SERPONG, ULTIMAGZ.com – Maka ketika kita menengok ke kiri dan kanan, lingkungan kita tak sama seperti dulu. Kemunculan zat-zat dan kandungan atom berbahaya menggerogoti bagian-bagian terpenting yang dimiliki dunia. Pepohonan yang rimbun dengan lingkungan yang sehat menjadi mimpi bagi manusia sebagai penghuni bumi. Tapi, dengan perusakan alam yang terjadi hingga kini, bisakah mimpi itu terwujud ?
Antroposentrisme, Biosentrisme, Eksosentrisme, dan Ekofeminisme menjadi beberapa hal yang disoroti oleh buku Etika Lingkungan Hidup ini. Tak hanya itu, hak asasi alam, prinsip-prinsip etika lingkungan hidup, hingga ekonomi global dan krisis ekologi turut menyertai pembahasan problem ekologi. Hidup berselaras dengan alam dan lingkungan di sekitar manusia menjadi salah satu poin penting nampak dari buku terbitan 2010 ini.
Pada buku ini, Sonny Keraf ingin memacu logika pembacanya untuk memikirkan bentuk kontribusi pembangunan lingkungan hidup yang sehat. Melalui penjelasan undang-undang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, diharapkan masyarakat Indonesia berkontribusi membangun Negara dengan memberi perhatian lebih pada lingkungan. Kritikan sang penulis terhdap undang-undang pemerintah tentang lingkungan hidup yang tidak efektif dalam realisasinya turut mewarnai pembahasan dalam buku ini.
Lewat karyanya kali ini, penulis ingin memperlihatkan cara pandang manusia sebagai bagian integral dari alam. Sika bertanggungjawab, rasa hormat, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup kini telah menjadi sebuah cara masyarakat adat di seluruh dunia memandang keadaan alam sekitarnya.
Penulis : Annisa Meidiana
Foto : bukupedia.com