• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Friday, February 27, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Bed rotting, Perawatan Diri Lewat Tidur Ala Gen Z

Faith Terresa Tiominar Tambunan by Faith Terresa Tiominar Tambunan
February 27, 2026
in Iptek, Lifestyle
Reading Time: 4 mins read
Ilustrasi lelaki di atas kasur sedang bed rotting.

Ilustrasi seseorang melakukan bed rotting. (freepik.com)

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Akhir-akhir ini tren bed rotting mulai naik dan diperbincangkan di media sosial. Beberapa unggahan menyampaikan bahwa bed rotting merupakan hal yang baik bagi mental, tetapi ada juga yang membantahnya. Namun, apa sebenarnya bed rotting dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi seseorang?

Melansir cbsnews.com, bed rotting adalah istilah yang dipakai oleh Gen Z dengan artian lebih memilih untuk tetap berada di tempat tidur sepanjang hari sebagai bagian dari perawatan diri. Aktivitas yang biasanya dilakukan tidak jauh-jauh dari bermain media sosial, menonton film, atau hanya menghabiskan waktu dengan tidur. Pada intinya, bed rotting dilakukan untuk beristirahat dari beban yang orang tersebut miliki.

Baca juga: Doomscrolling, Kegiatan yang Menggerus Kesehatan Mental

Saat bed rotting, orang tersebut melepaskan segala kecemasan dan stres yang ia punya untuk mengistirahatkan pikiran dan badan. Kembali mengutip CBS, Vannesa Hill seorang sleep scientist, mengatakan bahwa bed rotting dapat membantu mengelola rasa stres. 

“Bagi banyak orang, ini bisa menjadi semacam manajemen stres sehingga dapat sangat membantu mengatasi perasaan kewalahan ketika mereka benar-benar stres tentang pekerjaan atau apa pun yang terjadi dalam hidupnya,” ujar Vannesa.

Menurut Dr. Rishi Gautam, ketua departemen psikiatri di LifeBridge Health, bed rotting dapat membawa dampak yang signifikan bagi yang melakukannya. Meskipun dilakukan dengan tujuan positif sebagai bentuk kepedulian pada mental dan tubuh, aktivitas ini dapat berdampak buruk. Ketika bed rotting tidak dilakukan dengan kontrol yang baik, efeknya sangat merugikan dan serius.

“Jika tidak dilakukan dengan moderasi, atau tidak dilakukan dengan kesadaran akan bagaimana hal itu dapat berpengaruh dalam jangka panjang, hal itu dapat menjadi sebuah masalah,” ucap Dr. Rishi kepada CBS.

Melansir psychologytoday.com, berbaring di tempat tidur berjam-jam dapat berdampak buruk pada kesehatan, terutama pada orang yang memiliki riwayat penyakit mental. Hal ini dikarenakan bed rotting bisa menimbulkan masalah baru pada seseorang dengan beberapa cara seperti berikut ini:

  • Tetap berada di tempat tidur saat terjaga dapat mengganggu tidur dan menyebabkan insomnia. Penting untuk mengaitkan tempat tidur dengan aktivitas tidur, bukan tempat untuk bekerja, makan, menonton TV, atau hanya tetap terjaga. Jika tidak, hal akan melatih otak untuk tetap terjaga saat berada di tempat tidur.
  • Kurangnya aktivitas fisik dapat berkontribusi pada depresi dan kecemasan. Semakin lama berdiam diri memperbesar risiko mengembangkan atau memperburuk kecemasan atau depresi. Hal ini yang dapat mengurangi motivasi dan memicu kelelahan. Jadi, meskipun tergoda untuk tetap berbaring di tempat tidur, pengobatan yang efektif untuk depresi biasanya mencakup aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pemecahan masalah.
  • Merenung meningkatkan masalah kesehatan mental. Tanpa rangsangan apa pun, seseorang mungkin lebih cenderung mengulang percakapan yang sudah terjadi, merenungkan masalah, atau memikirkan hal yang sama berulang kali. Merenungkan stres atau kejadian negatif dapat memperburuk berbagai masalah kesehatan mental: depresi, PTSD, gangguan kecemasan, gangguan makan, gejala somatik, hingga gangguan penggunaan zat.
  • Menghindari masalah justru menambah stres. Jika seseorang stres karena kesulitan membayar tagihan atau merasa kewalahan dengan daftar tugas yang tak kunjung habis, beristirahat di tempat tidur mungkin memberi Anda sedikit kelegaan sementara. Tetapi pelarian dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah yang sebenarnya menyebabkan kesusahan orang tersebut. Hal itu hanya akan memperpanjang waktu penyelesaiannya dan menambah kesusahan jangka panjang.
  • Waktu luang dapat menyebabkan peningkatan waktu menatap layar. Tanpa adanya rangsangan, banyak orang secara otomatis meraih ponsel atau laptop mereka. Namun, waktu menatap layar yang berlebihan kemungkinan besar tidak akan membawa pemulihan. Bahkan, hal itu dapat berpotensi menyebabkan stres.

Baca juga: Sulit Tidur, Ini Beberapa Tips Agar Tidur Lebih Berkualitas

Oleh karena itu, kegiatan bed rotting ini perlu dilakukan dengan moderasi dan kontrol yang baik. Melansir health.com, Dr. Ryan Sultan, asisten profesor psikiatri klinis di Universitas Columbia menyampaikan beberapa cara untuk bed rotting dengan aman.

Hal yang pertama adalah memanfaatkan waktu istirahat untuk aktivitas yang menyenangkan bagi diri. Selanjutnya, hal kedua ini diperlukan agar kegiatan tetap terkontrol yaitu dengan  menetapkan batasan waktu untuk mencegah terlalu lama berbaring di tempat tidur. Hal yang terakhir adalah dengan tidak menjadikannya kebiasaan untuk dilakukan dalam jangka waktu yang berdekatan.

 

 

Penulis: Faith Terresa Tiominar Tambunan

Editor: Reza Farwan

Foto: freepik.com

Sumber: cbsnews.com, psychologytoday.com, health.com

Tags: bed rottingGen Zistilahperawatan diritidur
Faith Terresa Tiominar Tambunan

Faith Terresa Tiominar Tambunan

Related Posts

tercemar
Iptek

Sumber Air di Serpong Tercemar, Inilah 3 Hal yang Perlu Diketahui

February 26, 2026
Shio
Budaya

Kenali Cerita “The Great Race”: Perlombaan 12 Shio Tiongkok

February 25, 2026
Ilustrasi Media Sosial X (kompas.com)
Iptek

Centang Biru X: Tempat Mencari Uang Baru?

February 24, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − 3 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021