• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, March 12, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Pentas Teater untuk Perempuan Tahanan Politik ‘65

Ghina Ghaliyah by Ghina Ghaliyah
March 8, 2014
in Event
Reading Time: 1 min read
0
SHARES
92
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam rangka Hari Perempuan Internasional, Institut Ungu mempersembahkan pertunjukan teater berlatar sejarah ‘65 “Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer” yang ditulis, disutradarai, dan diproduseri oleh Faiza Mardzoeki pada 7-9 Maret 2014 di GoetheHaus, Menteng, Jakarta Pusat.

Banyak tantangan dalam proses penciptaan karya ini. Faiza dan kawan-kawan yang mengalami langsung ketakutan akibat propaganda hitam tentang perempuan-perempuan tahanan politik ’65 oleh Orde Baru, melakukan riset tentang hal yang bertolak belakang dengan apa yang dijejalkan oleh kurikulum di sekolah-sekolah.

Pertunjukan teater ini mengangkat kisah pergulatan pikiran dan batin lima perempuan lanjut usia yang dulu pernah menjadi tahanan politik ’65 selama lebih dari 10 tahun. Mereka bergulat dengan kenangan masa mudanya, di mana ada kebanggaan yang bercampur dengan pengalaman pahit dan trauma akibat kekerasan seksual, serta stigma negatif yang ditempelkan pada mereka.

Teater ini dibuat untuk memberi suara dan menolak lupa tentang perempuan korban politik ’65 yang mempunyai hak sama dengan rakyat lainnya. Bahkan, mereka ikut serta membangun fondasi berdirinya bangsa Indonesia, terutama kaum perempuan.

Pertunjukan yang didedikasikan kepada para perempuan yang pernah menjadi tahanan politik ’65 dan korban kekerasan seksual di seluruh dunia ini diperankan oleh enam pemain, yaitu Niniek L. Karim, Pipien Putri, Irawita, Ani Surestu, Ruth Marini, dan Heliana Sinaga.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai organisasi masyarakat diantaranya ELSAM, Kontras, LBH Jakarta, Komnas Perempuan, Perempuan Mahardika, Indonesia untuk Kemanusiaan, dan Bites.

 

[divider] [/divider] [box title=”Info”] Reporter: Ghina Ghaliya
Editor: Patric Batubara
Fotografer : Bimo Dwi Yanto[/box]
Tags: 1965Hari Perempuan Nasional
Ghina Ghaliyah

Ghina Ghaliyah

Related Posts

Black Dahlia
Event

Black Dahlia: Bayangan Sensasi Media terhadap Kasus Tragis

March 11, 2026
Pemenang D&AD New Blood 2025 (wa.campaignbrief.com)
Event

D&AD Pencil: Alat Generasi Muda untuk Menulis Karir di Industri Kreatif

February 13, 2026
HUNT
Event

Mahasiswa UMN Gelar Treasure Hunt di Kampus lewat HUNT UMN 2025

December 9, 2025
Next Post

Sistem Baru Pengenal Ban Dari Bridgestone

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + four =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021