• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, February 22, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Katherine Johnson, Perempuan Jenius yang Membawa NASA ke Bulan

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa by Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
November 17, 2025
in Iptek
Reading Time: 3 mins read
Potret Katherine Johnson di Pusat Penelitian Langley NASA pada 1980. (nasa.gov)

Potret Katherine Johnson di Pusat Penelitian Langley NASA pada 1980. (nasa.gov)

0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pada era di mana komputer elektronik masih dalam masa pertumbuhan, program luar angkasa Amerika Serikat (NASA) mengandalkan sekelompok perempuan dengan kecerdasan tinggi. Mereka dijuluki “Human Computers” (Komputer Manusia). Di antara para jenius tersembunyi ini, nama Katherine Johnson bersinar sebagai sosok yang kecerdasannya mengubah sejarah penerbangan luar angkasa.

Lahir pada 1918 di West Virginia, kecerdasan Johnson sudah tampak sejak kecil. Namun, tidak ada sekolah untuk kelompok ras minoritas yang menyediakan pendidikan tinggi di daerahnya sehingga keluarganya pindah agar Katherine dan saudara-saudaranya dapat terus bersekolah. Ia kemudian menyelesaikan kuliah pada usia 18 tahun dengan dua gelar, yaitu matematika dan bahasa Prancis.

Baca juga: Ada Lovelace dan Warisan Kepemimpinan Perempuan di Dunia Teknologi

Melansir tempo.co, Johnson bergabung dengan Komite Penasihat Nasional untuk Aeronautika (NACA), di Fasilitas Penelitian Langley, pada 1950-an. Ia bekerja di divisi West Area Computers, sebuah unit yang hanya diisi oleh perempuan Afrika-Amerika. Tugas mereka adalah melakukan perhitungan matematis yang rumit untuk program penerbangan luar angkasa.

Di tengah suasana kerja penuh diskriminasi, Johnson menunjukkan bahwa ia merupakan sosok yang sangat berharga. Ia memiliki keahlian luar biasa dalam menganalisis data, menguraikan persoalan geometri dalam bidang antariksa, serta memeriksa kembali perhitungan mesin dengan teliti.

Peran krusial Johnson terukir dalam sejarah pada 1962, menjelang misi bersejarah Friendship 7 yang akan menjadikan John Glenn sebagai astronot Amerika pertama yang mengorbit Bumi. NASA baru saja mulai menggunakan komputer elektronik untuk menghitung lintasan orbit, mengutip kumparan.com. 

Namun, Glenn dan rasa skeptisnya terhadap teknologi baru yang masih sering bermasalah, meminta agar perhitungan tersebut diverifikasi kembali. Ia mengajukan permintaan bahwa perhitungan itu harus diverifikasi oleh Katherine dan bahwa penerbangannya dapat dilakukan jika dinyatakan benar olehnya.

Johnson mengambil data yang diprogram ke komputer dan menghitung ulang seluruh lintasan orbit secara manual, menggunakan kalkulator desktop mekanik. Perhitungannya cocok, memberikan Glenn kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk terbang. 

Melansir biography.com, misi Glenn sukses besar, menandai titik balik penting bagi Amerika dalam space race. Kontribusinya tidak berhenti di situ. Johnson juga menghitung lintasan penting untuk misi Apollo 11 tahun 1969 yang membawa manusia pertama mendarat di Bulan, dan perhitungan yang menyelamatkan misi Apollo 13 setelah terjadi kerusakan di ruang angkasa.

Baca juga: Perjuangan Tiga Wanita dalam Hidden Figures

Kisah hidup Katherine Johnson, bersama Dorothy Vaughan dan Mary Jackson, diabadikan dalam film Hidden Figures (2016). Film ini memberikan pengakuan atas kontribusi mereka yang sebelumnya terlupakan. Ia pun menerima Presidential Medal of Freedom pada 2015, penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat.

 

 

Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Editor: Jessie Valencia

Foto: nasa.gov

Sumber: tempo.co, kumparan.com, biography.com

Tags: angkasakatherine johnsonNASAtokoh perempuan
Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Related Posts

Tiga Pasangan MBTI yang Mengubah Kerja Kelompok Jadi Lebih Produktif
Iptek

Tiga Pasangan MBTI yang Mengubah Kerja Kelompok Jadi Lebih Produktif

February 19, 2026
Ilustrasi kentang (Freepik/stockking)
Iptek

Mengapa Kentang Baik untuk Kesehatan? Ini Penjelasan dan Manfaatnya

February 12, 2026
Logo Kimi K2, AI chatbot buatan Cina terbaru. (smyth.os)
Iptek

Kimi K2 Thinking: AI Baru Cina yang Hancurkan Pasar AI

February 11, 2026
Next Post
Foto segelas matcha di atas meja. (freepik.com)

Matcha: Tidak Berasal dari Negeri Sakura, tetapi dari Tiongkok?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × three =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021