• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, September 6, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Melankolia Radikal: Dongker, Jokowi, dan Album Baru.

Muhammad Khairan Ananta Nugroho by Muhammad Khairan Ananta Nugroho
August 31, 2026
in Event, Idola, Konser, Lainnya, Musik, Musisi, Review, Seni
Reading Time: 3 mins read
Konser showcase album Melankolia Radikal oleh Dongker (instagram.com/keivisalman)

Konser showcase album Melankolia Radikal oleh Dongker (instagram.com/keivisalman)

0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dongker, grup musik asal Bandung ini kembali merilis album terbaru bertajuk Melankolia Radikal pada Jumat (28/08/2026). Album tersebut menjadi rilisan terbaru Dongker setelah sebelumnya sempat dikenal lewat kolaborasinya dengan Jason Ranti dalam lagu “Disarankan di Bandung” yang dirilis  pada pertengahan Agustus. 

Dongker merupakan grup musik yang dibentuk pada 2018 oleh mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Arno Zarror sebagai vokalis dan gitaris, Delpi Suhariyanto sebagai vokalis dan gitaris, dan Dzikrie Arethusa sebagai drummer. Band ini mengusung genre punk rock dalam karya-karyanya. 

Mengutip dari Instagram Hai (instagram.com/@hai_online), Dongker dengan sengaja menggunakan hasil rekayasa foto dari Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, sebagai bagian dari sampul album Melankolia Radikal. Dalam foto tersebut, Jokowi dimanipulasi seakan menggunakan busana bergaya punk, dilengkapi dengan lembaran dolar dan maskot mereka sendiri.

Sampul yang dibuat oleh Agan Harahap ini membuat ramai media sosial setelah dipamerkan pada acara showcase “Melankolia di Kolong” di Yogyakarta, Jumat (21/08/2026). Keunikan Dongker tidak berhenti di situ, mereka juga menghadirkan  konsep tiket masuk yang menarik. Pengunjung dapat menukarkan beras atau buku yang masih layak digunakan sebagai tiket masuk. Nantinya, barang-barang tersebut akan disalurkan kepada berbagai pihak yang membutuhkan. 

Baca juga: Album Kontemplasi Bawa Alkateri Kembali Jadi Perbincangan

Dalam Melankolia Radikal, Dongker tidak tampil sendiri. Mereka menggandeng sejumlah musisi seperti Cholil Mahmud dan Banda Neira dalam lagu “Nirimajinasi” dan “Lamunan Ringan di Singapura”. Tidak cukup di situ, Dongker juga membawakan panggalan lagu milik Naif, “Benci Untuk Mencinta” dalam lagu “Kisah Sedih Kontemporer (Air & Api)”” beserta sedikit tribute kepada Slank dengan penggalan dari lagu “Poppies Lane Memory”. Berbagai kolaborasi yang dibawa oleh Dongker turut menciptakan warna sonik baru dengan lirik yang tajam.

Personil Dongker (instagram.com/baladagehel)
Personil Dongker (instagram.com/baladagehel)

Berbicara soal lirik, Dongker menyusun berbagai frasa untuk membahas berbagai kondisi sosial dan politik Indonesia belakangan ini. Salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah ucapan pidato dari pemimpin pemerintahan yang dijadikan bagian dari lagu “Nyaris Sempurna, Sedikit Cacat”. Ucapan seperti “Hidup Jokowi!”, “Saya akan lawan!”, “Dolar tidak berfungsi di desa, kalian ini pakai dolar tidak berfungsi di desa”, mengingatkan pendengar dengan meme atau penggalan video pidato baik oleh Jokowi ataupun Prabowo yang beredar di media sosial. Tidak sedikit juga penggalan lirik dari album ini yang cukup mengguncang tema yang cukup dekat dengan kehidupan pribadi tiap orang, seperti pada “Kukubur Trauma,” yang cukup membahas mengenai trauma-trauma dalam kehidupan baik dari lingkungan sekitar dan juga orang tua. 

Baca juga: Aksi Massa dan Perubahan Dinamika Demokrasi Indonesia

Dalam album ini, Dongker tetap mempertahankan gaya sonik mereka yang sudah cukup dikenal pendengarnya. Namun, tidak ingin terus berlari di tempat, Dongker mengembangkan sonik mereka melalui variasi pola drum yang dimainkan  Dzikrie Arethusa. Album Melankolia Radikal rilis sehari setelah demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah kelompok di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis (27/08/2026). Dongker memang terkenal dengan tindak perlawanan terhadap rezim atau pemerintahan, dan hal tersebut juga tercermin pada album Melankolia Radikal. Ultimates sudah dapat mendengarkan album Melankolia Radikal dari Dongker melalui platform musik digital.

Penulis: Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Editor: Kezia Laurencia

Foto: instagram.com/keivisalman, instagram.com/baladagehel

Sumber: instagram.com/hai_online, instagram.com/baladagehel, instagram.com/tongtongasia

Tags: 2026albumalbum baruBandungbaruDongkerDongker BandJokowiMelankolia Radikalmusikmusisireviewrilis
Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Related Posts

Konferensi Nasional yang dihadiri 34 lembaga pers mahasiswa. (dewanpers.or.id)
Event

Dewan Pers dan UNESCO Gelar Konferensi Nasional untuk Perkuat Kedaulatan Pers Mahasiswa

September 3, 2026
Instalasi Karya Placemaker JaRe 2026. (Jakarta Reimagined)
Event

Sambut HUT ke-500, Jakarta ReImagined Pamerkan 15 Desain Ruang Publik Masa Depan Ibu Kota

September 2, 2026
Olivia Rodrigo di atas panggung Daisy Chain Festival. (Pooneh Ghana/Rolling Stone)
Hiburan

Daisy Chain Fields: Olivia Rodrigo Buktikan Perempuan Juga Bisa Buat Festival Musik

September 2, 2026
Next Post
Olivia Rodrigo di atas panggung Daisy Chain Festival. (Pooneh Ghana/Rolling Stone)

Daisy Chain Fields: Olivia Rodrigo Buktikan Perempuan Juga Bisa Buat Festival Musik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × three =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021