• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, April 11, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Ada Banyak Objek Bercahaya, Tetapi Kenapa Luar Angkasa Gelap?

Michael Ludovico by Michael Ludovico
September 30, 2024
in Iptek
Reading Time: 2 mins read
Foto astronot di luar angkasa. (nasa.gov)

Foto astronot di luar angkasa. (nasa.gov)

0
SHARES
88
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Serpong, ULTIMAGZ.com – Ada sangat banyak objek yang tersebar di luar angkasa. Objek seperti matahari (bintang di tata surya) terlihat seperti memiliki cahaya yang sangat terang. Akan tetapi, hal tersebut tidak mengubah keadaan bahwa luar angkasa terlihat gelap. Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan hal ini terjadi?

Melansir dari kompas.com, fenomena ini terjadi lantaran luar angkasa merupakan ruang hampa udara yang hampir sempurna. Berbeda dengan bumi yang dilengkapi dengan atmosfer, luar angkasa hanya memiliki sedikit debu kosmik, dan gas.

Baca Juga: Kenaikan Suhu Bumi: Tantangan Manusia dalam Menghadapi Krisis Global

Selain itu, di luar angkasa juga tidak ada objek yang dapat digunakan sebagai pemantul cahaya. Oleh karena itu, cahaya akan terus melaju secara lurus sampai sampai di titik temu dengan sebuah objek.

Sebagaimana dilansir dari livescience.com, hal ini juga diakibatkan oleh adanya paradoks Olbers. Pada dasarnya, teori ini menyebutkan bahwa alam semesta berkembang dengan adanya proses ekspansi melalui kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya.

Melalui ekspansi alam semesta, banyak objek luar angkasa yang memiliki jarak cukup jauh. Kondisi ini menyebabkan cahaya objek-objek tersebut tidak sampai ke bumi.

Maka dari itu, benda-benda bercahaya di luar angkasa “merenggang” sehingga berubah menjadi gelombang mikro, gelombang infra merah, dan gelombang radio. Elemen ini tidak dapat dilihat secara langsung oleh manusia dan menyebabkan luar angkasa terlihat gelap.

Dilansir dari detik.com, badan antariksa nasional Amerika Serikat, yakni National Aeronautics and Space Administration (NASA) menjelaskan adanya perbedaan antara atmosfer bumi dan luar angkasa yang menyebabkan gelapnya luar angkasa.

Baca juga: Melati: Bunga dari Himalaya Asia yang Menetap sebagai Puspa Bangsa

Pada saat siang hari, cahaya matahari berinteraksi dengan atmosfer bumi. Berbagai macam molekul yang terdapat di atmosfer menyebabkan cahaya matahari tersebar ke segala arah. Hal ini membuat langit terlihat biru di siang hari dan fenomena ini dikenal dengan penyebaran Rayleigh.

Kendati demikian, luar angkasa yang dikenal sebagai ruang hampa udara tidak memiliki atmosfer. Maka dari itu, luar angkasa menjadi gelap karena tidak ada molekul yang mampu menyebarkan cahaya.

 

Penulis: Michael Ludovico

Editor: Mianda Florentina

Foto: nasa.gov

Sumber: kompas.com, detik.com, livescience.com

 

Tags: bumiluar angkasaNASA
Michael Ludovico

Michael Ludovico

Related Posts

Theresa Kachindamoto
Iptek

Theresa Kachindamoto: Kepala Suku yang Membatalkan Ribuan Pernikahan Dini

April 9, 2026
Potret Perempuan di Jalan Reykjavik, Islandia, untuk Women’s Day Off (theguardian.com, Icelandic Women’s History Archives)
Budaya

Women’s Day Off: Ketika Semua Perempuan Berhenti Bekerja

April 1, 2026
Potret Nellie Bly saat melakukan perjalanan 72 hari, 1889-1990. (nashuproar.org)
Iptek

Mengenal Nellie Bly, Jurnalis Investigasi Pertama

March 25, 2026
Next Post
Julia Child (Meryl Streep) dan Julie Powell (Amy Adams) di film Julie & Julia. (foto: exploring-self.com)

Julie & Julia: Tampilan Relasi Dua Wanita melalui Masak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 6 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021