• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, April 9, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Theresa Kachindamoto: Kepala Suku yang Membatalkan Ribuan Pernikahan Dini

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa by Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
April 9, 2026
in Iptek, Lainnya
Reading Time: 2 mins read
Theresa Kachindamoto

Theresa Kachindamoto, berpose di halaman rumahnya pada 9 Januari 2024. (elpais.com)

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Di tengah patriarki yang kuat di Malawi, muncul sosok perempuan tangguh yang menggemparkan tatanan adat demi masa depan generasi muda. Theresa Kachindamoto, yang menyandang gelar Paramount Chief (Kepala Suku Tertinggi) di Distrik Dedza, telah menjadi simbol perlawanan global terhadap pernikahan dini. 

Melansir aljazeera.com, keberanian Kachindamoto dimulai ketika Kachindamoto diangkat menjadi pemimpin bagi lebih dari 900.000 orang pada 2003. Saat kembali ke kampung halamannya, ia terkejut melihat gadis-gadis berusia 12 tahun yang sudah menggendong bayi dan menjalankan peran sebagai istri. Di Malawi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai jalan keluar dari kemiskinan atau merupakan bagian dari ritual adat yang kontroversial.

Baca juga: Apa yang Perempuan Pakai Sebelum Ada Pembalut? Yuk, Intip Sejarahnya!

Marah, ia tidak tinggal diam. Kachindamoto mengambil langkah yang cukup berisiko. Ia menggunakan otoritas adatnya untuk membatalkan pernikahan yang melibatkan anak di bawah umur. Dalam tahun-tahun pertama kepemimpinannya, ia berhasil membatalkan lebih dari 3.500 pernikahan anak dan memastikan para gadis kembali ke bangku sekolah, dilansir dari girlsnotbrides.org.

Akan tetapi, keberhasilan Kachindamoto tidak datang tanpa hambatan. Melansir womensvoicesnow.org, ia sering mendapat ancaman pembunuhan dan penolakan keras dari para konservatif yang merasa hak adat mereka dijajah. Namun, ia menerapkan strategi yang sangat efektif:

Sanksi Tegas bagi Pemimpin Lokal

Ia memberitahu kepala desa yang melegalkan atau membiarkan pernikahan anak di wilayahnya untuk membatalkan pernikahan tersebut. Pada kesempatan lain, ia juga memberi sanksi untuk memberhentikan para pendeta dan kepala suku yang mendukung aksi ini.

Kampanye

Kachindamoto membentuk kelompok rahasia yang terdiri dari para ibu di desa untuk memantau dan melaporkan jika ada rencana pernikahan anak yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Selain itu, ia juga menginisiasikan kampanye untuk meyakinkan para orang tua agar tidak menikahkan anak-anak mereka di usia yang masih terlalu muda.

Reformasi Hukum Adat

Ia menandatangani kesepakatan dengan para pemimpin sub-suku untuk menghapus ritual yang menjurus pada aktivitas seksual dini dan melarang pernikahan di bawah usia 18 tahun pada 2017. Kesepakatan ini sudah ada jauh sebelum pemerintah pusat Malawi mengesahkan undang-undang serupa.

Baca juga: Mengenal Nellie Bly, Jurnalis Investigasi Pertama

Sosok pejuang kemanusiaan, Theresa Kachindamoto, meninggal pada 13 Agustus 2025. Ia menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Kamuzu Central, Lilongwe, pada usia 66 tahun. Namun, kepemimpinan Kachindamoto menjadi cetak biru (blueprint) bagi aktivis hak asasi manusia di Afrika. 

Semasa hidupnya Kachindamoto menginspirasi reformasi nasional dan memengaruhi perubahan kebijakan tentang pernikahan dini. Warisannya akan tetap hidup dalam diri anak-anak dan komunitas yang ia selamatkan. Hingga saat ini, sosok Theresa Kachindamoto masih menginspirasi generasi muda untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.

 

 

Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Editor: Celine Valleri

Foto: elpais.com

Sumber: aljazeera.com, girlsnotbrides.org, womensvoicesnow.org,

Tags: afrikaaktivisaktivismegerakan perempuanhak asasi manusiapemimpin perempuanperempuanpernikahan anakpernikahan diniTheresa Kachindamoto
Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Related Posts

Potret Perempuan di Jalan Reykjavik, Islandia, untuk Women’s Day Off (theguardian.com, Icelandic Women’s History Archives)
Budaya

Women’s Day Off: Ketika Semua Perempuan Berhenti Bekerja

April 1, 2026
Poster Spider-Man: Brand New Day (Marvel Studios)
Film

Tom Holland Kembali Berayun, Trailer Spider-Man: Brand New Day Raih 718 Juta Views dalam Sehari

March 29, 2026
Potret Nellie Bly saat melakukan perjalanan 72 hari, 1889-1990. (nashuproar.org)
Iptek

Mengenal Nellie Bly, Jurnalis Investigasi Pertama

March 25, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 1 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021