SERPONG, ULTIMAGZ.com — Bagi mereka yang rajin mengubur hidungnya di tengah halaman-halaman buku, nama Eka Kurniawan sangat mungkin terpatri dalam kepala mereka. Tangannya telah berhasil menata banyak buku-buku yang dimahkotakan sebagai karya terbaik literatur Indonesia. Di antara semua karya tulisnya, Eka telah melahirkan Cantik Itu Luka, buku yang diterbitkan pada 2002 dan masih rutin dicetak ulang hingga sekarang.
Dewi Ayu menjadi nama yang membawa alur utama cerita pada novel Cantik Itu Luka. Cerita ini menelusuri kehidupan tragis Dewi Ayu, seorang pelacur yang secara ajaib hidup kembali setelah 21 tahun kematiannya. Kebangkitannya itu ternyata menguak sebuah kutukan dari zaman dahulu. Kisah ini unik, di saat dunia melantunkan pujian untuk paras cantik, Dewi Ayu mengecap kecantikan sebagai kutuk.
Baca Juga: Fahrenheit 451: When Reading Becomes the Crime
Dalam waktu hidupnya yang penuh kisah itu, Dewi Ayu melahirkan empat anak. Tiga darinya cantik, secantik dirinya. Namun, Dewi Ayu tidak bersukacita. Menurutnya, kecantikan pada wanita hanya akan mengutuknya senasib dengan dirinya.
“Tak ada kutukan yang lebih mengerikan daripada mengeluarkan bayi-bayi perempuan cantik di dunia laki-laki yang mesum seperti anjing di musim kawin,” katanya.
Baca juga : Mengenal Eka Kurniawan, Novelis Indonesia yang Karyanya Diakui Dunia
Tentu, bukan novel karya Eka Kurniawan jika buku itu tidak lugas. Cantik Itu Luka memakai gaya bahasa yang tegas dan sedikit kasar untuk menekankan keseriusan topik yang dibahas dalam bukunya, juga untuk membalutnya dengan sepercik komedi. Selain itu, buku ini menjelajahi berbagai cerita, memiliki alur yang maju mundur, dan diramaikan oleh banyak karakter. Walau begitu, sang penulis tidak pernah lupa menjelaskan ulang peran mereka masing-masing.
Dalam novel ini, pembaca dapat memahami bahwa Eka ingin menekankan pesan kecantikan bukanlah segalanya. Tidak hanya itu, ia juga menyelipkan pesan bahwa kita tidak bisa menilai semua orang hanya berdasarkan pekerjaan mereka. Bagaimana, apakah Ultimates tertarik membaca buku ini?
Penulis : Jasmine Kurnia Wijaya
Editor : Kezia Laurencia
Foto : kompasiana.com
Sumber : gramedia.com




