Usai Keliling Indonesia, ‘Ojek Lusi’ Ekspansi ke Asia Tenggara

Potret proses syuting Ojek Lusi, film pendek besutan tiga mahasiswa FTV UMN yakni Winner Wijaya, Antonius Willson, dan Cornelius Kurnia.
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Setelah mencicipi berbagai festival film di Indonesia, Ojek Lusi memperluas jangkauan penayangannya ke delapan negara di Asia Tenggara. Film besutan tiga mahasiswa jurusan Film dan Televisi Universitas Multimedia Nusantara ini akan memboyong kisah beberapa korban Lumpur Sidoarjo yang mencari nafkah dengan menjadi pemandu “wisata lumpur” ini ke Malaysia, Myanmar, Singapura, Filipina, Thailand, Laos, Vietnam, dan Kamboja.

Poster film “Ojek Lusi”.

Film berdurasi 18 menit ini mampu membawa nafas baru bagi potret kehidupan korban Lumpur Sidoarjo yang sudah 11 tahun menghantui masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur. Film ini mampu menunjukkan bahwa citra kesedihan tak harus berderai air mata seperti yang kerap ditampilkan di layar kaca Indonesia beberapa tahun belakangan ini (Simak ulasan lengkapnya di: Dokumenter Ojek Lusi: Citra Kesedihan Tak Harus Air Mata)

Unsur kejujuran dan ketulusan hati yang tergambar dalam film karya Winner Wijaya, Antonius Willson, dan Cornelius Kurnia ini mampu membawa Ojek Lusi lolos kurasi Minikino. Sejak 2003 silam, Minikino sudah tergabung dalam jaringan S-Express yang merupakan jaringan kerja antar Asia Tenggara dalam bentuk pertukaran film pendek.

“Seleksi tahun ini mempersembahkan beragam gaya film pendek Indonesia, mulai dari eksperimental, dokumenter, hingga fiksi, namun semuanya menggambarkan kerinduan akan kejujuran dan ketulusan hati,” terang Direktur Program Minikino, Fransiska Prihadi dalam press release Minikino yang dirilis pada Selasa (24/07/18) lalu.

Tak berkeliling Asia Tenggara sendirian, Ojek Lusi juga akan ditemani empat film hasil karya anak bangsa lainnya. Keempat film tersebut adalah Barakabut (The Fire Longing for The Mist) karya Roufy Nasution, Dolan Bareng karya J.Kevin Setya Wijaya, Fatimah karya Adi Marsono, dan C’Est La Vie karya Ratrikala Bhre Aditya.

Salah sebuah potret proses syuting “Ojek Lusi” yang mengangkat kisah beberapa korban Lumpur Sidoarjo yang menjadi pemandu “wisata lumpur” di tengah kondisi mereka yang belum mendapatkan kompensasi atas hilangnya rumah-rumah mereka.

Sampai artikel ini ditulis, tanggal spesifik pemutaran film Ojek Lusi baru tertulis di empat negara. Pemutaran perdana kelima film ini akan berlangsung pada 2nd SEAShorts di Georgetown – Penang, Malaysia pada tanggal 2–5 Agustus 2018. Kemudian berlanjut pada akhir Agustus 2018 di 2nd Thai Short Film and Video Festival – Bangkok, Thailand. Tur akan berlanjut ke Wathann Film Festival pada 5-10 September 2018 – Myanmar dan Chaktomuk Short Film Festival (CSFF) pada 8-12 November 2018 – Kamboja.

 

Penulis: Diana Valencia

Editor: Gilang Fajar Septian

Gambar: Materi rilis Minikino, Dokumentasi Pribadi Winner Wijaya