Robin Hood (2018) Tampilkan Sentuhan Modern pada Latar Historis

Film Robin Hood (2018). (Foto: in.bookmyshow.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dengan konsep historis yang dikemas secara modern, Robin Hood kembali hadir setelah 110 tahun sejak kemunculannya pertama kali dalam layar lebar Robin Hood and His Merry Men (1908). Tayang perdana di bioskop Indonesia pada Selasa (20/11/18) lalu, sosok Robin Hood yang diperankan Taron Egerton membawakan dimensi baru pada kisah klasik sosok bertudung tersebut.

Bergabungnya Robin bersama pasukan tentara Perang Salib Inggris di pelosok Afrika Utara mempertemukannya dengan Yahya (Jamie Foxx) alias John. John merupakan seorang tentara Moor, lawan pasukan Inggris, yang kehilangan putranya dalam Perang Salib.

Ia kemudian memicu pembalasan dendam Robin kepada Sheriff Nottingham seiring dengan dendam pribadinya pula. Sang Sheriff (Ben Mendelsohn) dengan sembarangan menyita kastil Robin dan menyebarkan berita bohong bahwa dirinya telah gugur di medan perang. Hal ini menyebabkan belahan jiwa Robin, Marian (Eve Hewson), berpaling kepada laki-laki lain.

(Foto: pastemagazine.com)

Selanjutnya, niat balas dendam Robin berkembang menjadi lebih besar kala ia mengetahui kebijakan sang Sheriff yang secara tidak langsung ‘merampok’ masyarakat Nottingham dengan menerapkan pajak atas semua hal. Pun, ia memutuskan untuk mencuri pajak yang dikumpulkan pemerintah tersebut dan membagikannya kepada rakyat miskin. Tidak hanya pajak, Robin juga mencuri uang hasil korupsi gereja ketika ia mengetahui ada persekongkolan antara sang Sheriff, pihak gereja, dan Arab untuk saling bertempur.

Dari awal hingga akhir, adegan demi adegan dikemas secara modern. Aksi tarung disorot dengan kamera yang dengan cepat berpindah mengikuti perkembangan zaman film action masa kini. Pakaian yang dikenakan para tokoh juga terkesan modis. Senjata panah yang merupakan senjata tradisional ditampilkan secara modern dengan fungsi dan kecepatan yang juga meningkat.

 

(Foto: nytimes.com)

Namun, karakter Robin Hood dirasa terlalu lemah kala disandingkan dengan karakter lain seperti Yahya yang memberi kesan cukup dalam. Ditambah, Jamie Dornan sebagai pemeran Will Scarlet juga berpotensi menjadi karakter yang akan memusingkan Robin jika berlanjut ke penggarapan berikutnya.

Turut dibuat oleh Leonardo DiCaprio, film berdurasi satu jam 56 menit ini diberi nilai 5,3/10 oleh iMDb. Sementara itu, hanya 17% pengulas pada situs Rotten Tomatoes yang memberi ulasan positif. Cerita film ini dinilai hanya menggambarkan cerita-cerita dari film Robin Hood sebelumnya yang juga pernah dibintangi oleh Kevin Costner dan Russel Crowe.

 

Penulis: Maria Helen Oktavia

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: iMDb.com, pastemagazine.com, nytimes.com

Sumber: metacritic.com, id.bookmyshow.com, rottentomatoes.com, imdb.com, gatra.com