• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Review

Gibran dan Kaesang Luncurkan Camilan ‘Kemripik’, Bagaimana Rasanya?

Elisabeth Diandra Sandi by Elisabeth Diandra Sandi
February 12, 2020
in Review
Reading Time: 2 mins read
Gibran dan Kaesang Luncurkan Camilan ‘Kemripik’, Bagaimana Rasanya?

Salah satu produk makanan kemasan besutan Kaesang dan Gibran, bernama 'Kemripik'. (Foto: ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)

0
SHARES
2.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Kedua putra Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, meluncurkan produk camilan hasil kolaborasi mereka yang diberi nama “Kemripik” pada Kamis (15/08/19). Ada tiga varian rasa Kemripik yang diluncurkan yaitu Original, Nasi Goreng Seafood, dan Seblak Bandung.

Saat pertama kali menyantap Kemripik Original, rasa manis dan asin yang gurih berhasil menyentuh lidah. Warna keripiknya putih kekuningan dengan tekstur yang tidak terlalu tipis maupun tebal. Varian Kemripik Original ini lebih didominasi oleh rasa asin dan memberikan jejak bumbu penyedap rasa yang cukup kuat.

Sementara itu, aroma khas makanan laut langsung menyeruak saat membuka kemasan Kemripik Nasi Goreng Seafood. Keripiknya berwarna merah karena dibaluri dengan bumbu rasa nasi goreng seafood. Sewaktu dikonsumsi, rasa asin yang disusul oleh pedas seketika memenuhi mulut. Rasa pedas yang lumayan menyengat akan tersisa di bagian belakang lidah. Sayangnya, aroma makanan laut sudah tidak berasa lagi saat keripik dikunyah.

Sensasi yang berbeda juga dimiliki oleh varian Kemripik Seblak Bandung. Ketika dimakan, keripik didominasi oleh aroma dan rasa kencur yang gurih. Setelah itu, baru muncul rasa pedas dari taburan bubuk cabai merah serta rasa asin dari penyedap rasa. Tingkat kepedasan pada Kemripik Seblak Bandung lebih tinggi dibandingkan dengan Kemripik Nasi Goreng Seafood. Bagi Ultimates yang gemar dengan rasa gurih dan pedas ala seblak, varian yang satu ini cocok untuk kalian. 

Untuk varian Kemripik Nasi Goreng Seafood dan Seblak Bandung meninggalkan jejak penyedap rasa yang lebih kuat dibandingkan dengan Kemripik Original. Bumbu yang digunakan untuk memberikan rasa pada varian Nasi Goreng Seafood dan Seblak Bandung juga lebih tajam. Namun, tekstur keripik yang dimiliki oleh ketiga varian rasa Kemripik tergolong renyah dan masih mudah untuk dikunyah.

Detail dari tiga perpaduan rasa kemprik mulai dari rasa original, nasi goreng seafood, dan seblak bandung. (Foto: ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)

Makanan ringan berupa keripik yang berbentuk persegi ini dibuat dari tepung terigu, sagu, minyak sawit, dan perisa makanan tertentu. Dalam satu bungkus Kemripik, terdapat 50 gram keripik yang telah dibumbui. Namun sayang, produsen tidak menulis komposisi bumbu pada tiap varian Kemripik dengan detail.

Walaupun produsen memiliki kekurangan dalam penjabaran bahan dasar, tetapi kemasan Kemripik dapat memenangkan perhatian pembeli. Sebab, kemasan pada tiap varian Kemripik menampilkan karakter animasi Gibran dan Kaesang yang tengah melakukan berbagai aktivitas. Pada bagian belakang kemasan juga terdapat komik kecil berisi percakapan antara Gibran dengan Kaesang yang cukup menghibur pembeli.

Keunikan dari kemasan ini yaitu komik kecil yang tertera di belakang kemasan produk (Foto: ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)

Nama ‘Kemripik’ sendiri berasal dari bahasa Jawa untuk mendeskripsikan makanan yang renyah dan garing seperti keripik. Untuk menyicipi satu bungkus makanan ringan karya Gibran dan Kaesang, Ultimates perlu merogoh kocek sebesar Rp7.700,00. Hingga saat ini, Ultimates dapat memperoleh Kemripik di gerai Indomaret terdekat.

                       

Penulis: Elisabeth Diandra Sandi

Editor: Anindya Wahyu Paramita

Foto: Felisitasya Manukbua

 

Tags: camilanGibran Rakabuming Rakajoko widodoJokowiKaesang PangarepKemripikKeripikNasi Goreng SeafoodOriginalReview MakananSeblak Bandungsnack
Elisabeth Diandra Sandi

Elisabeth Diandra Sandi

Related Posts

Potret Buku Surrounded by Idiots karya Thomas Erickson (penguin.com.au)
Literatur

Surrounded by Idiots: Mereka Bukan Idiot, Mereka Hanya Berbeda

May 7, 2025
Sampul buku Lolita karya Vladimir Nabokov. (dezimmer.net/Dieter E. Zimma)
Hiburan

Lolita: Sebuah Kisah Cinta Dibalut Pisau

March 17, 2025
Sang Nabi Kahlil Gibran
Literatur

Sang Nabi: Ketika Kahlil Gibran Kemas Filosofi dalam Puisi

March 12, 2025
Next Post
“Tiba-Tiba Batu”, Pesan Efek Rumah Kaca untuk Manusia Keras Kepala

"Tiba-Tiba Batu", Pesan Efek Rumah Kaca untuk Manusia Keras Kepala

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + 5 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021