• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Olahraga

Kathrine Switzer: Pelari Wanita Pertama yang Menaklukkan Maraton Boston

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa by Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
March 12, 2025
in Olahraga
Reading Time: 3 mins read
Kathrine Switzer berlari di tengah kerumunan pelari pria, 1967. (skysports.com)

Kathrine Switzer berlari di tengah kerumunan pelari pria, 1967. (skysports.com)

0
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pada April 1967, Kathrine Switzer menjadi wanita pertama yang berlari di Maraton Boston. Pada saat itu, masyarakat masih tidak memiliki kepercayaan bahwa wanita mampu berlari lebih dari 1,5 mil. Tindakan Kathrine pada maraton ini tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga mengubah sejarah olahraga.

Kathrine Virginia Switzer lahir pada 5 Januari 1947 di Amberg, Jerman. Kathrine pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya pada 1949 dan dibesarkan di Fairfax County, Virginia. Di sana, ia menemukan kegemaran dalam dunia olahraga sejak remaja. Selain bermain hoki dan bola basket, Kathrine berlari sejauh satu mil setiap hari, menikmati kebugaran yang diperoleh dari berlari.

Baca juga: Mengenang Putri Diana: Ikon Cinta, Keberanian, dan Kemanusiaan

Melansir nyrr.org, saat menempuh pendidikan di Lynchburg College, Kathrine mulai berlari dan mengikuti kompetisi lari jarak pendek yang tersedia bagi perempuan saat itu. Setelah pindah ke Syracuse University pada 1966, ia mulai menambah jarak larinya.

Pelatihnya saat itu bernama Arnie Briggs yang berusia 50 tahun. Briggs merasa senang melihat ada wanita seperti Kathrine yang bergabung dengan timnya. Meskipun demikian, mengutip kathrineswitzer.com, Arnie meyakini bahwa lari jarak jauh tidak cocok untuk perempuan karena dianggap terlalu berat dan berpotensi membahayakan tubuh mereka.

Kathrine memutuskan untuk tetap berpartisipasi dalam Boston Marathon karena tidak ada aturan yang secara eksplisit melarang partisipasi perempuan. Dia kemudian mendaftar untuk lomba lari maraton tahun 1967 dan menggunakan nama K. V. Switzer, nama yang selalu ia gunakan untuk bekerja. 

Masih mengutip kathrineswitzer.com, setelah maraton dimulai, Kathrine menghadapi beberapa tantangan baik secara fisik maupun mental. Tidak hanya harus menghadapi kondisi tubuh yang perlahan-lahan lelah, tetapi juga penahanan dari pelari lain bahkan direktur lomba maraton tersebut, Jock Semple. Di sekitar mil ke-4, Semple melompat keluar dari truk wartawan dan langsung menghampiri Kathrine.

Jock Semple mencoba merobek bib (kertas atau kain yang berisikan nomor untuk membedakan peserta) bagian depan dan belakang kaus Kathrine dan membuatnya ketakutan saat kejadian itu terjadi. Sang pelatih, Arnie Briggs, mencoba meyakinkan Semple bahwa Kathriene layak mengikuti lomba, tetapi tidak berhasil. Kekasih Kathrine saat itu, Tom Miller, mencoba untuk membantu menghalangi Jock Semple dan akhirnya, Kathrine bisa melanjutkan maraton dan mencetak sejarah.

Melansir beautynesia.id, meskipun Kathrine tidak diizinkan untuk meraih medali, aksinya telah membuka jalan bagi partisipasi resmi perempuan dalam maraton. Lima tahun setelahnya, pada 1972, Maraton Boston secara resmi mengizinkan perempuan untuk berlomba. Jock Semple, meskipun tidak pernah meminta maaf secara langsung, akhirnya mengakui pencapaian Switzer pada 1973.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional: Kulik Lima Tokoh Perempuan Inspiratif dalam Sejarah Sains Dunia

Kathrine menerima banyak prestasi dan penghargaan, di antaranya adalah New York State Regents Medal of Excellence dan Billie Jean King Award dari Women’s Sports Foundation. Ia kemudian menjadi seorang anggota National Distance Running Hall of Fame dan The National Women’s Hall of Fame. Pada 1997, Kathrine merilis buku pertamanya, Running & Walking For Women Over 40 dan pada 2007, ia kembali dengan menulis memoar Marathon Woman, dilansir dari www.nyrr.org.

Kisah Kathrine Switzer mengajarkan kita untuk berani melawan ketidakadilan, Kathrine memiliki tekad kuat untuk membantu atlet wanita lain yang tidak memiliki kesempatan dan menggunakan aksinya untuk menginspirasi perubahan. Apa pun tantangan yang Ultimates hadapi, jangan biarkan penolakan menghalangi mimpi Ultimates!

 

Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Editor: Kezia Laurencia

Foto: skysports.com

Sumber: nyrr.org, kathrineswitzer.com, beautynesia.id

Tags: 2025atletkathrinemaratonmaraton bostonolahragapelariswitzer
Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Related Posts

Lewis Hamilton memenangkan gelar juara dunia keduanya pada 2014. (independent.co.uk)
Hiburan

Mengenal Lewis Hamilton, Sang Pembalap F1 Legendaris

July 16, 2025
Oscar Piastri, Max Verstappen, dan Charles Leclerc berdiri di atas podium pada balapan F1 Grand Prix Saudi Arabia. (autosport.com)
Olahraga

Oscar Piastri Berhasil Mendominasi Grand Prix Saudi Arabia

April 24, 2025
Atlet profesional terakhir Amerika dalam Jai Alai, Leon Shepherd. (shsnorsenews.org)
Iptek

Jai Alai: Olahraga dengan Lemparan Bola Tercepat yang Hampir Punah

April 23, 2025
Next Post
lampu

Lampu Mati atau Menyala Saat Tidur: Pilihan Mana yang Lebih Sehat?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 9 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021