sudah Siap?

August 11, 2022
Next Post
Ariana Grande dan Cynthia Erivo pada Premier Wicked: For Good

Perubahan Drastis Aktris Wicked: Sehat atau Bahaya?

Comments 7

  1. plinko france avis says:
    1 day ago

    Honnêtement, je trouve vraiment que l’univers du gambling a radicalement
    bougé ces derniers temps. C’est vraiment incroyable de voir de quelle manière le titre plinko est devenu la référence des casinos.
    À mon humble avis, la majorité des plinko avis soulignent que la facilité est payante que les jeux trop techniques.
    J’ai pratiqué plinko france avis pendant ma dernière session et franchement le bilan s’est avéré vraiment honorable.
    Pourtant, on doit absolument maintenir une bonne rigueur avec sa bankroll vu que la sphère est parfois super capricieuse.
    Selon vous, quelqu’un a récemment pu décrocher un petit avantage plinko
    valide aujourd’hui ? Je suis curieux de savoir si vous préférez les
    types standards ou plutôt les jeux de cette année. Impatient de voir vos retours là-dessus !

    Reply
  2. fortune tiger demo slot says:
    2 days ago

    Fala pessoal, nesses dias estou observando como vários jogadores anda focada com o boom do fortune tiger, e a verdade mostra que o jogo tem uma velocidade muito interessante.
    Particularmente, acredito como a grande estratégia não deve ser
    querer ganhar todo o valor num só giro, mas com certeza
    aprender o modo fortune tiger online num estilo mais consciente e
    com paciência, porque quem entra com desespero acaba quebrando.

    Aliás, um ponto útil que sempre falo é primeiro testar fortune tiger demo slot visando pegar segurança antes de colocar o seu dinheiro real.
    Uma segunda observação pessoalmente tem acerca de os horários de
    jogo, pois existem momentos onde a entrega fica muito mais justa que em outros casos.
    Será que rola de fato uma hora melhor ou será que é meramente lenda da própria imaginação?

    E sobre jogo fortune tiger, quais planos o
    pessoal do fórum mais aplicar no dia a dia? Podemos discutir essa experiência nos comentários com o
    fim de a comunidade crescer!

    Reply
  3. casino f7 says:
    4 days ago

    Personally, I have spent a huge chunk of my life recently testing different gaming hubs,
    and it is interesting how drastically the scene has shifted to
    handheld accessibility. I’ve saw how the modern layouts are becoming way more
    responsive, and this definitely aids as players might be trying so as
    to surf a massive library consisting of games.

    Actually, I lately came upon an detailed f7 casino review within casino f7 which
    shared some useful tips on maximizing starting deposits using certain bonus offers.
    This truly revealed the perspective regarding the manner in which essential this is to double-check the
    rules before taking any f7 casino no deposit bonus.

    One point I discovered remains how taking your time usually key when working with high variance machines.
    Would anyone here believe that human dealer tables provide a superior experience compared to classic automated slots?
    Plus, has someone lately successfully tried to cash out a big prize utilizing the app-based f7 casino app avoiding
    facing server delays? Personally, I’m wondering so as to see the takes about
    that!

    Reply
  4. plinko ball says:
    1 week ago

    Personally, I of late observed that a plinko gambling scene becomes growing fast due to the
    fact that people are turning tired with over-complicated features which only drag down each
    excitement. In personal experience, that haptic aspect for the plinko casino
    using a smartphone device stays truly superior rather than this PC iteration, primarily because the user can directly tap so you release the ball.
    Prior to launching that fresh round, be sure to browse plinko ball to
    locate the most safe casinos which give the fair online plinko having top multiplier levels.
    My second point stays that budget management is way
    times highly important in this game rather than in basic
    games as the drop remains very quick. Have anyone else actually formed the consistent strategy behind toggling
    between various difficulty settings, and must we feel it’s totally up
    to luck? Also, what brand does you believe has this clearest descent currently?
    I would love to hear the comments on the topic!

    Reply
  5. f7 casino no deposit bonus says:
    1 week ago

    For what it is worth, picking a decent casino is becoming truly a task given multiple latest sites popping up any week.

    I have noticed how several folks frequently open their search via scanning the f7 casino review prepared to evade useless issues.
    Personally, their actual benefit mostly resides among the long-term program besides
    simply the f7 casino bonus all speaks about. Users might easily check f7 casino no deposit bonus prepared to check whether that app variety really matches one’s specific preference.
    I furthermore guess the way transfer delays matter much better than any massive
    initial banner. Has someone here honestly favor using the app f7 casino besides a classic version these days?

    What stays any primary concern whenever signing up inside a
    modern site? I could like so as to hear the tips on the
    question.

    Reply
  6. opiniones chicken road says:
    3 weeks ago

    Llevo tiempo viendo el hecho de que recientemente los títulos de
    estilo arcade vienen ganando bastante espacio en lugar de las tragaperras tradicionales.
    Bajo mi perspectiva, la banda ahora busca una mecánica mucho más rápido
    y especialmente que se pueda manejar desde el teléfono.
    Recientemente me encontré viendo diversas del opiniones chicken road experiencias en chicken road y me pareció increíble la forma en que un concepto tan básico logra generar una gran tensión en cada jugada.
    Opino que para tener éxito en dicho chicken road
    casino, lo ideal es jamás dejarse seducir por la ambición y
    poder frenar usando una buena ganancia en la cuenta del balance.
    No obstante, diversos compañeros todavía cometen el error por
    carencia de disciplina. Me asalta una interrogante para el
    chat: ¿alguno de ustedes ha conseguido usar la reciente aplicación de chicken road y siente que los pagos son bastante más
    transparentes que en la entrega de escritorio? Me interesaría
    bastante conocer vuestras propias conclusiones para ver si realmente
    el elemento azar influye mucho al igual que afirman los expertos.
    ¡Espero sus respuestas con el fin de poder discutiendo algo más entre todos.

    Reply
  7. وی اپلاید says:
    1 month ago

    وی اپلاید،
    ترکیبی پیشرفته
    از پروتئین وی کنسانتره، ایزوله و هیدرولیز شده
    است.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + seven =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021