Ruang Imaji Serukan Peduli Kesehatan Mental lewat Teater

(Kiri – Kanan) Beberapa pemain dan tokoh di balik pementasan “Kepada Gema”; Abiyoga Harbunangin, Fadillah Neysa (produser pementasan “Kepada Gema”), Prisia Nasution, Iedil Putra, Diego Christian (penulis novel metropop “Kepada Gema”), Mizam Fadilah, Damita Almira, dan Nelly Sukma dalam jummpa pers, Kamis (16/11/17) siang di Kinosaurus, Jakarta.
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Produser Ruang Imaji, Fadillah Neysa, mengumumkan rencana projek pementasan ketiga mereka yang mengangkat isu mengenai masalah mental, Kamis (16/11/17) di Kinosaurus, Jakarta. Masalah mental yang dibawakan pada pementasan bertajuk “Kepada Gema” ini menyorot pada gangguan stress pasca trauma.

“Kepada Gema ini akan mengangkat tentang PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder,” ujar Dilla.

Diangkat dari sebuah novel dengan judul serupa, penulis Diego Christian mengaku diminta oleh Gramedia untuk membuat kisah mengenai mental disorder. Jarang dibuatnya novel dengan tema demikian membuat Diego memerlukan banyak referensi dari buku dan film.

Lulusan Universitas Indonesia ini pun tak menyangka jika karyanya akan diadaptasikan dalam sebuah pementasan teater.

“Enggak mungkin kayaknya kalau dipentasin ke teater, kalau di film mungkin. Karena waktu itu sudah beberapa sutradara juga yang ngajakin filmin Kepada Gema,” tukasnya.

Pada pementasan sebelumnya yang bertajuk “Senyawa”, Ruang Imaji mengangkat isu mengenai gangguan bipolar. Pementasan tersebut diakui Diego merupakan salah satu referensinya dalam menulis “Kepada Gema”.

“Nonton teaternya Ka Dilla yang pertama ‘Senyawa’. Wah ini cocok banget sih kayaknya kalau pun dibikin teater kayaknya orang satu-satunya yang bisa jadi produsernya itu cuma Ka Dilla gitu, karena cuma Ka Dilla yang ngerti tentang hal-hal seperti (mental disorder) ini,” tutur Diego

Dilansir dari akun Instagram milik Ruang Imaji, PTSD atau gangguan stress pasca trauma dialami oleh sekitar 2.000.000 orang per tahun, namun penderita kerap tak menyadari trauma yang dimilikinya.

Melalui pertunjukan teater tersebut, Ruang Imaji berharap penonton dapat lebih peduli terhadap masalah kesehatan mental, khususnya PTSD. Adapun lakon ini menggambarkan bagaimana seseorang mengalami fobia yang terbentuk dari kejadian traumatik di masa lalu.

Menurut Prisia Nasution, banyak orang mengabaikan trauma yang mereka miliki sehingga masalah tersebut tak kunjung terselesaikan.

“Sebenarnya trauma itu dari hidup kita masing-masing itu kan ada gitu tanpa kita sadari. Misalnya ada yang takut sama kecoa lah gitu. Kenapa sih takut sama kecoa mungkin ada trauma masa lalu gitu. Sebenernya kita enggak mau ngulik trauma itu,” jelas wanita yang akrab disapa Pia ini.

Ruang Imaji sendiri merupakan wadah bagi para seniman muda untuk menghasilkan karya-karya berupa seni pertunjukan. Dalam setiap karya yang ditampilkan, Ruang Imaji Production selalu menyisipkan pesan-pesan moral kepada para penonton.

Berperan sebagai Atisha yang mengidap PTSD akibat trauma hubungan percintaan di masa lalu, Pia akan beradu akting dengan suaminya, Iedil Putra yang memerankan tokoh Gema. Gema diceritakan sebagai laki-laki yang hadir di tengah hubungan jarak jauh antara Atisha dan Jesse (Abiyoga Harbunangin). Atisha awalnya menolak kehadiran Gema, karena tak ingin merusak hubungannya dengan Jesse.

“Kepada Gema” akan diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada 25 & 26 November 2017. 

Penulis : Anindya Wahyu Paramita

Editor : Gilang Fajar Septian

Fotografer : Nadine K. Azura