• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Deepseek: AI Buatan Cina yang Mulai Mendunia

Belva Putri Paramitha by Belva Putri Paramitha
February 19, 2025
in Iptek
Reading Time: 2 mins read
Logo Deepseek AI (theverge.com/Cath Virginia)

Logo Deepseek AI (theverge.com/Cath Virginia)

0
SHARES
111
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Deepseek, aplikasi chatbot asal Cina, mulai mengambil perhatian dunia sebagai pesaing chatbot Artificial Intelligence (AI) lainnya seperti ChatGPT, Meta AI, dan Gemini.

Sejak peluncurannya pada 2023 lalu, Deepseek berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori aplikasi yang paling banyak diunduh di Appstore di berbagai negara termasuk Rusia dan Singapura, dilansir dari kompas.com. 

Baca juga: Kecerdasan Buatan AlphaGo Kalahkan Manusia, Pertanda Era Baru?

Hal ini menjadi perhatian bagi Amerika Serikat (AS) yang merupakan pemimpin industri AI. Banyak perusahaan teknologi asal AS yang mengalami penurunan stok akibat munculnya Deepseek. Melansir cnbcindonesia.com, angka pengguna ChatGPT mengalami penurunan dari 22,1 juta di Oktober 2024 ke 14,9 juta pada Kamis (06/02/25).

Popularitas Deepseek berasal dari mikrocip yang digunakan. Melansir bbc.com, Deepseek dapat menyamai kecepatan dan kekuatan model o1 OpenAI dengan separuh harga. Model ini mampu memproduksi gagasan dan jawaban secara bertahap, meniru pola pikir manusia asli dalam tugas seperti matematika dan koding. 

Perbandingan Deepseek dengan OpenAI dan MetaAI

Performa bukanlah satu-satunya hal yang ditawarkan oleh Deepseek. Perusahaan yang didirikan oleh Liang Wenfeng ini menyatakan bahwa biaya pelatihan model AI mereka hanya 5.6 miliar dolar AS Angka tersebut sangat rendah jika dibandingkan dengan 100 miliar dolar ASyang diestimasikan oleh aplikasi AI lainnya, dilansir dari forbes.com.

Selain itu, Deepseek juga menawarkan fitur sumber terbuka. Sumber terbuka memberikan banyak keuntungan seperti meningkatkan keamanan, menurunkan bias dalam algoritma, dan menurunkan biaya. Fitur ini dipromosikan pertama kali oleh Meta, tetapi diluncurkan terlebih dahulu oleh Deepseek.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Jadi Tema Konferensi Google I/O 2018

Performa, harga, dan fitur membuat Deepseek terlihat lebih unggul. Akan tetapi, chatbot ini tentunya tidak sempurna. Menurut news.sky.com, Deepseek mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang dianggap sensitif oleh pemerintah Cina. Salah satunya merupakan kejadian 1989 Tiananmen Square, tragedi yang menghasilkan dampak yang sangat kental sampai sekarang.

Deepseek masih membutuhkan ruang untuk perbaikan dan perkembangan. Layaknya pedang bermata dua, AI perlu digunakan dengan baik dan benar untuk mencapai manfaat maksimal. Jadi, apakah Ultimates tertarik untuk mencoba Deepseek?

 

 

Penulis: Belva Putri P.
Editor: Jessica Kannitha
Foto: theverge.com/Cath Virginia
Sumber: kompas.com, cnbcindonesia.com, bbc.com, forbes.com, news.sky.com

Tags: 2023AIAmerika SerikatArtificial IntellegenceChatGPTcinaDeepseekMeta AI
Belva Putri Paramitha

Belva Putri Paramitha

Related Posts

Pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). (kompas.com)
Iptek

Kelamnya Sejarah Revolusi Indonesia: Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)

May 9, 2025
Ilustrasi sorgum. (Pixabay/Bishnu Sarangi)
Iptek

Sorgum: Harapan Pangan Nasional di Tengah Krisis Iklim

May 7, 2025
Pameran model dan kerangka burung dodo di Museum of Natural History. (oumnh.ox.ac.uk)
Iptek

Jejak Terakhir Burung Dodo: Kisah dari Spesies yang Punah

April 29, 2025
Next Post
Ishaan Awasthi (Darsheel Safary) dan Ram Nikumbh (Aamir Khan) di film “Taare Zameen Par”. (imdb.com)

Taare Zameen Par Berikan Pesan Mendalam untuk Setiap Bintang di Bumi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + two =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021