• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Ruang Imaji Serukan Peduli Kesehatan Mental lewat Teater

Christoforus by Christoforus
November 18, 2017
in Event
Reading Time: 2 mins read
Ruang Imaji Serukan Peduli Kesehatan Mental lewat Teater

(Kiri – Kanan) Beberapa pemain dan tokoh di balik pementasan “Kepada Gema”; Abiyoga Harbunangin, Fadillah Neysa (produser pementasan “Kepada Gema”), Prisia Nasution, Iedil Putra, Diego Christian (penulis novel metropop “Kepada Gema”), Mizam Fadilah, Damita Almira, dan Nelly Sukma dalam jummpa pers, Kamis (16/11/17) siang di Kinosaurus, Jakarta.

0
SHARES
424
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Produser Ruang Imaji, Fadillah Neysa, mengumumkan rencana projek pementasan ketiga mereka yang mengangkat isu mengenai masalah mental, Kamis (16/11/17) di Kinosaurus, Jakarta. Masalah mental yang dibawakan pada pementasan bertajuk “Kepada Gema” ini menyorot pada gangguan stress pasca trauma.

“Kepada Gema ini akan mengangkat tentang PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder,” ujar Dilla.

Diangkat dari sebuah novel dengan judul serupa, penulis Diego Christian mengaku diminta oleh Gramedia untuk membuat kisah mengenai mental disorder. Jarang dibuatnya novel dengan tema demikian membuat Diego memerlukan banyak referensi dari buku dan film.

Lulusan Universitas Indonesia ini pun tak menyangka jika karyanya akan diadaptasikan dalam sebuah pementasan teater.

“Enggak mungkin kayaknya kalau dipentasin ke teater, kalau di film mungkin. Karena waktu itu sudah beberapa sutradara juga yang ngajakin filmin Kepada Gema,” tukasnya.

Pada pementasan sebelumnya yang bertajuk “Senyawa”, Ruang Imaji mengangkat isu mengenai gangguan bipolar. Pementasan tersebut diakui Diego merupakan salah satu referensinya dalam menulis “Kepada Gema”.

“Nonton teaternya Ka Dilla yang pertama ‘Senyawa’. Wah ini cocok banget sih kayaknya kalau pun dibikin teater kayaknya orang satu-satunya yang bisa jadi produsernya itu cuma Ka Dilla gitu, karena cuma Ka Dilla yang ngerti tentang hal-hal seperti (mental disorder) ini,” tutur Diego

Dilansir dari akun Instagram milik Ruang Imaji, PTSD atau gangguan stress pasca trauma dialami oleh sekitar 2.000.000 orang per tahun, namun penderita kerap tak menyadari trauma yang dimilikinya.

Melalui pertunjukan teater tersebut, Ruang Imaji berharap penonton dapat lebih peduli terhadap masalah kesehatan mental, khususnya PTSD. Adapun lakon ini menggambarkan bagaimana seseorang mengalami fobia yang terbentuk dari kejadian traumatik di masa lalu.

Menurut Prisia Nasution, banyak orang mengabaikan trauma yang mereka miliki sehingga masalah tersebut tak kunjung terselesaikan.

“Sebenarnya trauma itu dari hidup kita masing-masing itu kan ada gitu tanpa kita sadari. Misalnya ada yang takut sama kecoa lah gitu. Kenapa sih takut sama kecoa mungkin ada trauma masa lalu gitu. Sebenernya kita enggak mau ngulik trauma itu,” jelas wanita yang akrab disapa Pia ini.

Ruang Imaji sendiri merupakan wadah bagi para seniman muda untuk menghasilkan karya-karya berupa seni pertunjukan. Dalam setiap karya yang ditampilkan, Ruang Imaji Production selalu menyisipkan pesan-pesan moral kepada para penonton.

Berperan sebagai Atisha yang mengidap PTSD akibat trauma hubungan percintaan di masa lalu, Pia akan beradu akting dengan suaminya, Iedil Putra yang memerankan tokoh Gema. Gema diceritakan sebagai laki-laki yang hadir di tengah hubungan jarak jauh antara Atisha dan Jesse (Abiyoga Harbunangin). Atisha awalnya menolak kehadiran Gema, karena tak ingin merusak hubungannya dengan Jesse.

“Kepada Gema” akan diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada 25 & 26 November 2017. 

Penulis : Anindya Wahyu Paramita

Editor : Gilang Fajar Septian

Fotografer : Nadine K. Azura

Tags: abiyoga harbunangindiego christianfadillah neysaiedil putrakepada gemapost traumatic stress disorderprisia nasutionptsdruang imajiteater kepada gema
Christoforus

Christoforus

Related Posts

Baskara Putra vokalis Hindia saat membawakan lagu “Rumah ke Rumah” dalam konser Pesta Bebas Berselancar 2025 pada Sabtu (19/07/2025). (ULTIMAGZ/Andita Chayara)
Event

Penampilan Hindia Ramaikan Pesta Bebas Berselancar 2025

July 22, 2025
Nyoman Paul tampil perdana di BNI Java Jazz Festival 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/05/25). (ULTIMAGZ/Putri C. Valentina)
Event

Nyoman Paul Debut di Java Jazz Festival 2025 dengan Album LUAP

July 16, 2025
IMDES 2025 menggelar Student Exhibition di area Nusakara, Universitas Multimedia Nusantara, pada Kamis (15/05/25). (ULTIMAGZ/Putri C. Valentina)
Event

IMDES 2025 Angkat Tema Keberlanjutan: Mahasiswa Tunjukkan Gagasan Inovatif

July 16, 2025
Next Post
Sengit, Derby Madrid Berakhir Tanpa Pemenang

Sengit, Derby Madrid Berakhir Tanpa Pemenang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 5 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021