• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, January 7, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Jalan-jalan

Warga Semarang Sambut Kedatangan Sam Poo Tay Djien ke-620 Tahun

Jessica Kannitha by Jessica Kannitha
December 3, 2025
in Jalan-jalan
Reading Time: 2 mins read
Penampilan barongsai sebagai bentuk sambutan kedatangan Sam Poo Tay Djien ke-620 tahun di Klenteng Sam Poo Kong, Semarang. (ULTIMAGZ/Tiffany Michiko Putri)

Penampilan barongsai sebagai bentuk sambutan kedatangan Sam Poo Tay Djien ke-620 tahun di Klenteng Sam Poo Kong, Semarang. [foto id="381"]

0
SHARES
108
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SEMARANG, ULTIMAGZ.com — Perayaan kedatangan Sam Poo Tay Djien (Laksamana Cheng Ho) ke-620 tahun di Semarang mengundang rasa penasaran dan sukacita masyarakatnya. Acara tahunan ini menjadi sebuah budaya turun temurun yang tidak hanya berfokus pada perayaan kedatangan saja, melainkan juga mengajarkan beberapa hal tentang kehidupan.

Perjalanan arak-arakan di mulai sejak jam 5 pagi, dari Klenteng Tay Kak Sie menuju ke Klenteng Sam Poo Kong. Pada bagian depan rombongan, terdapat pengawalan dari polisi sebagai pengarah dan pembuka jalan. 

Baca juga: Kawah Ijen, Destinasi Wisata Jawa Timur dengan Sejuta Daya Tarik

Selain kibaran bendera Klenteng Tay Kak Sie, ada pula bendera Indonesia yang memimpin barisan. Acara ini dimeriahi dengan beberapa alat musik, KIO kongco, KIO kongco tamu, barongsai, liong, serta beberapa becak untuk membantu mengangkat barang, termasuk minuman, makanan ringan, dan beberapa atribut lainnya. 

Para peserta memulai perjalanan dengan berjalan kaki tanpa menggunakan transportasi umum apapun. Hal inilah yang membuat arak-arakan kedatangan Sam Poo Tay Djien menjadi spesial. Mereka berjalan sembari menyemangati, tertawa, bahkan menolong satu sama lain.

Di balik kemeriahannya, perayaan ini mengajarkan bahwa setiap manusia merupakan makhluk hidup yang membutuhkan orang lain. Rasa saling menghormati dan tolong menolong pun akan menciptakan kedamaian.

Para relawan pengangkat KIO Kongcho dalam perjalanan penyambutan Laksamana Cheng Ho. (ULTIMAGZ/Tiffany Michiko Putri)
Para relawan pengangkat KIO Kongcho dalam perjalanan penyambutan Laksamana Cheng Ho. [foto id=”381″]
Selama perjalanan berlangsung, masyarakat tak hanya dapat menonton saja. Dengan diawasi oleh panitia, masyarakat juga dapat mencoba mengangkat KIO kongco. 

Sebelum memasuki wilayah Sam Poo Kong kedua naga, pihak Djien Gie dan Sam Poo Kong saling memberikan salam satu sama lain sebagai tanda hormat dan mempersilahkan masuk. Selain itu, terdapat pertunjukan oleh anak-anak untuk menghibur masyarakat yang tengah beristirahat, seperti kisah tari Capung. Penampilan naga, liong, dan gedawangan oleh masyarakat yang masih dalam tahap pelatihan menjadi sarana penanaman nilai budaya sejak dini agar terus terjaga.

Baca juga: Mudik Lebih Nyaman: KAI Tambah Dua Kereta Menuju Malang

Dalam perjalanan kembali ke Klenteng Tay Kak Sie, rombongan tetap berada di barisan yang sama, namun setiap kelenteng yang dilewati diberi penghormatan melalui penampilan singkat. Akhirnya, rangkaian acara penyambutan Sam Poo Tay Djien (Laksamana Cheng Ho) ke-620 tahun ditutup dengan pertunjukan akhir di Klenteng Tay Kak Sie.

Rangkaian acara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga merupakan upaya untuk menjaga dan mewariskan budaya kepada generasi muda. Semangat kebersamaan inilah yang menjadikan perayaan tahunan di Semarang ini tetap hidup hingga kini.

 

 

Penulis: Tiffany Michiko Putri

Editor: Jessica Kannitha

Foto: ULTIMAGZ/Tiffany Michiko Putri

Tags: agamaarak-arakanbudayaJawajawa tengahkebudayaanklentengkonghuculaksamana cheng hoPerayaansam poo tay djiensemarangtradisiwarga semarang
Jessica Kannitha

Jessica Kannitha

Related Posts

Potret walang atau belalang goreng di atas daun hijau. (create.vista.com)
Iptek

Walang Goreng, Hidangan Belalang Khas Yogyakarta

December 16, 2025
Potret bangunan Toko Merah, salah satu bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua. (kompas.com/Zeta Zahid Yassa)
Jalan-jalan

Intip Beragam Tempat Bersejarah yang Jarang Diketahui di Jakarta

December 10, 2025
Pasar Subuh Senen
Hiburan

Pasar Subuh Senen: Menyusuri Jejak Jajanan Tradisional

December 5, 2025
Next Post
Perpindahan calon mahasiswa baru dari lapangan parkir UMN menuju kelas untuk rangkaian kegiatan OMB UMN 2025 selanjutnya. (ULTIMAGZ/Sofhi Srieky Tiambun)

Penjelajahan Hari 1 OMB UMN 2025: Setiap Proses Punya Kisah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 1 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021