Makassar International Writers Festival (MIWF) Usung Konsep Bincang Politik

(sumber: thejakartapost.com)
Share:

MAKASSAR, ULTIMAGZ.com – Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018 kembali diadakan pada 2 – 5 Mei di Fort Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan. Tahun ini, kegiatan yang telah dilangsungkan selama delapan tahun berturut-turut tersebut mengusung konsep acara yang berfokus pada masalah politik.

Menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilihan Presiden 2019 mendatang, MIWF mengangkat tema utama Voice/Noise. Tema ini diciptakan oleh penulis Indonesia Lala Bohang sebagai bentuk refleksi dari situasi politik Indonesia yang cukup ramai saat ini. Selain itu, tema juga dihubungkan dengan fenomena 20 tahun reformasi Indonesia dalam konteks global.

“MIWF tahun ini mengedepankan sejumlah topik penting yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, baik di Makassar, Indonesia, maupun dalam konteks global soal 20 tahun reformasi Indonesia,” jelas Direktur dan Pendiri MIWF Lily Yulianti Farid, dilansir dari detik.com.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, MIWF akan menggelar berbagai ruang diskusi, workshop, dan pertunjukan seni selama empat hari. Lebih dari 90 penulis terlibat dalam acara ini, di antaranya penyair Sapardi Djoko Damono, penulis Leila S. Chudori, dan Duta Buku Nasional Najwa Shihab. Penulis internasional dari berbagai negara juga akan turut meramaikan dalam sesi “World Literature”.

Inggris menjadi salah satu negara yang terlibat dalam rangkaian kegiatan MIWF 2018. Perwakilan dari penerbit-penerbit asal Inggris akan ikut hadir melalui program “Literature Visit” yang diadakan oleh British Council. Program ini merupakan bentuk dukungan dari British Council atas partisipasi Indonesia dalam London Book Fair 2019.

“Ini merupakan program yang penting untuk meningkatkan pemahaman Inggris karya tulisan Indonesia dan membangun hubungan erat antara Inggris dengan Indonesia dalam bidang sastra,” tutur Direktur Seni dan Industri Kreatif British Council di Indonesia Adam Pushkin.

MIWF 2018 sendiri merupakan kegiatan tahunan yang dilangsungkan oleh organisasi kebudayaan independen Rumata’ Artspace. Festival ini menjadi satu-satunya festival sastra internasional yang diadakan di bagian Timur Indonesia.

 

Penulis: Hilel Hodawya

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Sumber: thejakartapost.com, detik.com, makassarwriters.com

Foto: thejakartapost.com