Perubahan Budaya Akibat Perkembangan Komunikasi Digital

Seminar Gadjah Mada "Perkembanagan Komunikasi Digital" menghadirkan Herman Kwok (kanan) selaku CEO beritagar.id dan Buyung Wijaya Kusuma (tengah) selaku GM Sport Kompas TV, sebagai pembicara. Seminar ini diadakan di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara, Selasa (31/5).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Kini, budaya komunikasi masyarakat telah berubah, ditandai dengan kemajuan teknologi dan perubahan komunikasi manusia. Terkait hal itu, Communication Festival (CommFest) 2016 menyuguhkan seminar bertajuk “Perkembangan Komunikasi Digital” pada Selasa (31/5) di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Seminar tersebut dihadiri oleh CEO Beritagar.id Herman Kwok, dan general manager Sport Kompas TV Buyung Wijaya Kusuma sebagai pembicara.

Dalam seminar tersebut, Herman menegaskan bahwa media selaku medium dari sebuah komunikasi juga turut mengalami perubahan, termasuk didalamnya adalah bagaimana masyarakat mengkonsumsi media. “Dengan adanya perkembangan komunikasi di era digital, perubahan terbesar ada di media. Termasuk habit. Karena media berubah, maka budaya juga berubah,” ujarnya.

Herman memaparkan, sebelum terjadinya perkembangan tersebut, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan dari segi konsumsi media. “Caranya simpel sekali, diantaranya adalah single productstandard reading times, top down production, dan cozy competition,” tambah Herman.

Dampak dari perubahan cara konsumsi media ini salah satunya adalah munculnya konvergensi media. Masyarakat yang kini erat dengan teknologi menginginkan cara baru dalam mereka menggali informasi. Dengan adanya konvergensi media, masyarakat lebih dimudahkan dengan konsep one stop shopping.

Masyarakat yang saat ini didominasi oleh generasi “melek media” tentunya lebih suka dengan hal yang berbau fleksibel dan efektif.

Hal ini pun dibenarkan oleh Buyung. Menurutnya, dengan adanya teknologi, masyarakat kini dapat memilih banyak informasi yang mereka ingin dapatkan, bahkan menjadi salah satu produsen informasi. “Karena habit masyarakat saat ini, maka konvergensi media muncul. Begitu banyak informasi dan semua orang saat ini dapat membuat informasi,” ujar Buyung.

Media yang dipakai untuk menggali informasi pun nyatanya tidak hanya satu. “Laptop, handphone, televisi, media sosial, dan billboard juga merupakan media yang digunakan masyarakat untuk mendapatkan informasi,” ungkap Herman.

Pada kenyataannya, budaya masyarakat dalam mengkonsumsi media kini sudah banyak berubah. Bukan lagi koran cetak yang dibaca masyarakat di pagi hari, melainkan membaca berita atau informasi dari gawai mereka. “Zaman ini, internet dan jaringan wi-fi sudah seperti oksigen,” gurau Buyung, menyikapi informasi yang kini tidak hanya datang dari koran, majalah, televisi, ataupun radio saja.

 

Penulis : Nathania Zevwied Pessak

Editor : Alif Gusti Mahardika

Fotografer : Debora Darmawan