SERPONG, ULTIMAGZ.com – Kunyit sudah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bumbu berwarna kuning keemasan ini tidak hanya memberi warna dan aroma pada masakan, tetapi juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang telah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Di balik bentuknya yang sederhana, kunyit menyimpan kandungan senyawa aktif bernama kurkumin yang membuatnya istimewa.
Kunyit banyak digunakan dalam berbagai masakan Nusantara seperti gulai, rendang, opor, dan sejumlah sajian tradisional lainnya. Warna kuning cerah yang menjadi ciri khasnya berasal dari kurkumin. Senyawa ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, dilansir dari alodokter.com. Kurkumin bermanfaat untuk membantu meredakan peradangan, meningkatkan sistem imun, hingga berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Baca Juga: Daun Kelor, Superfood Lokal Kaya Nutrisi dan Manfaat Kesehatan
Dalam pengobatan tradisional, kunyit sering digunakan sebagai ramuan untuk meredakan nyeri haid, mengatasi gangguan lambung, dan membantu pemulihan tubuh. Mengutip hellosehat.com, manfaat tersebut banyak ditemukan pada jenis jamu kunyit asam yang juga dipercaya mampu meningkatkan stamina sekaligus menyegarkan tubuh. Aroma hangat dan rasa sedikit pahit menjadi karakter yang mudah dikenali dari olahan ini.
Baca Juga: Sorgum: Harapan Pangan Nasional di Tengah Krisis Iklim
Bumbu ini juga dimanfaatkan sebagai pewarna alami yang lebih aman dibandingkan pewarna sintetik. Melansir bobo.grid.id, banyak industri makanan dan minuman memilih kunyit untuk memberi warna pada kue, minuman herbal, hingga makanan ringan. Selain ramah lingkungan, bumbu dapur dengan warna kekuningan ini dianggap lebih sehat dan mudah ditemukan.
Walaupun memiliki banyak manfaat, penggunaan bumbu ini tetap perlu diperhatikan. Mengonsumsi bumbu dapur ini secara berlebihan dapat memicu iritasi lambung pada sebagian orang, dilansir dari ciputrahospital.com. Oleh sebab itu, penting untuk menggunakan kunyit dalam jumlah wajar dan menyesuaikannya dengan kondisi tubuh masing-masing.
Penulis: Clarisa Renata
Editor: Kezia Laurencia
Foto: Freepik/Jigsawstocker
Sumber: alodokter.com, hellosehat.com, bobo.grid.id, ciputrahospital.com





