“Tote Bag” Pengganti Kantong Plastik Ternyata Punya Sisi Buruk

Ilustrasi Tote Bag (Foto : kompas.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Salah satu alternatif pengganti kantong plastik adalah tas jinjing (tote bag) yang dapat digunakan berulang kali. Namun, ternyata tote bag memiliki sisi buruk apabila digunakan.

Dalam skala penggunaanya, tote bag dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan kantong plastik. Akan tetapi, tote bag membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat didaur ulang.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Makanan Denmark menjelaskan bahwa kantong plastik lebih baik dibandingkan dengan tote bag yang terbuat dari katun. Berdasarkan hasil penelitian, bahan ini menjadi pilihan terburuk di antara bahan lainnya.

“Tergantung pada komposisinya, tas yang dipakai berulang itu membutuhkan proses daur ulang yang lebih mahal untuk memisahkan materialnya yang berbeda–beda. Konsekuensinya, tas yang bisa dipakai berulang itu tidak didaur ulang,” menurut laporan dari program lingkungan PBB yang dikutip dari Kompas.com.

Laporan ini mengklasifikasikan tote bag ke dalam kategori bahan yang mengancam kerusakan lingkungan ke depannya. Walaupun digadang-gadang akan menggantikan kantong plastik, tote bag akan tetap merusak lingkungan apabila berakhir di tempat sampah.

Alasan lain tote bag kanvas ataupun katun kurang ramah lingkungan adalah karena dalam pembuatan tote bag ini menggunakan kapas, di mana hal ini membutuhkan lebih banyak energi dan air dalam pembuatannya.

Terlepas dari pilihan kantong plastik atau tote bag, semua tergantung pada konsumen. Gunakanlah tote bag secara maksimal hingga tak dapat digunakan lagi. Bila sudah terlanjur membeli banyak tote bag, Ultimates bisa menyumbangkannya untuk orang lain agar tidak segera berakhir di tempat sampah.

 

Penulis: Fabio Nainggolan

Editor: Ivan Jonathan

Foto: kompas.com

Sumber: kompas.com, parenting.orami.co.id.