Sinta Setyaningsih: Kita Adalah Jiwa dari Komunikasi

Sinta Setianingsih dalam paparannya di seminar PRIDE 2017 di Lecture Hall, UMN, Selasa (21/03/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Acara tahunan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) konsentrasi Public Relations (PR) kembali digelar. PRIDE: PR And Ideas, dengan tagline ‘Our Commitment to Be Professional’, menggelar sebuah seminar yang menghadirkan Senior Account Manager Weber-Shandwick, Sinta Setyaningsih di Lecture Hall, UMN, Selasa (21/03/17).

“Kita sebagai PR, kita pihak yang merangkai pesannya. Pesan itu nanti akan diterjemahkan secara kreatif dan visual oleh Advertising Agency, dan juga diterjemahkan dalam bentuk digital oleh Digital Agency. That’s the idea,” jelasnya.

Sebagai praktisi dalam bidang komunikasi, kebutuhan akan komunikasi harus sesuai dengan audiens yang dituju. Menurut Sinta, seorang PR harus bersinergi dengan Marketing Communication, sebagai langkah awal mengomunikasikan sebuah produk. Dalam hal ini, istilah softselling PR ditujukan untuk membantu meningkatkan revenue penjualan, dengan cara komunikasi yang efektif.

“Kewajiban kita sebagai seorang PR adalah membantu, gimana caranya mereka bisa jualan, barang yang mereka tawarkan, atau jasa yang ditawarkan, tapi dengan cara yang elegan,” papar Sinta.

Menurut Sinta, kegiatan marketing memang berujung pada sales, tetapi tetap ada unsur komunikasi yang diterapkan.

“Akan sulit untuk membuat kesan yang long-lasting jika komunikasi hanya diterjemahkan dalam bentuk visual tanpa didukung cerita yang kuat,” tambahnya.

Selain fondasi yang kuat, PR juga harus mempertimbangkan komunikasi yang sesuai dengan kepentingan audiens. Mengingat perkembangan komunikasi digital semakin pesat, PR sekarang tidak memakai cara tradisional, melainkan Integrated Communications yang dianggap lebih efektif dalam mencapai tujuan. Dibutuhkan pendekatan yang strategis terhadap audiens, mengingat konsumen sekarang pintar dalam memilih sebuah produk . Tanpa strategi yang kuat, PR tidak bisa mendapatkan impact yang cukup.

“Kini, engagement adalah hal yang diperhitungkan di dunia yang serba terhubung ini,” tutup Sinta.

Penulis: Farrel Adam Siddik

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Farrel Adam Siddik