• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Perempuan ‘Pick Me’, Ketika Validasi Lelaki Dianggap Esensial

Kristy Charissa Lee by Kristy Charissa Lee
November 20, 2024
in Lifestyle
Reading Time: 4 mins read
Perempuan pick me

Ilustrasi ironi perempuan ‘pick me’. (Foto:babelfish.asia)

0
SHARES
259
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Ultimates mungkin pernah mendengar istilah pick me. Melansir detik.com, pick me adalah seseorang yang berusaha membuat lawan jenis terkesan dengan menyatakan bahwa ia berbeda. 

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, istilah tersebut berarti “pilih aku”. Istilah ini pertama kali naik daun akibat karakter Meredith Grey (Ellen Pompeo) dalam serial televisi Grey’s Anatomy (2005), dilansir dari edition.cnn.com.

Baca juga: Standar Ganda Gender di Dunia Selebriti Terus Merugikan Perempuan

“Pilih aku, cintai aku,” ujar karakter Pompeo ketika memohon Derek Shepherd (Patrick Dempsey) untuk meninggalkan istrinya. 

Dialog tersebut kemudian mendorong lahirnya istilah perempuan pick me di media sosial. Meskipun pick me dapat ditujukan kepada lelaki, istilah ini lebih sering digunakan untuk perempuan.

Panggilan perempuan pick me pertama muncul di media sosial X pada 2016, dikutip dari studlife.com. Perempuan pick me kerap tidak suka berdandan dan bergaya feminin. Namun, hal tersebut memiliki niat tersembunyi. Mengutip cosmopolitan.com, perempuan pick me menyesuaikan sifat mereka agar menarik perhatian lelaki.

Seorang perempuan pick me sering bercerita mengenai perbedaannya dengan teman perempuannya. Hal ini dilakukan dengan merendahkan minat dan gaya temannya, dilansir dari satupersen.net.

Alasan mengapa fenomena ini muncul di kalangan perempuan adalah karena misogini yang terinternalisasi, dilansir dari klikdokter.com. Hal ini berarti perempuan pick me, secara tidak sadar, menerima stereotip seksis. Stereotip seksis ini berupa pandangan bahwa wanita harus feminin dan lemah lembut. 

Menurut Amy Rosenbluth, sebagian perempuan memisahkan diri mereka dari stereotip itu demi merasa superior dari perempuan lain, dikutip dari gramedia.com. Perempuan pick me mengira dengan merendahkan perempuan lain, mereka akan diterima oleh lelaki. Lantas, bagaimana seseorang bisa menghentikan kebiasaan pick me?

Menurut psikologis klinik Dr. Sabrina Romanoff, perempuan harus hidup jujur dengan dirinya sendiri tanpa memerlukan validasi lelaki, dikutip dari verywellmind.com. Perempuan harus memberi jarak antar diri mereka dan keinginan untuk segera berpacaran.

Perilaku pick me secara terus mereka malah akan mendorong stereotip negatif baru. Mengutip orami.co.id, perilaku pick me juga dapat memperkuat dinamika persaingan yang tidak sehat antarperempuan. Hal ini dikarenakan perilaku tersebut mendorong adu domba antarperempuan demi validasi lelaki.

Baca juga: Mengenal Self-Love, Seni Mencintai Diri Sendiri

Melansir kompasiana.com, perilaku pick me juga dapat merugikan diri sendiri. Pengorbanan diri yang sebenarnya demi validasi lelaki bisa menimbulkan rasa minder. Selain itu, orang-orang dengan perilaku ini juga akan kesulitan menjalin pertemanan dengan perempuan lain karena sering merendahkan mereka.

Perempuan harus menyadari bahwa keberadaan mereka tidak perlu dipusatkan kepada seorang pria. Hal ini akan berpengaruh pada kepribadian yang teguh dengan sendiri tanpa bergantung dengan validasi lelaki.

 

 

Penulis: Kristy Charissa Lee

Editor: Jessie Valencia

Sumber: detik.com, edition.cnn.com, studlife.com, cosmopolitan.com, satupersen.net, klikdokter.com, gramedia.com, verywellmind.com, kompasiana.com

Foto: Babelfish.asia

Tags: internalized misogynymisogini terinternalisasiperempuan pick mepick mepick-me girlsabrina romanoff
Kristy Charissa Lee

Kristy Charissa Lee

Related Posts

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa
Kuliner

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa

July 16, 2025
Kopi yang berasal dari feses gajah. (antaranews.com)
Lifestyle

Dari Feses Gajah ke Cangkir Kopi: Cerita di Balik Kopi Ivory

July 16, 2025
Potret salah satu bahan sushi, kani. (istockphoto.com)
Lifestyle

Sushi Kani Ternyata Bukan Kani, tapi Surimi? Ini Faktanya!

July 16, 2025
Next Post
Poster Family by Choice. (Viu)

Family by Choice: Keluarga Tidak Selalu tentang Hubungan Darah

Comments 6

  1. مگاپاری ثبت نام says:
    7 months ago

    I haven?¦t checked in here for some time as I thought it was getting boring, but the last several posts are good quality so I guess I will add you back to my everyday bloglist. You deserve it my friend 🙂

    Reply
  2. دانلود takbet says:
    7 months ago

    Those are yours alright! . We at least need to get these people stealing images to start blogging! They probably just did a image search and grabbed them. They look good though!

    Reply
  3. وان ایکس بت says:
    7 months ago

    Do you mind if I quote a couple of your posts as long as I provide credit and sources back to your webpage? My blog is in the exact same niche as yours and my users would certainly benefit from a lot of the information you present here. Please let me know if this okay with you. Regards!

    Reply
  4. limousine service says:
    7 months ago

    Absolutely written subject matter, Really enjoyed looking through.

    Reply
  5. Branded designs says:
    9 months ago

    Hey very nice website!! Man .. Excellent .. Amazing .. I will bookmark your website and take the feeds also…I’m happy to find so many useful info here in the post, we need work out more strategies in this regard, thanks for sharing. . . . . .

    Reply
  6. Kecia Dold says:
    9 months ago

    F*ckin¦ awesome things here. I am very happy to look your article. Thank you a lot and i am looking forward to contact you. Will you please drop me a e-mail?

    Reply

Leave a Reply to Branded designs Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 5 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021