Akhir Kisah Meme ‘Pepe The Frog’

Meme 'Pepe the Frog' 'disemayamkan' oleh penciptanya sendiri setelah sering digunakan untuk menyinggung hal-hal sensitif.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Matt Furie selaku kreator meme ‘Pepe The Frog’ memutuskan untuk ‘mengakhiri hidup’ karyanya tersebut. Tindakan ini dilakukan oleh Matt sebagai ungkapan kekecewaan, setelah ia melihat meme dengan ilustrasi kodok hijau itu banyak disalahgunakan oleh kaum pendukung supremasi kulit putih dan ‘Neo-Nazi’ selama masa kampanye pemilihan presiden Amerika yang lalu.

Dalam sebuah komik pendek yang diciptakan oleh Matt, ia menggambarkan bahwa si kodok telah mati setelah terus digunakan sebagai bentuk ilustrasi oleh orang-orang yang ingin menebar kebencian. Unsur humor tetap diselipkan dengan memperlihatkan tokoh-tokoh lain dalam karya ‘Boy’s Club‘ milik Matt yang justru mengguyur mayat Pepe yang terbaring di peti mati dengan menggunakan bir.C_KJ2L4WsAAynAd

Dalam persaingan menuju kursi nomor satu di Amerika beberapa waktu lalu, meme Pepe memang sering digunakan dan disangkutpautkan dengan hal-hal sensitif, bahkan muka Pepe kerap diedit untuk menyamai muka tokoh kontroversial seperti Adolf Hitler ataupun Donald Trump. Penggunaan meme secara vandal ini bahkan membuat perserikatan anti fitnah di Amerika memasukkan Pepe ke daftar lambang yang mengandung unsur kebencian, berjajar dengan lambang lain seperti swastika dan ‘salib tetesan darah’.

Meme Pepe ini sendiri baru mulai terkenal pada tahun 2010 sebagai simbol ‘trolling‘ setelah sebelumnya dibuat dan dipopulerkan terlebih dahulu di Myspace lima tahun sebelumnya. Tidak ada maksud jelas dari meme ini di samping ekspresinya yang menampakkan sebuah senyuman dengan mata terpicing, tetapi ekspresinya itulah yang menyebabkan meme ini banyak dijadikan bahan guyonan oleh para pengguna internet.

Penulis: Gilang Fajar Septian

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Sumber: twitter.com, bbc.com, buzzfeed.com

Foto: knowyourmeme.com, twitter.com