SERPONG, ULTIMAGZ.com– Sejak 9 Februari 2026, Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang menyatakan bahwa air sungai Cisadane dan Kali Jaletreng tercemar. Pencemaran ini disebabkan oleh tumpahan bahan kimia (pestisida) dari kebakaran gudang di kawasan Taman Tekno Bumi Serpong Damai (BSD), Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Dengan pencemaran mengakibatkan ribuan ikan mati dan pasokan air bersih terganggu, apa yang harus Ultimates lakukan?
1. Hindari Pemborosan Air
Sungai Cisadane merupakan sumber air baku bagi masyarakat Tangerang. Pencemarannya telah meluas hingga 22,5 km pada Kamis (12/02/25), dilansir dari news.detik.com. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan air bersih di wilayah sekitar seperti Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Oleh karena itu, penggunaan air secara bijak menjadi langkah penting untuk memperpanjang ketersediaan air bersih. Dengan ini, masyarakat tetap dapat bertahan selama proses penanganan dan pemulihan dilakukan oleh pemerintah.
Baca juga: Air Hujan, Bisa Dikonsumsi atau Tidak?
2. Gunakkan Filter Air
Meskipun air yang mengalir dari keran terlihat bersih, tidak ada salahnya menggunakan filter air untuk keperluan seperti masak, mandi, dan cuci. Warga sekitar juga disarankan menggunakan filter air Reverse Osmosis (RO) jika saluran air mereka datang dari sungai Cisadane, dilansir dari kilat.com. Hal ini dapat mencegah kandungan pestisida yang ditemukan di sungai.
Baca juga: Lakukan 5 Cara Sederhana Ini Untuk Kurangi Limbah Makanan
3. Hindari Memakan Ikan
Melansir tempo.co, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari sungai Cisadane. Hal tersebut dikarenakan ikan yang hidup di air tercemar berpotensi menyerap racun ke dalam jaringan tubuhnya. Jika dikonsumsi, dampaknya bisa berupa keracunan akut (mual, muntah, diare, pusing, gangguan pernapasan), serta risiko jangka panjang seperti gangguan saraf, kerusakan organ, dan akumulasi racun dalam tubuh. Dalam kondisi pencemaran yang belum pulih, lebih aman untuk menunggu hingga kondisi sungai dinyatakan aman secara resmi sebelum kembali mengonsumsi ikan dari wilayah terdampak.
Dengan kondisi yang masih belum stabil, ada baiknya kita lebih berhati-hati soal air dan makanan yang dikonsumsi. Mulai dari hemat air sampai menggunakan filter, langkah-langkah kecil ini bisa jadi bentuk antisipasi sederhana sembari menunggu perkembangan terbaru terkait kondisi dan penanganan sungai.
Penulis: Belva Putri Paramitha
Editor: Celine Valleri
Foto: Dinas Kesehatan Kota Tangerang
Sumber: news.detik.com, kilat.com, tempo.co





