Dukungan dan Doa dalam Konser Pra-Kompetisi Ultima Sonora

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara Ultima Sonora menggelar konser pra-kompetisi berjudul "A Dream in 561 Miles Away" di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara, Rabu (1/6). Konser tersebut digelar sebagai bentuk permohonan dukungan kepada civitas academica UMN sebelum Ulson mengikuti lomba 3rd Singapore International Choral Festival (SCIF), Agustus mendatang.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ultima Sonora (Ulson) menggelar konser pra-kompetisi berjudul “A Dream in 561 Miles Away” di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Rabu (1/6) lalu. Konser tersebut diselenggarakan dengan tujuan meminta doa restu serta dukungan untuk Ulson mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional di Singapura, yakni 3rd Singapore International Choral Festival (SCIF), pada 10-13 Agustus 2016 mendatang.

Wakil rektor dua Andrey Andoko yang hadir dalam konser tersebut mengatakan, segenap civitas academica UMN sangat mendukung usaha yang Ulson lakukan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Untuk itu, Andrey berharap dengan adanya konser ini, Ulson mampu mendapatkan prestasi yang terbaik nantinya.

“Malam ini sajian yang terbaik. Orangtua, kampus, dan mahasiswa sangat mendukung, mari kita doakan usaha mereka supaya mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Andrey.

Sementara itu, ketua acara konser pra-kompetisi Vania Harista menuturkan, kompetisi di Singapura tersebut merupakan kesempatan Ulson untuk berkembang dan bisa membanggakan almamater. Selain itu, konser tersebut juga menjadi langkah bagi mereka guna menguji dan melatih mental berlomba. “Dengan kerja keras mereka (Ulson) berlatih, empat hingga lima kali dalam satu minggu, saya harap Ulson mampu mempersembahkan yang terbaik di kompetisi ini dan mendatang,” ucap Vania.

Ia menceritakan, keinginan mengikuti kompetisi ini berawal seusai mengikuti perlombaan paduan suara internasional 4th Bali International Choir Festival (BCIF) di Denpasar, Bali, Agustus 2015 lalu. Kala itu, Vania mengajak  Ulson untuk mencoba berkompetisi sekali lagi, seusai meraih dua medali perak dan satu medali emas di Bali.

“Kita mau mengharumkan nama Ulson di Singapura. Bagi saya, kompetisi tersebut tidak hanya memperlihatkan kami sebagai paduan suara saja, melainkan tempat belajar untuk bermimpi dan perjuangkan mimpi itu,” pungkasnya.

Adapun pada konser pra-kompetisi ini, Ulson membawakan beberapa lagu-lagu yang dilombakan di Singapura. Lagu-lagu tersebut terbagi mejadi tiga, yaitu Musica Sacra (musik gerejawi), Mixed Voice Choir (paduan suara dengan suara campuran), dan folklore (musik tradisional).

 

Penulis : Christoforus Ristianto

Editor : Alif Gusti Mahardika

Fotografer : Angelina Rosalin

 

  • Yohanea

    Harusnya lomba bicf bulan agustus 2015 bukan desember