SERPONG, ULTIMAGZ.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) membagikan informasi tentang proses demokrasi yang terjadi di UMN melalui konferensi pers pada Selasa (25/02/17) di ruang B318 UMN. Dalam konferensi pers tersebut, KPU UMN memberikan gambaran data pemilihan umum yang berlangsung pada tahun 2016 lalu.
Menurut data KPU UMN, sebanyak 2157 terlibat dalam proses pemilihan umum 2016. Jumlah ini merupakan angka yang rendah karena tidak mencapai 50 persen dari banyaknya mahasiswa UMN yang berjumlah dalam kisaran 6000 orang. Melalui data tersebut, dapat disimpulkan kesadaran mahasiswa UMN akan pentingnya demokrasi masih kurang.
Kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap demokrasi UMN juga terlihat dari tindakan mereka terhadap organisasi himpunan. Ketua Dewan Keluarga Besar Mahasiswa (DKBM) UMN Ika Angela mengatakan, mahasiswa baru merasakan dampak dari keberadaan DKBM dan organisasi himpunan lainnya ketika sedang dilanda masalah.
“DKBM itu ibarat dokter, ya. Kalau orang nggak sakit, dokter nggak akan dicari. Sepanjang tahun ini aku di DKBM yang aku rasakan adalah ketika ada masalah carinya DKBM,” tuturnya.
Minimnya demokrasi mahasiswa UMN menjadi masalah yang bisa berdampak pada jumlah peminat yang tertarik untuk mendaftar menjadi anggota organisasi himpunan. KPU UMN merasa bertanggungjawab dan bertugas untuk memperbaiki hal itu.
“Yang harus kita ciptakan di sini adalah membangun budaya demokrasi. Kita akan membantu menyadarkan teman-teman mahasiswa untuk hal ini. Karena berkomunikasi itu butuh timbal balik dua arah, nggak bisa cuma satu arah,” tutur ketua KPU UMN David Ananda.
Saat ini, pembukaan pendaftaran untuk regenerasi himpunan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan DKBM telah dilakukan. Ika berharap, ke depannya peserta yang mendaftar untuk terlibat dalam organisasi himpunan akan meningkat baik secara kuantitas mau pun kualitas.
“Diharapkan siapa pun nantinya, calon-calon itu adalah orang yang memang mau belajar lagi. Kita di organisasi itu sebagai orang yang perannya problem solving. Kita dituntut selain harus cepat mengatasi masalah, juga harus punya alasan untuk mengatasi masalah itu,” kata Ika.
Melalui kampanye yang dilakukan KPU UMN tahun ini, Ika ingin menemukan calon-calon penerus yang tepat sekaligus memperbaiki budaya demokrasi di UMN. Bentuk kampanye dilakukan semenarik mungkin untuk menarik minat mahasiswa agar mau mendaftar, seperti dengan melakukan sosialisasi dalam rapat pleno panitia acara himpunan dan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Penulis: Hilel Hodawya
Editor: Kezia Maharani Sutikno
Foto: Roberdy Giobriandi