Indonesia Writers Festival 2019 Ajak Peserta Kreatif Bermedia Sosial

(kiri) Sylvia Alexandra Sudradjat (Head of IDN Creative) menjabarkan cara mengelola media sosial pada acara Indonesia Writers Festival 2019 di Universitas Multimedia Nusantara, Jumat (06/09/19). (ULTIMAGZ/ Andi Annisa I.P.)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com ­­– Engagement atau keterikatan antara pengguna dan pengikut di media sosial menjadi hal yang perlu diperhatikan. Perkara menjaga keterikatan tersebut bukanlah hal yang mudah. Salah satu kunci yang dapat membantu menjaga keterikatan di media sosial adalah menjadi kreatif dan menjaga keunikan konten.

“Dimana-mana media sosial, akun, ataupun aset yang dipegang oleh personal maupun brand harus ada uniqueness (keunikan). Contohnya, kayak apa sih key message-nya. Define dulu brand image-nya seperti apa,” ungkap Head of IDN Creative Sylvia Alexandra Sudradjat pada sesi ‘Kelas Media Sosial: Kreatif Bermedia Sosial’ Indonesia Writers Festival 2019.

Menurut Sylvia, seseorang harus memahami jenis media sosial yang digunakan sebelum menentukan keunikan yang ingin ditampilkannya. Setiap media sosial memiliki karakteristik yang berbeda. Misalnya, Instagram menjadi wadah untuk video singkat dan galeri foto, YouTube menjadi wadah konten video berdurasi panjang, sedangkan Facebook untuk menyampaikan hal-hal secara ‘blak-blakan’ atau straight forward.

Feel free untuk bisa eksplor apa yang bisa kalian bikin, apa keunikan yang kalian miliki masing-masing, guideline yang kalian bikin sendiri,” tambahnya pada acara yang dihelat di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Jumat (08/09/19).

Mendukung pernyataan Sylvia mengenai keunikan konten, Donny Adrian selaku Senior Social Media Manager of IDN Event menambahkan pentingnya caption untuk konten.

“Sangat-sangat penting (caption), karena kalau kamu nggak bisa bawa itu ke engagement, ya, sayang aja gitu. Jadi kayak media sosial hanya buat kamu dan kamu, bukan kamu dan orang lain,” tuturnya.

Donny menyebutkan, ada enam hal penting yang patut diperhatikan dalam membuat caption. Pertama, mengenal audiens terlebih dahulu. Hal ini dapat dianalisa dari preferensi gaya bahasa, seperti apa yang lebih disukai oleh pengikut, yang serius atau santai. Kedua, kalimat pertama harus kuat. Kalimat pertama akan sangat menentukan keingintahuan pembaca akan kalimat-kalimat selanjutnya.

Ketiga, gunakan kalimat yang mengundang aksi. Seseorang dapat menggunakan ajakan ‘tag teman kamu’ atau ‘berikan komentar di bawah’. Keempat, penggunaan emoji yang tepat. Kelima, penggunaan tagar atau hashtag yang dapat membuat caption menjadi lebih menarik. Menurut Donny, penggunaan tagar yang belum banyak digunakan pengguna lainnya menjadi poin lebih. 

Keenam, menjaga kerapian kalimat. Penggunaan tanda baca dan ejaan yang benar akan membuat caption terlihat lebih rapi dan nyaman untuk dibaca.

Sebagai penutup sesi bicaranya, Sylvia juga memberi saran agar seseorang tetap kreatif. “Be adventurous. Lepas dari laptop kalian, lepas dari handphone kalian, ngobrol. Eksplor yang nggak pernah dieksplor sebelumnya. Cari tahu dan cari experience sendiri. Be sensitive tentang apapun yang terjadi di sekitar kalian. Banyak baca, sering-sering ngobrol, dan cari insight,” pungkasnya.

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Andi Annisa Ivana Putri