• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ecobrick, Bukti Kreativitas Selamatkan Lingkungan

Ariefiani Elfrida Mastina Harahap by Ariefiani Elfrida Mastina Harahap
March 27, 2017
in Lifestyle
Reading Time: 2 mins read
Ecobrick, Bukti Kreativitas Selamatkan Lingkungan

Ecobrick hasil pemanfaatan botol dan sampah plastik.

0
SHARES
8.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Selama ini banyak pengolahan sampah plastik yang tidak ramah lingkungan, salah satunya dengan membakarnya. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan molekul dioxin yang beracun yang selanjutnya dapat dibawa oleh hujan dan dapat meracuni sumber air.

Russel Maier, pemerhati lingkungan asal Kanada memperkenalkan metode baru pengolahan sampah plastik. Metode pengolahan plastik yang kreatif itu bernama Ecobrick yang dapat menghasilkan berbagai barang bermanfaat.

Kursi dan meja hasil pemanfaatan ecobrick.
Kursi dan meja hasil pemanfaatan ecobrick.

Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan terbuat dari botol yang diisi dengan sampah plastik hingga padat. Pembuatan Ecobrick sendiri ternyata tidak sebentar. Walaupun prosesnya terlihat sederhana, sebuah botol plastik ukuran 600 mililiter dapat diisi sekitar 250 gram sampah plastik atau setara dengan 2500 lembar plastik bungkus mie instan. Telah banyak workshop yang dilakukan Russel dan teman-temannya di Indonesia guna memperkenalkan masyarakat tentang metode Ecobrick in, salah satu acara yang memperkenalkan metode ini adalah East Java Ecobrick Expedition yang dimulai awal Februari 2017 lalu.

Botol-botol  hasil Ecobrick sendiri dapat dirangkai dengan lem dan dibentuk menjadi kursi, meja, dan bahkan bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuat tembok selayaknya batu bata. Russel mengaku dirinya bersama teman-temannya telah mampu membuat rumah, taman, meja, dan kursi di Filipina dengan metode ini. Metode ini sendiri juga membantu mengurangi sampah individu, rumah tangga, dan masyarakat luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

rumah dengan dinding ecobrick.
Rumah dengan dinding ecobrick.

Mengingat cara yang mudah dan biaya yang terjangkau, Ecobrick sangat cocok untuk dilakukan di Indonesia. Pada tahun 2016 lalu Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Adanya metode Ecobrick ini dapat menjadi salah satu solusi Indonesia meninggalkan “prestasi” tersebut.

Penulis: Ariefiani Elfrida Mastina Harahap

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: wikipedia.org, designindaba.com, russs.net

Sumber: bali.tribunnews.com, ecobricks.org, klikfakta.org

Tags: 2017ecobrickfebruariIndonesiakanadamaretrumahsampahultimagz
Ariefiani Elfrida Mastina Harahap

Ariefiani Elfrida Mastina Harahap

Related Posts

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa
Kuliner

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa

July 16, 2025
Kopi yang berasal dari feses gajah. (antaranews.com)
Lifestyle

Dari Feses Gajah ke Cangkir Kopi: Cerita di Balik Kopi Ivory

July 16, 2025
Potret salah satu bahan sushi, kani. (istockphoto.com)
Lifestyle

Sushi Kani Ternyata Bukan Kani, tapi Surimi? Ini Faktanya!

July 16, 2025
Next Post
rumah generasi milenial

Generasi Milenial Jakarta Terancam Sulit Beli Rumah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021