SERPONG, ULTIMAGZ.com — Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada Selasa (17/02/26). Selain identik dengan kemeriahan barongsai, lampion, dan dekorasi serba merah, Imlek juga menandai pergantian shio. Jika tahun lalu merupakan Tahun Ular, kini kita memasuki Tahun Kuda. Namun, pernahkah Ultimates bertanya mengapa hanya ada 12 hewan dalam shio Tionghoa dan bagaimana urutannya ditentukan?
Melansir kompas.com, salah satu kisah paling terkenal yang menjelaskan asal-usul shio adalah Legenda Perlombaan Zodiak atau The Great Race. Alkisah, Kaisar Giok ingin menciptakan sistem yang mudah untuk menentukan pergantian tahun. Oleh karena itu, ia mengadakan perlombaan bagi para hewan untuk memperebutkan posisi dalam siklus 12 tahunan. Semua hewan diundang untuk menyeberangi sungai besar yang penuh tantangan.
Baca juga: Makna Tradisi-tradisi Unik Perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia
Tikus dan kerbau menjadi peserta pertama yang hampir mencapai garis akhir. Dengan kecerdikannya, tikus menumpang di kepala kerbau sepanjang perjalanan menyeberangi sungai. Tepat sebelum garis finis, tikus melompat lebih dulu dan menjadi juara pertama, disusul kerbau di posisi kedua.
Harimau berhasil menyusul di posisi ketiga, diikuti kelinci di urutan keempat. Kelinci berhasil menyeberangi sungai dengan bantuan batang kayu hanyut yang didorong oleh angin dari Naga. Naga sendiri tiba di posisi kelima karena sempat menolong desa yang dilanda kekeringan dengan menurunkan hujan.
Kuda melaju kencang, tetapi tak menyadari bahwa ular melilit di kakinya. Ketika hampir sampai di garis finis, kuda terkejut ketika ular lewat di bawahnya. Hal ini membuat ular menempati urutan keenam dan kuda di urutan ketujuh.
Urutan selanjutnya adalah kambing di posisi kedelapan, monyet di posisi kesembilan, dan ayam di posisi kesepuluh. Ketiganya datang menggunakan rakit dan bekerja sama menyeberangi sungai. Anjing datang di urutan kesebelas karena terlalu menikmati waktu renangnya di sungai. Sementara itu, babi meraih posisi terakhir karena sempat berhenti untuk makan dan tidur di tengah perjalanan.
Urutan kedatangan inilah yang kemudian menjadi susunan shio Tionghoa yang dikenal hingga kini. Siklus ini terus berulang setiap 12 tahun dengan setiap tahunnya dirayakan sebagai penghormatan terhadap hewan shio yang bersangkutan.
Baca juga: Tapaki Jejak Sejarah di Tangerang: Cina Benteng
Meskipun terdapat berbagai versi cerita mengenai asal-usul dan urutan shio, legenda perlombaan ini tetap menjadi salah satu kisah yang paling populer. Cerita ini dikutip dari versi andculture.org.uk. Di berbagai budaya, cerita ini bisa mengalami perubahan, baik dalam latar, maupun karakter binatangnya sendiri.
Terlepas dari berbagai versinya, kisah ini mengangkat esensi dari perlombaan penentuan shio sebagai tradisi yang dirayakan setiap Imlek. Semoga semangat dari legenda perlombaan shio dapat menjadi refleksi dan inspirasi untuk Ultimates dalam menyambut dan menjalani tahun yang baru. Selamat Tahun Baru Imlek 2026, Ultimates!
Penulis: Belva Putri Paramitha
Editor: Celine Valleri
Foto: pexels.com/Andy Lee
Sumber: andculture.org.uk. kompas.com





