Smart Farming System: Cara Pertanian Cerdas dari UMN

Dosen Teknik Komputer Aminuddin Rizal (kiri) dan Sekprodi Teknik Komputer UMN Dareen Kusuma Halim (kanan) di Gedung A UMN Lantai 5 (07/02/2020). Mereka dan Teknik Elektronika UMN digandeng Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BPP Mektan) Kementrian Pertanian untuk mengejarkan Smart Farming System pada April-Oktober 2019 lalu.(ULTIMAGZ/Dionisius Adrian)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ – Tim Dosen Teknik Komputer dan Teknik Elektro Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BPP Mektan) Kementrian Pertanian untuk mengerjakan Smart Farming System pada April-Oktober 2019 lalu. Lantas, bagaimana cara Smart Farming System ini bekerja untuk mewujudkan pertanian cerdas di Indonesia?

“Dengan teknologi Internet of Things (IOT) kami pasang sensor-sensor di tanah pertanian. Bisa mengukur suhu, kelembapan tanah, dan segala macam yang berkaitan dengan pertanian,” kata Sekprodi Teknik Komputer UMN Dareen Kusuma Halim pada Jumat (07/02/20)

Dareen menjelaskan pemasangan pengontrol berupa komputer kecil di tanah bertujuan untuk melakukan aktivitas pertanian secara otomatis, seperti menyalakan aliran air.

Kemudian, data dari komputer kecil akan dikirimkan menuju situs pihak internal melalui internet. Situs itu menampilkan data-data kondisi sawah tanpa perlu langsung terjun ke lapangan. Data yang terkumpul berupa tinggi-rendahnya suhu, kelembapan tanah, kecepatan angin, dan arah angin. Dengan teknologi ini, sistem pertanian di Indonesia dianggap bisa terbantu di masa depan walaupun masih memerlukan regulasi dan pengujian secara terus-menerus.

“Enggak bisa, alat itu harus bisa diuji agar bisa digunakan kapan pun dan oleh banyak pihak,” ujar Aminuddin Rizal dosen Teknik Komputer UMN yang juga tergabung dalam tim.

(Foto: Program Studi Teknik Komputer dan Teknik Informatika)

Selain itu, tim dosen Teknik Komputer UMN berbagi tugas dengan Teknik Elektro UMN dalam pengerjaan sistem ini. Dijelaskan, tim dosen Teknik Komputer UMN berfokus mengerjakan bagian software dan hardware. Sementara itu, pekerjaan hardware diserahkan kepada tim dosen Teknik Elektro UMN, agar sensor-sensor dapat bekerja secara akurat di tanah pertanian tersebut.

Smart Farming System yang berteknologi IOT bukanlah hal yang baru di negara lain. Dareen mengingatkan, Indonesia memang masih menyusul teknologi ini dibanding negara-negara lain. Kendati demikian, Dareen berharap sistem ini bisa mentransformasi pertanian di Asia, khususnya Indonesia.

“Kami usahakan lanjut agar Indonesia bisa mentransformasi pertanian di Asia,” harap Dareen.

Penulis: Ignatius Raditya  Nugraha

Editor: Agatha Lintang

Foto: Dionisius Adrian