IDI dan Good Doctor Ingatkan Bahaya Covid-19 ke Pemuda Lewat Kampanye #PesanPemuda

kampanye #PesanPemuda (ultimagz)
Danu Wicaksana, Managing Director Good Doctor Indonesia (kiri) dan dr. Daeng M. Faqih, Ketua Persatuan Besar IDI (kanan) menandatangani memorandum of understanding sebagai bentuk pengikatan kedua institusi dalam meluncurkan kampanye #PesanPemuda, Rabu (28/10) (Ultimagz/Amartya)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/20), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Good Doctor Technology Indonesia meluncurkan kampanye Program Edukasi Kesehatan Untuk Pemuda (#PesanPemuda) melalui konferensi virtual. Kampanye tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pemuda akan bahaya virus Covid-19.

Kampanye ini didasari dari fakta bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mematuhi protokol kesehatan selama pandemi. 

“Bahkan yang lebih mengkhawatirkan adalah di antara kelompok umur produktif yaitu antara 17-30 tahun masih banyak yang tidak melakukan protokol kesehatan. Di kelompok umur tersebut paling rendah kesadaran dan kedisiplinannya untuk melakukan protokol kesehatan,” ujar Managing Director Good Doctor, Danu Wicaksana.

Danu mengungkapkan alasan ditujukannya kampanye ini untuk pemuda lantaran pemuda diharapkan bisa menjadi penggerak dalam mereduksi penyebaran Covid-19.

“Semoga dengan adanya kampanye kesehatan ini, semua pemuda di Indonesia bisa menjadi role model yang baik untuk seluruh masyarakat dalam upaya untuk menurunkan laju penyebaran virus Covid-19,” lanjut Danu.

Ketua Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Daeng M. Faqih juga mengungkapkan tiga alasan pemuda menjadi target dalam kampanye ini.

“Pemuda mobilitasnya tinggi sekali di antara kelompok usia lainnya. Risiko dari mobilitas yang tinggi kami ubah menjadi opportunity sehingga pemuda dapat mengemban program kampanye ini dengan baik,” kata Daeng.

Alasan selanjutnya adalah keterikatan para pemuda dengan internet.

“Pemuda terikat dengan dunia internet. Kita tahu di dunia internet ada informasi yang post-truth. Kalau pemuda kita gerakkan, maka informasi yang hoaks dan post-truth dapat diubah menjadi informasi yang membangun,” lanjut Daeng.

IDI dan Good Doctor Indonesia menghadirkan dr. Adhiatma Gunawan (kiri), dr Daeng M Faqih (tengah kiri), Danu Wicaksana (tengah kanan) dan dr. Nadia Alaydrus (kanan) dalam peluncuran kampanye #PesanPemuda. (Ultimagz/Amartya)

Alasan terakhir berhubungan dengan semangat yang dimiliki para pemuda.

“Kami yakin di setiap pemuda ada jiwa perjuangan dan kepahlawanan. Kami ingin menggugah jiwa perjuangan dan kepahlawanan tersebut untuk bersama-sama mengampanyekan pencegahan melawan Covid-19 dengan tema #PesanPemuda,” ujar Daeng.

Penulis: Louis Brighton Putramarvino

Editor: Abel Pramudya

Foto: Amartya Kejora