SERPONG, ULTIMAGZ.com — Pandemi virus korona membatasi ruang gerak untuk jalan-jalan ke negara lain. Beberapa tempat umum terpaksa ditutup untuk menurunkan angka penularan virus korona, termasuk British Museum. Namun, jangan khawatir. Sekarang, Ultimates bisa berkunjung ke British Museum melalui layar laptop atau handphone saja, loh!
British Museum kini hadirkan tur virtual bekerja sama dengan Google Cultural Institute. Selain itu, salah satu museum tertua di Eropa ini juga bisa dikunjungi secara virtual dengan visual 360 derajat melalui Google Street View dan laman resmi.
Baca Juga: Jelajahi Museum Mancanegara Lewat Tur Virtual
Museum ini berdiri sejak 1753 di London, Inggris. Koleksinya berfokus pada sejarah dan kebudayaan manusia dari berbagai belahan dunia. Melalui situs resminya, ada sekitar delapan juta barang yang tersimpan di British Museum. Tetapi, hanya 80.000 koleksi yang dipajang secara bergilir karena kerapuhan objek.
Dipelopori menggunakan teknologi Web Graphic Library, Ultimates disuguhkan dengan laman web interaktif yang bisa dikontrol dengan kursor. Bagian kanan situs menunjukkan lini waktu berjarak dua ribu hingga dua juta tahun kehidupan manusia di bumi. Kotak kecil sebelah kiri membagi lima kategori artefak secara garis besar, yaitu art and design, living and dying, power and identity, religion and belief, serta trade and conflict.

Di tengah web, ada lima kolom dan warna yang dibagi berdasarkan kontinen. Warna kuning untuk artefak dari benua Afrika, oranye untuk Amerika, hijau untuk Asia, biru untuk Eropa, dan ungu untuk Oceania. Bulatan di atas kolom adalah ikon untuk artefak yang sesuai dengan kontinen asalnya dan waktu penggunaannya.
Jika meng-klik salah satu bulatan, Ultimates bisa melihat benda apa yang direpresentasikan. Informasi lain mengenai artefak juga tersedia dalam deskripsi singkat, audio dari kurator, peta artefak dalam zaman sekarang, dan artefak lain yang terkait.

Lebih dari tujuh ribu artefak koleksi British Museum yang tercantum dalam laman web. Ultimates bisa menemukan artefak paling tua berusia 2 juta tahun yang dimiliki oleh British Museum, yaitu flake (batu yang digunakan untuk memotong) zaman paleolitikum dari Olduvai, Afrika di kategori living and dying. Selain itu, ada juga Goodricke Cup, cawan perak dari era Renaissance di Inggris, Patung Sarvabuddhadaki, dewi kebijakan dan kekuatan Tibet, dan masih banyak objek lainnya.
Ultimates tidak dipungut biaya apapun untuk menikmati dokumentasi dua juta tahun kehidupan manusia. Jadi, apakah Ultimates tertarik mengunjungi laman British Museum? Klik tautan British Museum untuk mengakses langsung laman web.
Penulis: Jessica Elisabeth Gunawan
Editor: Andi Annisa Ivana Putri
Foto: britishmuseum.withgoogle.com, theguardian.com
Sumber: britishmuseum.withgoogle.com, britishmuseum.org