Pemutaran Perdana ‘Neo God Kingdom’ oleh VICE di Commpress 2017

Commpress mengadakan screening "Neo God Kingdom" yang dimoderatori oleh Ignatius Haryanto selaku dosen UMN beserta pembicara Ardyan Erlangga dari Managing Editor Vice di Lecture Hall, UMN, Serpong (17/04).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – VICE Indonesia dalam acara Commpress 2017 mengadakan pemutaran film berjudul Neo God Kingdom di Lecture Hall UMN,Serpong, Senin (17/04/2017). Film yang diputarkan perdana ini mengisahkan suatu komunitas yang menamakan dirinya Swissindo, di mana mereka memperjuangkan hak-hak rakyat yang terbelit dalam permasalahan hutang piutang.

Video yang bersifat dokumenter ini mendalami suatu fenomena unik di sekitar Cirebon, Jawa Barat. Film berdurasi kurang lebih 30 menit tersebut, berusaha mencari tahu bagaimana cara kerja sekelompok orang yang berusaha melunasi hutang yang dimiliki oleh orang yang percaya Swissindo.

“Pertama kali dapat info soal peristiwa ini dari temen. Katanya ada organisasi yang berpusat di Cirebon, kerjaannya itu membebaskan masyarakat dari rezim hutang dan kapitalisme. Menarik menurut saya,” tutur Managing Editor of VICE Indonesia, Ardyan Erlangga saat membahas mengenai dokumenter tersebut.

Di samping itu, VICE Indonesia kerap mengangkat isu-isu yang belum diangkat oleh media lain. Mereka tidak berkompetisi dengan media lain dengan meliput peristiwa yang sering tampil di media mainstream lainnya. Adapun VICE juga mengangkat tema-tema yang sempat dilihat oleh media mainstream lainnya, namun tidak di blow-up lantaran kurang mendapat perhatian dari masyarakat.

Gue lebih suka ngurusin orang gila di Cirebon, dari pada ngurusin politik di Jakarta,” ujar Ardyan sembari tertawa-tawa kecil.

Neo God Kingdom rencananya akan dipublikasikan kepada masyarakat umum pada akhir bulan April ini. Para mahasiswa UMN mendapat kesempatan khusus untuk melihat filmnya secara perdana pada acara Commpress 2017, namun dengan catatan tidak diperkenankan sama sekali mengambil gambar atau sepenggal cuplikan video saat pemutaran berlangsung.

Reporter: Rafael Ryandika

Editor: Christoforus Ristianto

Foto: Debora Darmawan