Skinnyindonesian24, dari Dibenci hingga Sukses karena Passion

Skinnyindonesia24 bercerita mengenai terbentuknya akun YouTube tersebut dalam acara FUN TALKSHOW SPECTRE di Kampus Tarumanagara, Jumat (13/5).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Ketika hadir dalam fun talkshow yang bertemakan “Silence is Not Gold Anymore” di Auditorium Gedung M, Kampus I Universitas Tarumanagara, Jum’at (13/5), kakak beradik Jovial dan Andovi da Lopez yang hadir sebagai pembicara, berbagi cerita tentang awal terbentuknya akun YouTube Skinnyindonesian24.

Nama Skinnyindonesian24 sendiri dipilih karena pada saat membuat akun tersebut, badan Andovi bisa dikategorikan sangat kurus. “Dulu gue kurus banget, mungkin berat badan gue cuma 42 kilo dan gue bangga gue adalah orang Indonesia juga. Gue penggemar berat Kobe Bryant yang nomor punggungnya 24. Maka dari situ, akun YouTube gue dinamakan sebagai Skinnyindonesian24,” ujar Andovi.

Akun YouTube tersebut berawal ketika Andovi masih bersekolah di India. “Dulu gue suka cover lagu dan gue unggah lagu yang gue cover ke akun YouTube gue yang namanya Skinnyindonesian24,” ujar Andovi.

Ia bercerita bahwa pada saat akun tersebut ia buat, video yang ia unggah mendapatkan banyak sekali hujatan. Karena dibenci, ia sempat memilih untuk vakum dari dunia YouTube. Barulah ketika kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia (UI), ia membuat sebuah vlog yang berisi tips untuk masuk ke UI.

Video tersebut mendapatkan banyak sekali respon positif, dan ia memutuskan untuk melanjutkan akun YouTube-nya dengan mengunggah video yang bertemakan “modus”.

Jovial juga bercerita mengenai alasannya mengikuti jejak adiknya masuk ke dunia YouTube. “Sebelum masuk UI, gue masuk Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mengambil teater. Setelah masuk UI, passion dalam dunia video berkurang karena gue harus belajar fisika nuklir setiap harinya,” ujar Jovial.

Ia bercerita, ketika Andovi kembali ke Indonesia, passion-nya dalam dunia video muncul kembali. “Karena tipe komedi kita sama, gue memutuskan untuk ikut Andovi masuk Youtube dan membuat ‘sesuatu’,” tambahnya.

Melihat kesuksesan secara finansial yang didapatkan berkat video di YouTube, mereka mengakui bahwa itu semua merupakan buah dari passion mereka. “Tujuan awal kita jadi YouTuber itu karena passion kok, bukan karena materi,”ungkap Jovial.

Mereka pun menyayangkan YouTuber baru yang berorientasi kepada uang. “Zaman sekarang (banyak orang) jadi YouTuber cuma karena uang, dan bukan passion. Itu yang berbahaya. Uang itu hanya sebagai bonus ketika menjadi Youtuber. Yang terpenting, kita mendapatkan saluran untuk menyalurkan passion kita.” ujar Jovial.

Penulis: Josephine Valencia
Editor: Alif Gusti Mahardika
Fotografer: Angelina Rosalin