SERPONG, ULTIMAGZ.com – Ikatan Bikers UMN (IBU) merayakan anniversary atau perayaan ulang tahun ke-10 pada Sabtu (18/03/23) di kafe 3G Coffee, Tangerang. Perayaan itu dihadiri oleh bikers Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dari berbagai generasi.
Berdiri sejak 2013, komunitas IBU menjadi wadah untuk para pencinta otomotif di kampus UMN. Tidak hanya merayakan 10 tahun berdirinya IBU, acara juga melihat balik perjalanan IBU selama 10 tahun ke belakang.
Baca juga: Teater KataK Adakan Pra-Acara “Semenjana Melaboeh” Sebelum Pentas Besar
Touring atau tur terjauh yang pernah IBU lakukan adalah perjalanan dari Tangerang ke Krui, ibu kota Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Perjalanan itu berjarak kurang lebih 500 km.
Para bikers UMN saling berbagi cerita, menikmati makan malam, memainkan berbagai games, dan lainnya dalam acara itu. Acara perayaan juga tidak hanya mengundang bikers dari generasi sebelumnya, tetapi juga menyambut calon pengurus IBU untuk generasi selanjutnya.
Kesan dari IBU
Rifki Hidayatullah selaku Pimpinan Hubungan Masyarakat IBU mengungkapkan perasaannya terhadap komunitas IBU yang telah berjalan 10 tahun.
“Tentunya perasaan saya bangga bercampur dengan haru, karena tidak menyangka untuk suatu komunitas yang didirikan oleh mahasiswa bisa bertahan sampai dengan 10 tahun hingga saat ini,” ucapnya kepada ULTIMAGZ, Sabtu (18/03/23).
Begitu juga dengan Ketua IBU Raden Nadhif Mudhoffar yang mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa melewati banyak perjalanan bersama para anggota IBU.
“10 tahun perjalanan yang penuh tantangan dan berliku-liku, membuat kita semakin paham apa itu arti solidaritas dan kekeluargaan,” kata Nadhif, Minggu (19/03/23).
Pandemi Sempat Menjadi Penghalang
Baik Rifki maupun Nadhif menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang harus dilalui IBU yakni saat pandemi COVID-19 menghantam. Pasalnya, kegiatan IBU banyak berputar pada sosialisasi dan touring.

“Base dalam komunitas motor itu bersosialisasi. Jadi, sangat berat karena mengharuskan kita untuk tetap menjaga semangat teman-teman IBU secara online,” ungkap Rifki.
Hal senada dikatakan oleh Nadhif. Sebab, anggota-anggota IBU suka berkegiatan luar ruangan dan saling berkumpul. Mereka senang mendapatkan perasaan kebebasan, misalnya dari touring.
“Di sinilah kreativitas dan ide-ide cemerlang diperlukan untuk menjaga api semangat tetap ada dan memastikan program kerja terlaksana,” tutur Nadhif.
Tidak hanya sesama anggota, IBU juga kerap kali bersosialisasi dengan beberapa komunitas bikers lain untuk menjalin silaturahmi antar sesama pencinta motor.
Harapan untuk IBU ke Depannya
Untuk ke depannya, Rifki berharap ada semakin banyak mahasiswa UMN yang mengetahui keberadaan komunitas IBU. Ia ingin IBU semakin gencar memperkenalkan eksistensinya pada mahasiswa UMN yang mempunyai ketertarikan atau hobi di dunia otomotif khususnya motor.
Begitu juga dengan Nadhif yang berharap IBU mampu mempertahankan eksistensinya sebagai suatu komunitas yang menjadi wadah untuk para mahasiswa UMN yang menyukai hal-hal otomotif motor.
“Harapannya Ikatan Bikers UMN akan semakin solid dan terus bertumbuh serta diisi dengan orang-orang berkualitas agar siap menghadapi tantangan apa pun ke depannya,” kata Nadhif.
“Ikatan Bikers UMN juga harus bisa tetap eksis dan bermanfaat bagi siapa pun hingga lima, 10, maupun 100 tahun ke depan!” lanjutnya.
Penulis: Alycia Catelyn
Editor: Michael Ludovico Palma De Manggut
Foto: Hansen
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.