SERPONG, ULTIMAGZ.com – Kunto Aji memberikan semangat untuk bertahan di masa pandemi kepada penonton secara virtual dalam penampilannya di Jazz Goes To Campus Festival ke-43 hari pertama yang dihelat pada Sabtu (13/02/2021).
Menjadi pengisi panggung penutup di Mandiri Stage, penyanyi jebolan ajang Indonesia Idol tersebut membawakan tembang populernya dari album “Mantra Mantra”.
Diawali dengan medley lagu Sulung dan Rancang Rencana, Aji disambut meriah oleh penonton yang langsung meramaikan kolom live chat dengan komentar-komentar dukungan.
Aji yang mengenakan baju bernuansa hijau mendukung dekorasi panggung yang bertemakan vintage. Lampu LED JGTC di belakang panggung juga ikut memeriahkan acara ini.
Di tengah penampilannya, Aji mengambil jeda sejenak untuk menyapa penonton.
“Semoga tahun ini apa yang sudah kita usahakan, mulai dari disiplin protokol kesehatan hingga vaksinasi, membuahkan hasil,” ujar Aji.
Aji juga berharap dapat melepas rindunya untuk bernyanyi di atas panggung JGTC Festival tahun depan secara langsung, ditemani penonton yang menambah semangatnya.
“Yang paling penting adalah survive dulu, lalu bangkit sama-sama,” ucap Aji.
Usai berinteraksi dengan penonton, ia meneruskan aksi panggung dengan lagu populer lainnya, Pilu Membiru, Rehat, dan Sausade. Pesan khasnya, “Terima kasih sudah berjuang sampai sekarang”, ditampilkannya pada layar panggung, ditujukan untuk memberikan apresiasi dan semangat bagi semua penonton yang masih bertahan di pandemi ini
Selaras yang dibawakan secara perdana di atas panggung sekaligus menjadi lagu terakhir panggung Kunto Aji pada konser virtual ini. Menjelang akhir penampilannya, Aji mengingatkan penonton untuk terus berjuang di tengah kondisi saat ini agar suatu saat dapat kembali bertemu di panggung.
JGTC adalah acara musik jazz tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia sejak 1977. Mengusung tema Rediscover Your Jazzpression, panitia penyelenggara festival tahunan ini berharap agar setiap orang dapat menikmati dan menemukan jazz dengan caranya masing-masing di tengah pandemi yang melanda.
Penulis: Maria Katarina
Editor: Maria Helen Oktavia
Fotografer: Melati Pramesthi