JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Selain menghadirkan musisi Indonesia dari berbagai genre dan generasi, Synchronize Fest 2017 juga memberikan wadah bagi para seniman untuk menuangkan idenya dalam seni mural. Mural tersebut digarap langsung pada hari pertama di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (06/10/17) sejak pukul 14.00 WIB.
Sejumlah empat seniman, baik individu maupun komunitas, turut berkecimpung memanfaatkan wadah ini. Sebut saja Gardu House, Marishka Soekarna, Ahmad Muarif, dan Ahmad ‘Djali’ Rizzali. Mereka berkreasi dan memberikan corak seni yang apik nan ciamik pada empat dinding yang tersebar di area Synchronize Fest 2017.
“Seneng, sih. Apalagi di festival seperti ini. Harusnya di semua festival ada, karena Indonesia bisa dibilang memiliki scene graffiti terbesar di Asia Tenggara. Kita pun senang,” ujar Oneda MCT, salah satu seniman Gardu House.
Senada dengan Oneda, Muhammad Fathulbahri dari Studio Goro yang membantu Ahmad ‘Djali’ Rizzali dalam mural ini juga mengapresiasi adanya live mural Synchronize Fest 2017.
“Cukup menarik, ya, karena kita biasa melakukannya di dalam ruangan. Sedangkan di sini di luar ruangan dan banyak yang melihat. Pengalaman yang baru juga,” terangnya.
Di sisi lain, panitia tidak mengusung tema khusus dalam mural tersebut. Seniman dibebaskan membuat mural maupun graffiti sesuai dengan ide mereka. Selain menyediakan dinding, panitia juga menyediakan cat sesuai kebutuhan para seniman. Misalnya saja Gardu House yang menghabiskan lebih kurang 20 kaleng cat.
Dalam kesempatan ini, Gardu House juga sudah beberapa kali diundang untuk melakukan hal serupa seperti di Hai Day dan Jakcloth yang lebih fokus pada graffiti. Sedangkan Studio Goro membuat karya komik dengan tokoh fiktif yang digabung hingga sinkron, seperti visi Synchronize Fest itu sendiri.
Penulis: Geofanni Nerissa Arviana
Editor: Christoforus Ristianto
Foto: Harvey Darian