Kembangkan Algoritma Arbitrasi, William Suyanto Jadi Wisudawan Terbaik Prodi SK

Wisudawan Terbaik Sistem Komputer William Suyanto (kiri) usai acara Wisuda XII UMN, di Indonesian Convention Exhibition (ICE, BSD, Sabtu (02/12/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dalam Wisuda XII, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menganugerahkan gelar wisudawan terbaik program studi (prodi) Sistem Komputer (SK) kepada William Suyanto, Sabtu (02/12/17). Gelar tersebut diraihnya setelah menuntaskan tugas akhir tentang analisis perbandingan algoritma arbitrasi dari sebuah chip.

Konsep tentang analisis perbandingan algoritma arbitrasi didapat William dari dosen pembimbingnya, Felix Lokananta. Felix memintanya untuk mengembangkan konsep algoritma dan arbitrasi dalam sebuah chip.

Tahun 2015 lalu, Felix bersama timnya yang tergabung bersama Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) menciptakan sebuah chip bernama UTAR NoC. Network on Chip (NoC) merupakan pengembangan dari Multi Processor System on Chip (MPSoC) yang berfungsi untuk kebutuhan kinerja aplikasi multimedia, telekomunikasi, maupun keamanan jaringan.

Sementara algoritma arbitrasi yang dikembangan William berfungsi untuk menentukan prioritas akses jaringan di dalam sistem tersebut.

Selama pengerjaan tugas akhirnya, William sempat menemui hambatan untuk meriset topik tersebut. Sulitnya menemukan informasi melalui internet mengharuskannya untuk berdiskusi langsung dengan dosen pembimbingnya.

“Kesulitannya adalah kurangnya bahan mengenai topik ini di internet, jadi sering sekali saya harus ke kampus bertemu dan berdiskusi dengan dosen pembimbing,” ujar William ketika ditemui Ultimagz.

Terlepas dari itu, peraih gelar wisudawan terbaik SK ini mengaku selalu menargetkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang ingin diraih, bahkan sejak awal semester perkuliahan. Dengan target IPK tersebut, sarjana komputer yang kerap menjadi penerjemah buku ini pun termotivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri.

Di samping itu, kedewasaan untuk mengatur waktu juga menjadi hal yang penting baginya. “Yang penting sih bisa atur waktu, rajin belajar dan harus punya target yang ingin dicapai,” tukasnya.

Seperti mahasiswa pada umumnya, William juga sempat mengalami masa jenuh dalam perkuliahan. Terkadang ia dihadapkan pada kondisi yang mengharuskannya menyelesaikan beberapa proyek mata kuliah dalam waktu yang bersamaan. Menurutnya, di sinilah pengaturan waktu menjadi penting untuk mengatasi kesibukan dalam menyelesaikan tugas perkuliahan.

Mewakili tiga rekan wisudawan SK pada Wisuda XII, William berpesan pada para juniornya di prodi SK untuk terus berinovasi dan tidak mudah menyerah. “Buat teman-teman SK, jangan patah semangat, terus berinovasi, kalau ada mata kuliah yang susah banget dinikmati saja,” tutupnya.

 

Penulis : Anindya Wahyu Paramita

Editor : Gilang Fajar Septian

Foto    : Dokumen Pribadi William Suyanto