SERPONG, ULTIMAGZ.com – Saat ini, isu lingkungan dan pemanasan global semakin marak dibicarakan masyarakat. Industri fesyen diketahui menjadi salah satu bidang penghasil emisi karbon terbesar secara global, tidak terkecuali Indonesia.
Pada 2017 silam, data yang diperoleh Ellen MacArthur Foundation menunjukkan bahwa industri fesyen dari seluruh dunia telah menyumbang 1,2 miliar ton emisi gas rumah kaca setiap tahunnya. Melansir sipsn.menlhk.go.id, Indonesia sendiri telah menghasilkan 2,3 ton limbah tekstil per 2021.
Baca juga: Mengenal “Tote Bag” dan Beberapa Jenis Kainnya
Berangkat dari permasalahan tersebut, merek-merek fesyen lokal pun mulai menggarap konsep sustainable fashion atau fesyen ramah lingkungan.
Dengan konsep tersebut, pelaku bisnis fesyen tidak hanya menjual pakaian yang modis dan mengikuti tren, tetapi juga memanfaatkan bahan-bahan daur ulang untuk dijadikan produk baru dengan kualitas tinggi. Perlu Ultimates ingat, sustainable fashion tidak hanya berlaku untuk desainer atau produsen baju saja, tetapi konsumen pun juga harus turut serta berkontribusi demi keberlanjutan lingkungan sekitar.
Berikut adalah tiga merek fesyen lokal yang mengusung konsep ramah lingkungan.
1. Sejauh Mata Memandang

Sejauh Mata Memandang dikenal sebagai merek fesyen lokal yang menggunakan sampah untuk dijadikan potongan busana baru yang layak pakai. Merek yang menjual pakaian perempuan, pria, anak, hingga aksesori fesyen ini menerapkan konsep slow fashion dalam bisnisnya, yaitu produksi dan pemakaian pakaian untuk jangka waktu yang panjang.
Dibandingkan kuantitas, merek ini lebih mengutamakan kualitas dengan menciptakan produk yang awet dan tidak cepat rusak meski sering digunakan. Chitra Subyakto selaku pemilik Sejauh Mata Memandang mengatakan bahwa mereknya menggunakan tekstil daur ulang dari limbah prakonsumsi yang kemudian diolah menjadi bahan yang dapat terurai.
“Kami juga tidak memakai (bahan baku) poliester karena tidak dapat terurai dan berdampak buruk terhadap lingkungan,” kata Chitra, dikutip dari kompas.com.
Ultimates bisa melihat-lihat dan membeli produk dari Sejauh Mata Memandang dari berbagai platform media sosial, aplikasi belanja, serta situs resmi mereka di sejauh.com.
2. Sukkha Citta
View this post on Instagram
Industri fesyen menjadi salah satu kontributor polusi air terbesar karena kegiatan pewarnaan tekstil. Pada awal 2022, pengolahan dan pewarnaan tekstil diketahui telah mencemari 20 persen air di kawasan industri, dilansir dari kompas.com.
Sukkha Citta pun hadir sebagai solusi dari isu tersebut dengan menyediakan pakaian dengan pewarna alami.
Dalam bisnisnya, Sukkha Citta menggandeng para pengrajin dan petani lokal untuk membuat bahan-bahan yang bebas dari bahan kimia. Dari bahan-bahan tersebut kemudian terciptalah berbagai produk fesyen seperti gaun, kemeja, dan tas.
Sukkha Citta membentuk gerakan #maderight yang mengandung tiga makna. Melalui gerakan ini, Sukkha Citta bertekad untuk memproduksi barang yang dapat menghidupi para pengrajinnya, membantu menjaga lingkungan, dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
Bila Ultimates ingin tahu lebih lanjut tentang Sukkha Citta, langsung saja kunjungi situs resminya di sukkhacitta.com.
3. Lanivatti

Lanivatti adalah merek fesyen yang menyediakan pakaian nyaman, efisien, dan fungsional, tetapi tetap modis. Koleksi Lanivatti dibuat dengan dasar bahwa pakaian tersebut bisa digunakan oleh siapa pun dalam kondisi apa pun.
Produk Lanivatti dibuat dengan serat selulosa, bahan yang bisa menyesuaikan dengan suhu tubuh dan juga ramah lingkungan.
“Semuanya itu dibuat dari sustainable fibre dan juga diproduksi dengan etis juga,” ujar Nicole sebagaimana dilansir dari fimela.com.
Untuk mendapat kain ramah lingkungan, Lanivatti bekerja sama dengan produsen fiber ramah lingkungan, Lenzing. Lenzing adalah organisasi yang melakukan reboisasi untuk pohon yang digunakan untuk bahan baku.
Lanivatti telah tersedia di berbagai aplikasi belanja, media sosial, dan situs resmi yang bisa Ultimates kunjungi di lanivatti.com.
Baca juga: Tips Belanja Pakaian Menjadi Lebih Ramah Lingkungan
Kehadiran merek-merek lokal membantu masyarakat membentuk pola hidup yang lebih peduli lingkungan. Harapannya, semakin banyak orang menyadari dampak buruk dari industri fast fashion dan beralih ke sustainable fashion.
Seteap langkah kecil berarti. Bila dilakukan bersama-sama, akan membawa gelombang perubahan besar. Jadi, yuk, ganti gaya hidup Ultimates melalui produk fesyen untuk menciptakan dunia yang lebih baik.
Penulis: Cheryl Natalia
Editor: Alycia Catelyn
Foto: highlight.id, manual.co.id/Liandro N. I. Siringoringo, liputan6.com
Sumber: kompas.com, sipsn.menlhk.go.id, fimela.com, kumparan.com
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?