• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Monday, March 23, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Petani Gurem: Pahlawan Pangan di Lahan Sempit

Jemima Anasya Rachman by Jemima Anasya Rachman
March 23, 2026
in Iptek, Lainnya, Lingkungan
Reading Time: 5 mins read
petani gurem

Potret petani mengolah lahan. (pdiperjuangan-jatim.com)

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ .com – Petani gurem adalah wajah yang merefleksikan keadaan pangan Indonesia. Bayangkan seorang pria tua di pinggiran desa, mencangkul tanah yang luasnya tidak lebih dari setengah lapangan sepak bola. Di tengah banyaknya mekanisme pertanian modern, mereka tetap menggunakan alat sederhana, berjuang dengan kenaikan harga pupuk, dan cuaca yang tak menentu. 

Ironisnya, meskipun mereka merupakan tulang punggung yang memastikan piring nasi masyarakat terisi, kehidupan mereka berada di ambang batas kecukupan. Petani gurem merupakan petani yang mengelola lahan pertanian kurang dari 0,5 hektar. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 62 persen petani Indonesia kini berstatus Gurem. 

Baca juga: 3 Lemak Hewan yang Ternyata Bermanfaat Untuk Kulit

Dalam kurun waktu satu dekade (2013-2023), jumlah rumah tangga petani gurem melonjak dari 14,62 juta menjadi 17,24 juta. Kenaikan sebesar 3 juta rumah tangga ini mencerminkan banyaknya keluarga petani yang harus bergantung pada lahan yang semakin sempit. Hal tersebut secara langsung menurunkan produktivitas dan pendapatan ekonomi mereka, dilansir dari kompas.com .

Tantangan yang dihadapi petani gurem merupakan permasalahan struktural yang mendalam, mereka terjebak dalam lingkaran kemiskinan akibat minimnya akses sumber daya produktif. Selain harus bertahan dengan lahan yang luasnya terus terpecah, mereka menghadapi kendala dalam akses modal dan ketergantungan pada tengkulak. Biaya produksi yang melonjak tidak sebanding dengan harga jual hasil panen yang menurun, diperparah oleh minimalnya perlindungan harga dari pemerintah bagi produsen kecil. 

Petani gurem menjaga kelangsungan pangan nasional karena gigih dalam memproduksi komoditas pangan pokok lokal ketika lahan-lahan mulai berfungsi menjadi sektor industri. Keberadaan mereka memastikan rantai pasok pangan masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman krisis global. Jika kesejahteraan petani diabaikan, fondasi ketahanan pangan nasional perlahan akan runtuh, dilansir dari tempo.co . 

Harapan besar kini muncul pada hadirnya kebijakan yang berpihak, yaitu adanya regulasi khusus yang mampu memberikan perlindungan nyata bagi petani gurem. Hal tersebut bertujuan agar mereka dapat keluar dari perangkap kemiskinan. 

Baca juga: Penerima Penghargaan LPDP Viral Berujung Masuk Daftar Hitam Pemerintahan

Kuncinya berupa langkah-langkah strategi seperti redistribusi lahan melalui reformasi agraria, penyediaan fasilitas berbunga rendah, dan asuransi pertanian. Selain itu juga penyediaan bantuan alat mesin pertanian dan bibit unggul yang diharapkan dapat mengubah mereka menjadi petani komersial dengan posisi tawar lebih kuat, dilansir dari kabarbisnis.com .

Keberadaan jutaan petani gurem merupakan refleksi dari ketahanan sekaligus ketimpangan yang nyata di bidang pertanian Indonesia. Mereka merupakan pahlawan pangan yang mengolah tanah meski dalam keterbatasan lahan dan modal. Sudah saatnya perhatian masyarakat dan kebijakan pemerintah tidak lagi menggiring mereka agar ketahanan pangan nasional berdiri di atas kesejahteraan pengolahnya.

 

Penulis: Jemima Anasya R.

Editor: Kezia Laurensia

Foto: Pdiperjuangan-jatim.com

Sumber: kompas.com, tempo.co, kabarbisnis.com.

Tags: bahan pangandiversifikasi panganGarda Panganhari panganhari pangan nasionalhari pangan seduniakeamanan panganKeberlanjutan pangan Indonesiaketahanan panganketimpangan
Jemima Anasya Rachman

Jemima Anasya Rachman

Related Posts

Blok M Square di Blok M. (garuda.tv)
Iptek

Surga Kuliner: Mengapa Blok M Tak Pernah Sepi

March 23, 2026
Perempuan mesir dahulu menggunakan kapas yang dilapisi dengan kertas papirus. (thewomensorganisation.org.uk)
Iptek

Apa yang Perempuan Pakai Sebelum Ada Pembalut? Yuk, Intip Sejarahnya!

March 21, 2026
Poster Danur 4: Senjakala. (harapanrakyat.com)
Film

Segala Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Danur 4: Senjakala

March 21, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021