Navicula Serukan Kritik Berbalutkan Musik yang Apik

Vokalis Navicula, Gede Robi, tampil menghibur penonton di hari pertama Synchronize Fest 2017, Jumat (06/10/17) di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Grup band asal Bali, Navicula, menggebrak hari pertama Synchronize Fest 2017 di atas Dynamic Stage yang dihelat di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (07/10/17). Dengan menyuguhkan beberapa lagunya yang ‘menyentil’, Navicula menjadi salah satu band yang aksinya ditunggu-tunggu penonton.

Penonton tampak hanyut dan larut dalam euforia penampilan Navicula sejak lagu pertama didendangkan. Sebut saja deretan lagu andalan mereka seperti “Aku Bukan Mesin”, “Warna Warni”, “Orang Utan”, dan “Busur Hujan” yang mengajak tubuh penonton bergerak riang.

Gemuruh semangat para penonton kian terdengar kala Navicula membawakan lagu “Refused to Forget”. Lagu itu bertutur tentang kasus-kasus yang menggantung seperti kasus Munir untuk segera dituntaskan.

“Lagu ini buat Munir, Aksi Kamisan, dan para aktivis kemanusiaan,” ungkap Gede Robi, sang vokalis Navicula. Tak pelak, penonton yang terdiri dari berbagai generasi menyerukan “I refused to forget!” bersama band yang terbentuk sejak tahun 1996 tersebut saat bagian refrain

Belum selesai, Navicula juga mengajak penonton menyanyikan bersama lagu “Mafia Hukum” yang kian membakar semangat penonton dengan rhythm yang ciamik.

“Lagu ini dipersembahkan untuk hukum yang sedang sakit di negeri ini!” ucap Robi dengan lantang yang disetujui teriakan penonton. Lagu tersebut memang berisi tuntutan agar mafia hukum yang merugikan negara dihukum saja.

Penampilan Navicula kemudian ditutup tegas dengan lagu “Metropolutan” yang mengisahkan kehidupan kota yang semakin berat. Adapun di hari yang sama, Synchronize Festival 2017 juga menghadirkan musisi lokal lainnya seperti Barasuara, HiVi, The Sigit, Kimokal, Mocca, Efek Rumah Kaca, dan Tulus.

Penulis: Geofanni Nerissa Arviana

Editor: Christoforus Ristianto

 Foto: Harvey Darian