SERPONG, ULTIMAGZ.com — Pernahkah Ultimates merasa sulit berkonsentrasi ketika mengikuti berbagai macam pertemuan daring? Jika iya, itu merupakan tanda-tanda Ultimates mengalami zoom fatigue.
Dilansir dari psychologytoday.com, zoom fatigue merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelelahan, kecemasan, atau kekhawatiran akibat penggunaan platform virtual secara berlebihan. Platform virtual yang dimaksud tidak hanya terbatas pada Zoom saja. Aplikasi seperti Skype, Google Hangouts, dan Microsoft Teams juga termasuk.
Dilansir dari healthline.com, zoom fatigue memiliki gejala yang mirip dengan burnout seperti mudah lupa, sulit konsentrasi, mudah frustrasi dan marah terhadap rekan kerja, hingga gejala fisik seperti ketegangan otot dan insomnia.
Gejala lainnya yang mungkin dirasakan seperti menghindari mengikuti pertemuan daring, merasa lelah setelah pertemuan daring, dan gangguan terhadap kemampuan untuk melakukan pekerjaan merupakan tanda-tanda Ultimates menderita zoom fatigue.
Menurut Direktur Pendiri Lab Interaksi Manusia Virtual Stanford, Profesor Jeremy Bailenson terdapat empat alasan utama mengapa zoom fatigue dapat terjadi. Berikut keempat alasan tersebut dilansir dari news.stanford.edu.
- Kontak mata dari jarak dekat yang berlebihan
Dalam pertemuan daring, seseorang cenderung melakukan jumlah kontak mata yang tidak normal. Padahal pada pertemuan biasa, manusia tidak selalu menghabiskan waktu saling bertatapan dengan orang lain. Namun, pada pertemuan daring akan selalu ada berbagai pasang mata yang melihat ke arah kamera. Kontak mata dari para peserta lainnya yang berlebihan dapat menimbulkan rasa cemas. Selain itu, ukuran wajah yang muncul di layar Zoom dapat terlihat terlalu besar bagi para peserta sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
- Melihat diri sendiri selama pertemuan daring
Dalam aplikasi pertemuan daring biasanya tersedia panel yang menunjukkan bagaimana pengguna terlihat di depan kamera. Melihat panel tersebut secara terus-menerus terasa tidak alami. Bailenson menggambarkan hal tersebut seperti sedang berjalan sambil diikuti orang lain yang membawa cermin. Profesor di Stanford ini juga mengatakan ketika melihat cerminan diri maka seseorang akan menjadi lebih kritis terhadap diri sendiri.
- Pergerakan yang terbatas
Dalam pertemuan daring, kamera memiliki bidang pandang yang terbatas sehingga pengguna terpaksa harus berada di tempat yang sama agar terlihat di kamera. Hal tersebut membatasi pergerakan padahal menurut Bailenson ada penelitian yang mengatakan bahwa ketika orang bergerak maka kinerja kognitif mereka akan lebih baik.
- Kesulitan mengirim isyarat nonverbal
Dalam percakapan tatap muka, isyarat nonverbal merupakan salah satu hal yang sering dilakukan. Namun, semenjak beralih ke pertemuan daring, pengguna akan mengalami kesulitan ketika ingin mengirim isyarat nonverbal tersebut. Bailenson mengambil contoh ketika ingin menyetujui sesuatu seseorang harus mengangguk secara berlebihan atau mengacungkan jempol. Hal tersebut menambah beban kognitif karena pengguna harus berusaha lebih keras untuk mengirim dan menerima isyarat-isyarat tersebut.
Setelah mengetahui gejala dan alasan dari zoom fatigue ada baiknya Ultimates mengikuti solusi yang ditawarkan Bailenson untuk mengatasi masalah ini. Yuk simak infografik berikut!

Penulis: Louis Brighton Putramarvino
Editor: Jessica Elisabeth
Foto: pexels.com
Sumber: psychologytoday.com, healthline.com, news.stanford.edu
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?